UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Jumat, 20 September 2019 11:29
Sulit Dapatkan Solar Sopir Truk Unjuk Rasa
UNJUK RASA. Para sopir truk melakukan unjuk rasa terkait kelangkaan solar di Kantor DPRD Singkawang, Kamis (19/9). SUHENDRA/RK

PROKAL.CO, SINGKAWANG- Puluhan sopir truk menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan solar bersubsidi kepada wakil rakyat di DPRD Kota Singkawang, Kamis (19/9). Mereka mengeluh sulitnya mendapatkan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sehingga mengganggu aktivitas pengangkutan barang.

“Kami para sopir truk menyampaikan keluhan atau aspirasi, karena selama empat bulan ini kami para sopir sulit sekali mendapatkan solar bersubsidi,” ujar Agustianto, satu diantara pengunjuk rasa seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Ia mengatakan penyampaian aspirasi ini dapat ditindaklanjuti dan meminta Pertamina dapat menindaklanjutinya, serta bertindak tegas terhadap SPBU yang melakukan penyelewenangan.

Rahman, satu diantara perwakilan unjuk rasa mengatakan para sopir menyampaikan keluhan minimnya kuota solar bersubdisi di Kota Singkawang, terutama bagi para sopir yang mengambil galian C di luar daerah.“Para sopir truk roda empat hanya mendapatkan 30 liter sedangkan roda enam mendapatkan 60 liter, jadi tidak memadai untuk para sopir truk,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa solar-solar bersubdisi itu diberikan kepada pengepul atau penimbun dengan menggunakan ken atau tangki siluman.

“Sehingga solar menjadi sedikit, dan para sopir tidak kebagian solar, jadi ada persoalan hilir dan hulu,” ujarnya.Tidak hanya itu saja, kata Rahman, menjadi masalah lagi ketika solar bersubdisi untuk angkutan darat, namun juga diperuntukkan juga untuk nelayan, sedangkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk nelayan sudah ada.

“Kita mendukung pihak kepolisian sesuai kewenangannya untuk melakukan inspeksi langsung, dan yang lainnya,” katanya.

Menurutnya, agar pihak BPH Migas mengkaji ulang kuota yang disesuaikan dengan kondisi dari daerah tertentu. “Mereka masih bisa menahan dan kita berharap mereka mendapatkan hak-haknya,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto mengatakan bahwa kedatangan para sopir ini untuk menyampaikan apresiasi kepada DPRD, dan jangan sampai permasalahan ini bergejolak dan meminta Pertamina untuk bertindak.

“Untuk itu kita mengundang SPBU yang di Kota Singkawang ini ada 9 SPBU, dan tidak ada SPBU yang datang, kalau mereka tidak datang kita bisa panggil paksa nantinya,” katanya. 

Sebelumnya, ratusan sopir truk juga mendatangi Kantor Gubernur Kalbar di Jalan Akhmad Yani Pontianak, Senin (15/9) lalu. Kedatangan para supir itu juga terkait dengan keluhan sulitnya mendapatkan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sehingga mengganggu aktivitas mereka. (suhendera/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers