UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 19 September 2019 11:23
7 Ekor Orang Utan Berhasil Diselamatkan dari Api Karhutla

Sepasang Orangutan Terjebak di Bekas Karhutla

UPAYA BERTAHAN HIDUP. Orangutan yang berusaha menyelamatkan diri dari kebakaran hutan berupaya memanjat dahan yang terbakar, belum lama ini. Yayasan IAR Indonesia for RK

PROKAL.CO, KETAPANG- Sepasang orangutan (Pongo pygmayus) yang terjebak di tengah bekas Karhutla di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Senin (16/9) lalu, diselamatkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar Wilayah 1 Ketapang. Bersama Yayasan IAR (International Animal Rescue) Indonesia.

Yang jantan dinamakan Bara dan betinanya diberi nama Arang. Masing-masing diperkirakan berusia 20 tahun. "Ketika diselamatkan, keduanya mengalami dehidrasi berat. Bahkan ditemukan juga peluru senapan angin di wajah salah satu orangutan ini," jelas Tantyo Bangun, Ketua Yayasan IAR Indonesia seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Kata Tantyo, kedua orangutan ini pertama kali ditemukan oleh Staf IAR yang sedang patrol, dalam keadaan sedang berada di atas pohon di tengah lahan yang sudah terbakar. Penyelamatan orangutan di tengah lahan bekas terbakar, menurut dia, bukti bahwa Karhutla turut menjadi ancaman bagi eksistensi keanekaragaman hayati termasuk orangutan.

"Orangutan yang selama ini menghadapi ancaman perburuan dan pembukaan lahan, saat ini harus menghadapi ancaman kebakaran. Penyelamatan ini hanya permulaan," ujarnya.

Ditegaskannya, efek kebakaran akan berdampak lama bagi orangutan. Seperti efek kebakaran hutan dan lahan 2015 lalu yang terasa sampai satu tahun. Lantaran banyak orangutan yang kehilangan rumah mereka sehingga memicu gelombang besar penyelamatan orangutan.

Seperti pada 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Yayasan IAR Indonesia berhasil menyelamatkan lebih dari 40 orangutan. Jika kondisi itu terus terjadi bukan tidak mungkin efeknya akan panjang. Lantaran tingkat kerentanan orangutan terhadap kepunahan akan semakin besar.

"Untuk kedua orangutan yang berhasil diselamatkan saat ini masih menjalani observasi dan perawatan lebih lanjut di pusat penyelamatan dan rehabilitasi IAR Indonesia. Ini untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Keduanya merupakan orangutan liar yang nantinya akan ditranslokasikan ke tempat yang lebih aman setelah lolos pemeriksaan kesehatan tim media IAR," jelasnya.

Satu diantara tempat yang cocok untuk translokasi yakni Taman Nasional Gunung Palung. Karena berdasarkan hasil survei, tingkat keanekaragaman orangutan di kawasan itu cukup tinggi. Dan status kawasannya sebagai taman nasional akan lebih menjamin keselamatan orangutan.

Sependapat, Direktur IAR Indonesia, Karmele Llano Sanchez. Ia menilai Karhutla saat ini tidak hanya mengancam kehidupan manusia dengan menimbulkan penyakit, tetapi juga ancaman paling utama bagi orangutan di Kalbar.

Kata dia, sudah hampir dua bulan timnya bekerja keras untuk mengamankan tempat rehabilitasi dari kebakaran. Tetapi pekerjaan untuk menyelamatkan semua orangutan yang terancam akibat kebakaran baru saja mulai.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Ari Wibawanto, mengungkap saat ini sudah ada tujuh individu orangutan yang terdampak Karhutla sesuai pengaduan di lanskap Sungai Putri. Pihaknya sudah menyiapkan beberapa tempat untuk lokasi translokasi orangutan tersebut. "Ada 3 lokasi di kawasan taman nasional jadi translokasi diantaranya Batu Barat, Daun Sandar dan Riam Bikinjil," jelasnya.

Sebelumnya, akan dipastikan dahulu kondisi kesehatan orangutan sebelum ditranslokasi lantaran semua tindakan translokasi harus sesuai SOP. "Harapan kami, kalau masyarakat ada informasi soal konflik orangutan termasuk yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan, agar dapat menghubungi call center balai taman nasional gunung palung di nomor 082253034343 atau call center BKSA di nomor 08117576767 dan call center IAR Indonesia di nomor 08115777173," pinta Ari. (Muhammad Fauzi/rk)


BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…

Senin, 14 Oktober 2019 12:55

Plisss..!! Jangan Terpancing Kampanye SARA

PUTUSSIBAU- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, salah satunya bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*