UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 21 September 2019 11:32
PANIK..!! Lagi Rapat, Gedung DPRD Sekadau Mau Roboh, Pejabat Berhamburan Menyelamatkan Diri
RETAK. Lantai keramik ruang sidang DPRD Sekadau yang retak, Jumat siang (20/9). Kejadian itu membuat peserta sidang panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Repro/Abdu Syukri-RK

PROKAL.CO, SEKADAU- Mulanya biasa saja. Gedung DPRD Sekadau dipenuhi anggota dan pimpinan Dewan, Wakil Bupati, Sekda, para Kepala Dinas, dalam paripurna penyampaian nota pengantar APBD Murni 2020, Jumat (20/9).

Sidang paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sekadau, Handi, didampingi Wakil Ketua Jefray Raja Tugam,SE. Jelang pukul 11:00, saat Wabub Aloysius di mimbar membacakan nota pengantar APBD, sekonyong-konyong terdengar suara berderak keras di lantai keramik. Lantai gedung retak!

Tiba-tiba teriakan keras terdengar…., “Roboh! Roboh!” teriak Musa anggota Fraksi PDI Perjuangan Sekadau seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Tak ayal, Wabub Aloysius pun melompat karena terperanjat, berlari ke arah pintu keluar untuk menyelamatkan diri. Tentu tak hanya Aloysius, semua yang ada dalam gedung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri kalau saja tertimpa gedung roboh.

Retaknya lantai (popping) dan kegaduhan itu sempat terekam kamera pengawas CCTV Gedung Dewan. Salah satu anggota Dewan yang tampak berlarian adalah Musa sambil berteriak ketakutan.

Musa mengaku sempat panik. “Gimana ndak panik. Keramik langsung menggelembung dan berbunyi pak-pak. Bahkan ada pecahan yang terpelanting ke plafon. Kita kira plafon mau roboh juga,” ungkap Musa.

Ia juga mengaku langsung menghambur keluar sambil meneriaki rekan-rekannya agar menyelamatkan diri. “Ada kawan kita yang sampai tabrakan,” tutur Musa.

Kekhawatiran peserta sidang akan robohnya bangunan ruang sidang, bukan tanpa alasan. Soalnya, ruang berukuran 15 x 15 meter itu strukturnya platdak cor beton. Berbentuk panggung yang berada di atas lobi pintu masuk sisi utara bangunan utama. Di bawahnya untuk parkir dan akses pintu masuk kedua.

Wakil Ketua DPRD Sekadau, Jefray Raja Tugam,SE, tak kalah paniknya. Ia mengaku ikut berlari saat kejadian tersebut.

“Orang semua sudah lari. Makanya kita juga lari,” ujar Jefray.

Sidang paripurna itu, dari 30 anggota Dewan, yang hadir sekitar 23 orang. Puluhan kepala OPD atau Kadis serta Sekda Sekadau, Drs H Zakaria Umar M Si juga hadir.

“Waktu itu semuanya lari. Yang terakhir lari adalah Pak Sekda yang kebetulan dekat dengan lantai yang pecah tersebut,” tutur Jefray.

Kata Jefray, saat lantai retak sidang belum lama dimulai. Bahkan Wakil Bupati Aloysius belum lama menyampaikan sambutan. Dia baru berada di mimbar sekitar 4 menit.

Pascakejadian, pihak Sekretariat DPRD Sekadau langsung mengecek. Keramik yang retak lantas dipecahkan, dipastikan yang bermasalah hanya keramiknya saja.

“Pondasi lantainya tetap bagus,” kata Jefray, “Karena itu, kita lanjutkan kembali. Sidang pun bisa diselesaikan dengan aman.” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sekadau, Ir H. Akhmad Suryadi,MT, menyaksikan kejadian tersebut. Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan kejadian itu.

“Pertama akibat suhu panas yang sangat ekstrim,” katanya.

Saat ini, suhu udara memang cukup panas akibat kemarau. Kondisi ini bisa memicu pemuaian bahan bangunan baik semen maupun keramik sehingga menimbulkan rongga antara semen dan keramik.

Kedua, lanjut Akhmad, bisa diakibatkan campuran racikan semen untuk perekat keramik yang tidak bagus. Sehingga saat saat pemuaian, terjadinya perekat semen dan keramik yang lepas.

“Penyebab lainnya, adanya pemasangan keramik yang tidak bagus. Bisa jadi adukan semen yang tidak rata sehingga menimbulkan rongga di bawah keramik,” kata alumnus Fakultas Teknik Untan itu.

Pihak Dinas PUPR Sekadau pun sudah mengambil langkah cepat. Usai salat Jumat, tim teknis dari Dinas PUPR Sekadau langsung diturunkan ke lokasi. Tim sudah melakukan inventarisasi dan menelaah konstruksi bangunan pascakerusakan itu.

Tim juga sudah menyusun langkah-langkah percepatan perbaikan sarana bangunan agar bisa dimanfaatkan kembali. “Dari hasil telaah, kerusakan tidak terjadi pada struktur bangunan, hanya lantainya saja. Bangunan bisa dimanfatkan kembali. Kita juga merekomendasikan untuk segera dilakukan perbaikan oleh instansi terkait. Dan kita siap memberikan pendampingan teknis pekerjaan tersebut,” pungkas Akhmad. (Abdu Syukri/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers