UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 17 September 2019 15:42
Poros Pelang-Tumbang Titi Masih Membara

Ratusan Korban ISPA di Ketapang, Dinkes Siagakan Posko Rawan Asap

DISERANG ISPA. Salah seorang Balita yang masih dalam tahap pemulihan akibat diserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di RSUD Agoesdjam Ketapang, Senin (16/9). Muhammad Fauzi-RK

PROKAL.CO, KETAPANG- Korban Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Ketapang yang sudah gelap karena asap. terus berjatuhan. Dalam dua hari saja, 13-14 September, sudah 292 pasien yang dirawat.

Dilansir Rakyat Kalbar, data yang dirilis Dinas Kesehatan itu adalah pasien yang ditangani di beberapa Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Ketapang. Karena itu, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Ketapang, Basaria Rajagukguk, pihaknya menempatkan beberapa petugas medis dan pendirian pos komando (Posko) di beberapa lokasi yang kabut asapnya sangat parah.

"Kita sudah bekerja sama dengan BPBD, relawan instansi terkait, kita sudah bentuk Posko, selain pembagian masker, Tim Kesehatan disiapkan untuk memeriksa kawan-kawan maupun masyarakat yang terganggu kesehatannya," terang Basaria, Senin (16/9).

Tak berhenti di situ, lanjut dia, pihaknya juga sudah mengajukan beberapa alat bantu pernafasan, seperti tabung oksigen portable dan nebulizer. Peralatan medis itu akan distribusikan ke beberapa Puskesmas dan Posko, yang saat ini fokus pemadanam di beberapa lahan terbakar. "Bila sudah didapat peralatan langsung akan kita distribusikan, untuk obat-obatan sudah distok ke UPTD, jadi biasanya sudah tersedia," jelasnya.

Ia bersyukur, sampai kemarin, dari data Dinkes, belum ada pasien ISPA yang sampai menghembuskan nafas terakhir. "Sementara belum ada laporan kasus meninggal karena ISPA," jelasnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat, terlebih orangtua yang memiliki anak balita, untuk tidak membawa anak-anak seusia tersebut keluar rumah. Mengingat daya tahan tubuh mereka masih rentan terserang penyakit.

Untuk tingkatan pelajar, diharapkan pihak sekolah jeli memandang situasi kabut asap saat ini. Jika tidak memungkinkan maka langkah meliburkan aktivitas belajar mengajar tepat untuk dilakukan pihak Sekolah.

"Untuk anak anak yang masih rawan jangan dibawa keluar rumah dulu, karena asap cukup mengganggu kesehatan, masalah libur sekolah harus terus dipantau karena ada anak yang libur sekolah ada yang tidak," tutup Basaria.

Terpisah, Pelayanan Medik RSUD Agoesdjam Ketapang, Dr. Saiful Ramsah, mengatakan perhari pasien yang ditangani mencapai 6-7 orang, di rentang usia 6-7 tahun. Karena itu para pelajar diharapkan dapat mengurangi aktivitas luar rumah.

"Untuk aktivitas luar dikurangi dulu, seperti olahraga dan lainnya, karena buruknya keadaan cuaca seperti ini," pintanya.

Ditemui di RSUD Agoesdjam, Emanuel Acun, 43, Warga Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU) masih menunggui anaknya Julianus, 6. Yang dirawat intensif di sana akibat ISPA. Sudah beberapa hari anaknya dirawat.

"Memang ada riwayat sakit asma, karena asap sangat pekat sakitnya kambuh dan tambah parah, makanya sampai harus dibawa ke Rumah Sakit," ungkapnya.

Sesudah tiga hari anaknya dirawat akibat sesak nafas dan sudah berangsur baik. "Anak saya belum sekolah, karena sering main di luar rumah dan tidak gunakan masker, mungkin itu pemicunya, apalagi asap di tempat kami pekat," aku Acun.

MASIH TERBAKAR

Komandan Kodim 1203/Ketapang, Letkol Kav Jami’an, S.IP turun langsung memadamkan api yang masih membara di jalan poros Pelang-Tumbang Titi, Desa Pelang. Kecamatan Matan Hilir Selatan.

TNI dan stakeholder yang tergabung dalam “Operasi Karhutla” Kabupaten Ketapang masih melawan kebakaran, asap dan debu Karhutla di sejumlah titik. Maka, komentar kembali dilontarkan. "Saya ingatkan lagi, sanksi hukum bagi pelaku pembakar lahan bisa bekerjasama dengan Satgas Karhutla Kabupaten Ketapang. Untuk mencegah dampak kebakaran yang merugikan banyak pihak," katanya.

Pasi Ops Kodim 1203/Ktp Kapten Inf Andri Fitri menambahkan, pemadaman masih terus berlangsung. Anggota Satgas berupaya memadamkan titik api di beberapa lokasi. ( Muhammad Fauzi/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Gadis SMP Nikah Pesanan dengan Lelaki Tiongkok

MEMPAWAH-Penjualan gadis bawah umur untuk pengantin pesanan lelaki Tiongkok, belum…

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*