UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 19 September 2019 11:35
Dua Bulan Menghirup Asap, Tembus 6.025 Kasus ISPA
BUTUH OKSIGEN. Nasir Putra, Kontributor salah satu televisi swasta di Pontianak yang mendapatkan perawatan di Rumah Oksigen Dinkes Kota Pontianak, Rabu (18/9). Tri Yulio HP-RK

Karhutla ini, selain mengganggu kesehatan, juga melemahkan pelaku ekonomi. Terutama yang skala kecil. Satu diantaranya: Novianti (33). Ia tinggal di Jl Husein Hamzah Pontianak. Mengakui merasakan dampak buruk kabut asap.

Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki usaha kecil-kecilan dengan berdagang berbagai aneka peralatan rumah tangga, ia mengatakan, penurunan pendapatannya terjadi. Karena kurangnya pembeli menyusul aktivitas pendidikan diliburkan.

“Kabut ini sangat berpengaruh sekali bagi saya, apalagi, sebagai pedagang kecil, saya mengharapkan anak-anak sekolah yang membeli dagangan saya, karena kabut anak sekolah libur, tentu tidak ada pendapatan, sementara harga sewa tempat/ toko ratus berjalan,” ungkap Novi kepada koran ini, Rabu (18/9).

Ibu satu anak ini berharap agar kondisi kabut asap tang dirasakan saat ini tidak terjadi berulang, sebab ia juga mengkhawatirkan kondisi anak-anaknya. Mulai dari kesehatan mereka hingga terhambatnya proses belajar di sekolah.

“Kita tentu khawatir, kalau anak sekolah takut ISPA, sementara kalau mereka tidak masuk sekolah takut ketinggalan pelajaran, apalagi sekarang pelajaran anak-anak semakin ketat, tentu ini juga berpengaruh,” tuturnya.

Senada, Adma. Ibu dua anak berusia 30 tahun ini juga berprofesi sebagai pedagang.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers