UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 19 September 2019 11:35
Dua Bulan Menghirup Asap, Tembus 6.025 Kasus ISPA
BUTUH OKSIGEN. Nasir Putra, Kontributor salah satu televisi swasta di Pontianak yang mendapatkan perawatan di Rumah Oksigen Dinkes Kota Pontianak, Rabu (18/9). Tri Yulio HP-RK

“Kemudian jangan keluar rumah kalau tidak penting. Siapkan alat pelindung diri jika keluaran rumah. Seperti menggunakan masker, banyak minum air putih walaupun tidak haus. Kemudian makanlah, makanan bergizi seperti banyak makan sayur-sayuran dan buah-bahan,” ajaknya.

Terpapar pada tingkat polusi yang tinggi, mungkin tubuh akan mengalami gejala langsung. Gejalanya termasuk iritasi di saluran pernafasan, sesak napas dan batuk. Disarankan menghindari aktivitas luar ruangan hingga kualitas udara membaik atau gunakan masker tipe N95.

Musim kemarau seperti sekarang ini, orang tua harus lebih waspada dengan penyebaran penyakit ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut. Gejala-gejala umum ISPA yang seringkali diabaikan seperti batuk, pilek, dan demam.

“Debu-debu yang berterbangan di udara yang kita hirup berpotensi mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan, sehingga kita berisiko mengalami ISPA,” ujarnya.

Penyakit ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai dari hibung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Namun jika ISPA yang berkelanjutan akan menjadi Pneumonia. Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru.

MELEMAHKAN PELAKU EKONOMI

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers