UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 29 September 2019 12:06
Seminar Internasional Hari Kesehatan Lingkungan ke-9 Sedunia
CATAT..!! Tahun 2070, Sekitar 800 Ribu Rumah di Pesisir Harus Dipindahkan
SEMINAR: Seminar Internasional memperingati Hari Kesehatan Lingkungan ke-9 Sedunia di Kota Pontianak, Sabtu (28/9) di Hotel Mahkota Pontianak. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, Indonesia menjadi negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Dampak tersebut telah dirasakan pada 1998 menjadi tahun dengan suhu udara terpanas dan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Hal tersebut terungkap dalam Seminar Internasional yang digelar, kemarin (28/9).

MARSITA RIANDINI, Pontianak

SEMINAR internasional ini merupakan gawe Pengurus Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Kalbar bersama jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Pontianak. Kegiatan berlangsung di Hotel Mahkota Pontianak. Ketua HAKLI Provinsi Kalbar, Suharno, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian memperingati Hari Kesehatan Lingkungan ke-9 Sedunia yang jatuh pada 26 September lalu berbarengan dengan Musyawarah Provinsi HAKLI Kalimantan Barat Tahun 2019.

Pontianakpost.co,id melansir, diungkapkan Suharno, Indonesia mulai merasakan dampak pemanasan global (global warming) yang dibuktikan dari berbagai perubahan iklim maupun bencana alam yang terjadi. “Di antaranya, terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang, sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Dampak lainnya yaitu hilangnya berbagai jenis flora dan fauna, khususnya di Indonesia,” kata dia.

Sebab itu dalam kegiatan ini mereka menghadirkkan pakar kesehatan lingkungan nasional, pemerhati lingkungan dunia/internasional, Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) dan Lingkungan Hidup Provinsi Kalbar dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

Kegiatan yang mengangkat tema Peran tenaga kesehatan lingkungan dalam upaya menanggulangi perubahan iklim global dengan bertindak serempak ini diikuti pemerhati dan pelaku kesehatan lingkungan dan mahasiswa kesehatan di Indonesia dan internasional, serta organisasi profesi kesehatan, khususnya kesehatan lingkungan.

Selain itu, pihaknya memaparkan penelitian dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan, Februari 2007 merupakan periode dengan intensitas curah hujan tertinggi selama 30 tahun terakhir di Indonesia. Hal ini, menurut dia, menandakan perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global. Indonesia yang terletak di equator, merupakan negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Dampak tersebut telah dirasakan mereka yaitu pada 1998 menjadi tahun dengan suhu udara terpanas dan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Diperkirakan mereka pada 2070, sekitar 800 ribu rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan. Kemudian sebanyak 2 ribu dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut. Perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global telah menjadi isu besar di dunia.

Diungkapkan juga mencairnya es kutub utara dan kutub selatan yang akan menyebabkan kepunahan habitat di sana, merupakan bukti dari pemanasan global. Pemanasan global disebabkan oleh kegiatan manusia yang mengasilkan emisi gas rumah kaca dariindustri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik, bahkan menggunaan listrik berlebihan. (*)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers