UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 21 September 2019 11:37
Mulai Renggut Nyawa, Diduga ISPA, Warga Meninggal Dunia
DISEMAYAMKAN. Jenazah almarhum HM. Mohdad disemayamkan di rumah duka, di Desa Galang, Jumat (20/9). Alfy Shandy-RK

PROKAL.CO, MEMPAWAH- Kabut asap yang menyebabkan pencemaran udara di wilayah Kabupaten Mempawah akhirnya menelan korban jiwa. Seorang warga Desa Galang diduga meninggal dunia akibat menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Jumat (20/9) siang.

Diberitakan Rakyat Kalbar, korban diketahui bernama H. Mohammad Mohdad, berusia 74 tahun. Ia warga Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Kepada Rakyat Kalbar, keluarga almarhum menuturkan awalnya Mohdad mengalami sesak nafas. Kemudian, diputuskanlah untuk membawanya ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Demi mendapatkan perawatan medis.

“Saat pagi hari, bapak (almarhum) mengeluh sesak nafas. Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB kami membawa bapak ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Di sana, bapak langsung mendapatkan penanganan dari dokter,” terang anak almarhum, Jumrianto, ditemui di rumah duka, Jumat (20/9) malam.

Selang beberapa jam mendapatkan penanganan medis, lanjut Jumrianto, pihak Puskesmas Sungai Pinyuh memutuskan agar almarhum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rubini Mempawah. Agar mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

“Sekitar pukul 13.00 WIB, bapak dirujuk ke Mempawah (rumah sakit Rubini). Tiba di rumah sakit, bapak langsung di rontgen untuk mengetahui gangguan organ dalam tubuh. Dari diagnosa dokter, bapak mengalami infeksi paru-paru,” tutur Jumrianto.

Tuhan berkehendak lain. Meski sempat mendapatkan penanganan intensif pihak rumah sakit, almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Selanjutnya, jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Desa Galang untuk dikebumikan pihak keluarga.

“Menurut keterangan dokter, bapak mengalami infeksi paru. Diduga, akibat menghirup udara yang tidak sehat akibat kabut asap yang sudah berlangsung selama dua minggu ini. Apalagi, kemarin ada kebakaran hutan di Rt 01 Desa Galang ini,” sebutnya.

Dia pun berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dan seluruh pihak berwenang lebih serius dan fokus dalam penanganan karhutla di masyarakat. Agar, kabut asap yang menyelimuti lingkungan masyarakat segera diatasi. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban jiwa dalam kondisi ini.

“Jangan lagi ada korban lain akibat kabut asap ini. Cukuplah almarhum bapak kami yang menjadi korbannya. Maka, kami minta pemerintah bisa lebih serius dan maksimal memadamkan api,” pintanya.

Senada, LPM Desa Galang, Nasir. Ia mengamini almarhum meninggal dunia akibat infeksi paru yang disebabkan pencemaran udara di lingkungan masyarakat Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Nasir menilai pencemaran udara di Desa Galang sudah sangat parah dan terbukti menelan korban jiwa.

“Sudah lebih dari sepekan, lingkungan masyarakat Desa Galang tertutup kabut asap. Kondisinya sudah sangat tidak sehat untuk manusia. Buktinya sudah ada satu orang warga kami yang meninggal dunia akibat ISPA,” sesal Nasir.

Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mempawah, Pemerintah Provinsi Kalbar, dan Pemerintah Pusat agar tidak main-main dalam penanganan karhutla. “Kabut asap di Desa Galang diperparah dengan adanya titik api baru di Rt 01 yang terjadi kemarin siang. Kami sangat berharap pemerintah mengerahkan segala daya dan upaya untuk menghilangkan kabut asap ini. Kami sangat khawatir ada korban lainnya akibat terpapar asap,” ucapnya.

Terpisah, Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH prihatin dengan kemarau panjang dan kabut asap yang terjadi di lingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat. Erlina menyebut pemerintah daerah telah berupaya maksimal melakukan penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Petugas kami sudah melakukan sosialisasi, memberikan himbauan agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan. Bahkan, bersama-sama TNI/Polri juga dilakukan penyuluhan hukum agar masyarakat mentaati aturan dan ketentuan hukum yang berlaku,” akunya.

Bahkan, imbuh dia, setelah munculnya titik api seluruh petugas gabungan BPBD Kabupaten Mempawah bersama TNI/Polri bekerja keras memadamkan titik api. Setiap hari petugas gabungan selalu berada dilapangan berjibaku memadamkan hot spot yang ada di Kabupaten Mempawah.

“Upaya maksimal sudah kita lakukan untuk memadamkan titik api. Namun, faktor alam angin kencang dan lahan gambut yang begitu luas menyebabkan pemadaman tidak berjalan efektif. Kita juga meminta bantuan pemadaman melalui udara, namun api sulit dipadamkan,” papar Erlina.

TOTAL 847,5 HA LAHAN DI MEMPAWAH TERBAKAR

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah mencatat ratusan hektar lahan dan hutan di wilayah itu ludes terbakar. Kasus karhutla di Kabupaten Mempawah telah berlangsung sejak Juli lalu. Sedikitnya ada 14 titik api yang terdeteksi petugas gabungan.

“Saat ini, seluruh titik api di wilayah Kabupaten Mempawah sudah berhasil ditanggulangi petugas gabungan. Ada 14 titik api dengan areal lahan yang terbakar seluas 847,5 ha,” terang Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, H. Hermansyah, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, 14 titik api yang terdeteksi petugas berada di Dusun Telayar, Desa Sejegi, dengan luas lahan terbakar mencapai 350 ha, kemudian Desa Anjongan Dalam seluas 250 ha, Desa Sungai Rasau seluas 50 ha dan Desa Galang 50 ha.

“Kemudian, kami juga menemukan titik api di Parit Latong, Desa Wajok Hilir seluas 0,5 ha, Parit Mambo Desa Wajok Hulu 2 ha, Parit Baru Desa Wajok Hulu 6 ha dan Dusun Sebukit Rama Desa Pasir seluas 100 ha,” ujarnya.

Selanjutnya, masih menurut Hermansyah, petugas juga melakukan penanganan dan penanggulangan titik api di wilayah Desa Sekabuk seluas 4 ha, Dusun Tekam Baru 3 ha, Moton Tinggi 3 ha, Dusun Kembang Lada 2 ha, Sepok Merah 2 ha dan Dusun Moton, Desa Antibar seluas 25 ha.

“Kalau dilihat dari waktu kejadian, pertama kali kasus karhutla terdeteksi pada akhir Juli dan terus berlangsung hingga akhir Agustus 2019. Jadi kurun waktunya sekitar sebulan,” sebutnya.

Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Muspida dan jajaran terkait lainnya telah melakukan tindakan maksimal dalam penanganan dan penanggulangan kasus karhutla diwilayah itu. Bahkan, penanganan terhadap titik api dilakukan setiap hari secara terus menerus.

“Petugas gabungan BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni dan lainnya saling membantu dan bekerjasama memadamkan api di 14 titik tersebut. Setiap hari petugas kami berada dilapangan sejak pagi hingga sore hari. Pemadaman api tidak hanya dilakukan melalui jalur darat, melainkan juga satgas udara membantu pemadaman,” papar Hermansyah.

Namun, sebaran api yang terlampau luas membuat pemadaman tidak berjalan efektif. Dan terkendala berbagai faktor lain, mulai dari teknis hingga alam yang tidak bersahabat.

“Misalnya peralatan yang terbatas, kurangnya sumber air, angin kencang dan panas terik menyebabkan sebaran api semakin cepat meluas,” tandasnya.(Alfy Shandy/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:44

Gara-Gara Utang-Piutang, Nyawa Nyaris Melayang

MEMPAWAH- Gara-gara utang-piutang, nyawa seorang pemuda, Bayu, 24, warga Komplek…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:47

MANTAP..!! Calon Bandara Kayong Utara Punya Ruang untuk Kesiapsiagaan TNI-AU

SUKADANA- Diberitakan Rakyat Kalbar, rencana pembangunan Bandar Udara (Bandara) Kayong…

Kamis, 17 Oktober 2019 11:00

Libatkan Etnis Tioghoa, Budaya Robok-Robok Jadi Perekat Persatuan

SUNGAI KAKAP- Mengemas adat budaya jadi even wisata yang universal…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:55

Mandi ke Sungai Pinoh, Santi Ditemukan Tak Bernyawa

Santi alias Eva akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:37

Ada 43 Ha Kawasan Kumuh di Singkawang, Mau Diapakan..??

Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Singkawang…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:26

TUNANGAN SHOK..!! Wanita 27 Tahun Meninggal Gantung Diri

SAMBAS- ntah apa beban hidup yang menimpa FA. Wanita berusia…

Jumat, 11 Oktober 2019 11:15

Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Benih Lada

SAMBAS- Tak mau kalah dengan daerah lain yang mulai getol…

Senin, 07 Oktober 2019 00:48

Ijazah Ganda Bikin Masalah di Pilkades

KUBU RAYA- Salah seorang Bakal Calon (Balon) Kepala Desa (Kades)…

Jumat, 04 Oktober 2019 04:28

Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Dijebloskan ke Penjara

SINTANG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang menerima penyerahan tersangka dan barang bukti…

Kamis, 03 Oktober 2019 13:18

ISHH KERASSS..!! Bupati Ingatkan, Kepala Dinas Tak Jadi Pasukan Takut Isteri

SANGGAU- Bupati Sanggau, Paolus Hadi secara resmi melantik tujuh pejabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*