UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 21 September 2019 11:04
1.061 Hotspot Terdeteksi di Ketapang
Lihat Nih..!! Ada Spiderman Bagi Masker di Sambas
PEDULI BAHAYA ASAP. Sejumlah kalangan dan organisasi membagikan masker kepada masyarakat sebagai kepedulian terhadap bahaya asap. Terlihat perwakilan dari Bawaslu Sambas mengenakan kostum Spiderman membagikan masker, Jumat (20/9). Sairi-RK

PROKAL.CO, KETAPANG- Bertetangga dengan Kalteng, Kabupaten Ketapang sampai hari ini masih di puncak klasemen produsen asap se Kalbar, dengan 1.061 hotspot. Titik api itu terdeteksi Lapan per 19 hingga 20 September 2019 pukul 07.00 WIB.

Dikonfirmasi, Aqil Ihsan, Kepala BMKG Rahadi Oesman Ketapang mengungkapkan total hotspot di Kalbar hingga Jumat (20/9) terdeteksi sebanyak 1.431 titik. "Ketapang 1.061 titik, Kayong Utara 128 titik, Melawi 64 titik, Kubu Raya 54 titik, Sintang 36 titik," ungkap Aqil kemarin siang (20/9).

Asap pekat sejak malam hingga siang masih menyelimuti kabupaten di selatan Kalbar itu. Jarak pandang di Bandara Rahadi Oesman Ketapang pukul 06:30 WIB hanya 500 meter.

Jelas kondisinya memprihatinkan.

Buruknya kualitas udara yang tercemar asap Karhutla itu dikeluhkan masyarakat yang terancam infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Sudah lama warga terdampak sakit mata, tenggorokan, dan batuk. Paling ringan pusing kepala.

"Sesak bernapas sih belum, tapi saya sudah batuk-batuk, padahal sudah menggunakan masker juga kalau keluar rumah," ungkap warga bernama Dini, berharap cuaca cepat kembali normal.

BAGIKAN MASKET

Di Sambas, kepedulian terhadap cuaca akibat bencana kekeringan penyebab Karhutla, tak hanya dari instansi kesehatan dan lainnya. Menyikapi kabut asap, banyak perkumpulan masyarakat mengambil bagian membagikan masker kepada warga.

Organisasi mahasiswa, Ormas pemuda, Bawaslu dan jurnalis Kabupaten Sambas melakukan kegiatan serupa. “Kita juga ikut menyuarakan bentuk kepedulian kami. Jurnalis yang bertugas di Kabupaten Sambas bersama Polantas Polres Sambas dan rekan-rekan di Humas Pemkab Sambas, bergerak di tengah kabut asap yang belum juga berakhir,” kata Muhammad Ridho, Kamis (19/9).

Mereka berharap masyarakat bisa menggunakannya saat beraktivitas di luar ruangan agar tak terkena ISPA. "Masker yang kami bagikan memang tak mencukupi untuk semuanya. Namun bagi yang sudah mendapatkan silahan dipakai. Karena dengan memakai masker di tengah asap, paling tidak bisa menyaring udara dari ISPA,” tuturnya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sambas, Aipda Herji, menjelaskan pembagian masker sudah sering dilakukan Satlantas dengan sejumlah jurnalis yang bertugas di Sambas. Kini giliran pengendara dibagikan masker.

Ia mengimbau selain mengenakan masker, para pengendara kendaraan tetap melengkapi dirinya dengan perlengkapan yang diperlukan saat turun ke jalan raya. Mulai dari kelengkapan berkendara hingga kelengkapan kendaraan.

“Jangan lupa menyalakan lampu pada siang hari. Terlebih ini kabut asap yang ada sudah mengganggu jarak pandang. Sehingga dengan lampu bisa mencegah kecelakaan lalu-lintas,” pinta Herji.

Diingatkannya, untuk mengendalikan kecepatan kendaraan agar tidak melampaui batas, sebab bahaya berkendara di jalan raya di kondisi kabut asap pekat. “Kurangi kecepatan, ini upaya untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas di jalan raya,” imbaunya.

Karang Taruna Desa Sungai Toman, Kecamatan Salatiga, turut berpartisipasi dalam pembagian masker kepada masyarakat ini. "Menyikapi asap yang semakin pekat, kita punya ide untuk membagikan masker secara pintu ke pintu kepada masyarakat desa," kata Ketuanya, Rixsy. Ia berharap kabut asap cepat hilang agar tidak menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat di desa.

Yang menarik, gaya yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Sambas saat membagikan masker di jalanan. Salah satu anggotanya mengenakan kostum Spiderman yang menarik perhatian warga. (Muhammad Fauzi dan Sairi/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Gadis SMP Nikah Pesanan dengan Lelaki Tiongkok

MEMPAWAH-Penjualan gadis bawah umur untuk pengantin pesanan lelaki Tiongkok, belum…

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*