UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 18 September 2019 14:25
Asap di Malaysia, Tidak Semuanya Kiriman
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Asap dari Kalimantan dan Sumatera kini sudah melanglang ke Singapura dan Malaysia. Berdasarkan informasi dari laman BMKG terbaru pukul 12.00 WIB, Selasa (17/9), dilaporkan asap dari Kalbar sudah terekspor ke Sarawak,

Itu hasil pencitraan satelit dari Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Semenanjung, Sarawak Malaysia dan Singapura.

Namun, Koordinator Daops Manggala Agni Kalbar, Sahat Irawan Manik, menepis informasi BMKG bahwa asap yang tersebar di Malaysia kiriman dari Kalimantan Barat. "Kalau bicara asap, memang terjadi beberapa fire spot di Kalimantan Barat. Tetapi, setelah kami lakukan penelusuran dan berdasarkan informan di lapangan, di Sempadan (perbatasan) negara tetangga Malaysia juga terjadi kebakaran lahan," tegasnya.

Itu membuktikan bahwa tidak hanya di Indonesia yang ada titik api yang menimbulkan kabut asap. "Kemungkinan asap kiriman (ke Malaysia) ada. Tetapi sumber dari internal mereka (Malaysia) juga ada. Jadi itu membuktikan asap di sana tidak semua kiriman dari Kalimantan Barat," papar Sahat.

Namun, dia mengakui kalau kondisi asap di Kalbar semakin pekat dan kata Sahat, Manggala Agni sudah mengintensifkan kinerja personel yang ada dan melakukan penempatan di posko dan lokasi yang terdeteksi rawan karhutla. "Kami lakukan deteksi dini. Ketika kami ketemu lahan terbakar, secepat mungkin kami padamkan agar tak membesar. Selain itu, kami juga selalu berjalan paralel dengan kegiatan pendampingan ke masyarakat soal pembukaan lahan tanpa membakar. Kami edukasi mereka," tuturnya.

Manggala Agni juga datang ke sekolah-sekolah dan kelompok tani untuk memberikan edukasi bahaya karhutla. "Jadi kami tidak hanya bersiap atau menyiapkan pasukan untuk pemadaman api. Kami juga melakukan koordinasi ke sejumlah pihak. Termasuk korporasi. Agar mengaktifkan satgas yang mereka punya dan peralatan standar. Jadi, mereka bisa dengan cepat memadamkan api di areal mereka atau sekitarnya," tutup Sahat.

Berdasarkan postingan Fanpage Sarawak Edition, pada 6-7 September lalu juga sempat terjadi karhutla yang cukup besar di kawasan Samariang Malaysia. Dan di Jalan Camar Matang Malaysia pada Selasa sore.

Sementara itu, Karhutla dan asap di Kalbar juga dikhawatirkan berpengaruh pada instalasi jaringan kelistrikan apabila sampai dirambah kebakaran. “Kami waspadai adalah pembakaran lahan dekat SUTT 150 kV. Terlebih saat ini terpantau ada beberapa lokasi kebakaran lahan dekat tower 150 kV, yang lokasinya di jalur Siantan Tayan,” ungkap Manajer Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Kalbar, Ricky Faizal.

Kata Ricky, dampak lainnya yang yakni beberapa pekerjaan perbaikan tower-tower belum dapat dilaksanakan hingga saat ini. “Ditunda lantaran kabut asap, hingga menunggu kondisi sampai kondusif baru dilakukan,” ucapnya

Namun pasokan listrik sendiri sampai sejauh ini tidak berpengaruh signifikan melihat jalur seperti SUTT yang membentang sangat panjang, tentu perlu diwaspadai. “Bahkan dikondisi saat ini, kita menyiapkan petugas ground patrol yang patrol secara rutin ke tower-tower & jaringan. Sehingga setiap ada anomali akan diinfokan ke kami untuk ditindaklanjuti, termasuk kalau ada ancaman kebakaran lahan dekat lokasi tower-tower kita,” terangnya

Ricky berharap, bencana kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan ini dapat segera diatasi, sehingga aktivitas dapat berjalan dengan lancar sebagai mana mestinya. “Kita berharap Mudah-mudahan bencana asap ini dapat segera diatasi oleh pihak yang berwenang,” ujarnya. (Tri Yulio HP, Nova Sari/rk)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…

Senin, 14 Oktober 2019 12:55

Plisss..!! Jangan Terpancing Kampanye SARA

PUTUSSIBAU- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, salah satunya bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*