UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 18 September 2019 14:22
Tiga Hari, 138 Flight di Supadio Terkendala

Hunian Hotel-hotel di Kalbar Turun

Penerbangan di Bandara Supadio banyak yang dibatalkan.

PROKAL.CO, SUNGAI RAYA- Arus transportasi penumpang udara di Kalbar, utamanya dari dan ke Bandara Internasional Supadio terkendala akibat kabut asap (fog/smoke) menutupi jarak pandang (visibility).

Data yang dihimpun Rakyat Kalbar, sedikitnya 138 penerbangan terganggu selama tiga hari terakhir ini, 15-17 September dari pagi hingga sore. Baru pada Selasa sore aktivitas Bandara nampak mulai ramai kembali.

Manager of Airport Maintenance, Bandang Dwisasono, membenarkan kalau kondisi Selasa, (17/8) sudah lebih baik dari dua hari sebelumnya. Pukul 14.00 WIB sudah ada pergerakan pesawat landing dan take off. "Beda dengan dua hari kemarin, sedikit lebih sore untuk bisa pesawat yang masuk ke Bandara Supadio," katanya kepada Rakyat Kalbar, Selasa, (17/9) sore seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Jarak pandang sejak pagi sangat rendah. Bahkan terparah hanya 200 meter. Namun pukul 13. 50 WIB berangsur baik dan bisa dilintasi pesawat.

"Kemudian pukul 16.00 WIB jarak pandang semakin baik berada pada 1200 meter. Sampai saat ini pun sudah sembilan pesawat yang bisa landing, dan delapan pesawat yang bisa take off," terang Bandang.

Namun 58 penerbangan masih terganggu dengan kondisi tersebut. Dari 58 penerbangan tersebut terdiri delay sebanyak 29 penerbangan dan cancel sebanyak 29.

"Untuk delay ada 29 terdiri 14 keberangkatan, dan 15 kedatangan. Sementara cancel 29 terdiri atas kedatangan 15 Kebetangkatan 14," pungkasnya.

HUNIAN TURUN

Seiring terkendalanya penerbangan dari dan ke Bandara Supadio akibat asap, hotel di Kota Pontianak mengalami kerugian. Beberapa agenda di hotel terpaksa ditiadakan.

“Mulai dari hari minggu kemarin hingga hari uni kondisi kabut semakin pekat, dan ini sangat berpengaruh pada usaha, khususnya di perhotelan,” ujar General Manager Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono, Selasa (17/9).

Hotel Aston yang biasanya tingkat okupasi tinggi di hari biasa, sepekan ini beberapa agenda dibatalkan. Belum lagi tamu hotel yang batal tiba ke Pontianak walaupun sudah booking room.

“Seperti Rabu dan Kamis ini sudah ada agenda yang akan digelar, namun karena kondisi cuaca kegiatan dibatalkan. Tamu yang akan menginap akibat penerbangan batal pun menjadi terhambat. Tidak hanya hotel, tentu bisnis lainnya terdampak,” ungkapnya

Okupansi Hotel Aston turun bahkan yang biasanya di angka 80-90 persen, kondisi kabut tiga hari belakangan tidak sampai 70 persen. “Tentu penurunan ini juga diakibatkan penerbangan yang tidak bisa memastikan kedatangan-keberangkatan. Fenomena ini sama seperti kabut asap 2015. Saya juga sempat di-cancel,” ujarnya.

Meskipun begitu, Hotel Aston tetap peduli kepada masyarakat khususnya tamu hotel, Manajemen melakukan sosialisidengan membagi-bagikan masker kepada pengunjung Aston. “Pembagian masker Ini sebagai upaya pencegahan, terlebih bagi anak-anak,” lugasnya

Turunnya hunian hotel dibenarkan Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Qamal. Cuaca berkabut asap di Kalbar, sangat berpengaruh besar terhadap usaha jasa perhotelan .

“Ini pasti berdampak, keinginan orang melakukan perjalanan akan berkurang seperti halnya berwisata. Sehingga berpengaruh pada hotel,” katanya “Yang pastinya akan mengganggu perekonomian di provinsi ini, baik usaha kecil atau besar ini akan merasakan dampaknya,” pungkas Qamal. ( Andi Ridwansyah, Nova Sari/rk)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…

Senin, 14 Oktober 2019 12:55

Plisss..!! Jangan Terpancing Kampanye SARA

PUTUSSIBAU- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, salah satunya bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*