UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 17 September 2019 06:43
Kabut Makin Pekat, Dinkes Sediakan 7 Rumah Oksigen

PONTIANAK-Kondisi udara di Kota Pontianak berdasarkan informasi konsentrasi Partikulat (Pm10) BMKG Pontianak, pada Senin sore masuk kategori Berbahaya. Melihat kondisi ini, Pemerintah langsung melakukan antisipasi penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut dengan menempatkan rumah oksigen di enam Puskesmas dan satu rumah oksigen di Dinas Kesehatan Pontianak.

“Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat kondisi udara sore tadi (kemarin) tampak pekat. Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Kesehatan langsung mengambil sikap dengan menempatkan rumah oksigen di tujuh titik. Enam diantaranya di Puskesmas,” kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, kepada Pontianak Post, Senin malam.

Rumah oksigen yang dibuat itu berada di Puskesmas Kampung Dalam, Puskesmas Alianyang, Puskesmas Kampung Bangka, Puskesmas Siantan Hilir, Puskemas Gang Sehat dan Puskesmas Perum I. Satu tambahan rumah oksigen ada di Dinkes.

Di rumah oksigen itu lanjut dia, melayani masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan akibat ISPA. Itu dilakukan sebagai upaya penanganan penyakit ISPA dengan cepat.

Dari informasi Kadis Kesehatan Pontianak diakui telah terjadi peningkatan kasus ISPA di Kota Pontianak. Mudah-mudahan dengan adanya rumah oksigen dapat membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan.

Rencananya, Wali Kota Pontianak besok (Selasa) akan turun meninjau rumah oksigen ini. Selain penggunaan masker. ISPA bisa dicegah dengan meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.

Perbanyak minum air putih hangat dan mengkonsumsi makanan bergizi mesti dilakukan. Konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh. “Masyarakat kalau tidak penting penting benar ada baiknya tidak keluar malam,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyebut, ada tujuh lokasi yang ditunjuk sebagai rumah oksigen, yakni Dinkes Kota Pontianak, Puskesmas Gang Sehat, Puskesmas Alianyang, Puskesmas Perumnas I, Puskesmas Kampung Dalam dan Puskesmas Siantan Hilir. Ia menerangkan, tujuan rumah oksigen ini adalah sebagai pertolongan pertama apabila ada warga yang mengalami sesak nafas. Rumah oksigen itu disediakan Nebulizer. “Bilamana ada yang mengalami sesak nafas yang diakibatkan asma dampak dari asap, silakan dibawa ke rumah oksigen yang ada di layanan kesehatan yang ditunjuk tersebut,” jelasnya.

Apabila kondisi pasien semakin parah sesak nafasnya, lanjut Sidiq, maka segera dibawa fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau rumah sakit terdekat. “Jadi rumah oksigen itu disediakan sebagai pertolongan pertama,” tuturnya.

Dijelaskan Sidiq, untuk Puskesmas Siantan Hilir memang sudah melayani 24 jam, kemudian di Dinkes Kota Pontianak stand by tenaga kesehatan layanan 118 (nomor telepon layanan ambulan) sebanyak dua petugas. Khusus untuk hari ini, diakuinya ada beberapa Puskesmas yang menyediakan fasilitas persalinan juga ditugaskan untuk siaga dalam melayani pasien yang terpapar akibat asap. Namun untuk Puskesmas di Kampung Bangka dan di Perumnas I memang belum bisa optimal karena keterbatasan tenaga. “Mungkin besok baru bisa kita minta bantuan dari Poltekkes dan Fakultas Kedokteran Untan untuk membantu petugas medis kita,” ungkap Sidiq.

Menurutnya, kalau melihat kondisi udara terkini memang sudah dalam kondisi tidak sehat. Untuk itu pihaknya mengantisipasi bilamana kondisi tersebut terus berlanjut. Sebab dikuatirkan tidak turun hujan. Kalau kondisi ini berlangsung lama, dipastikan kesehatan masyarakat akan terdampak. “Kita semua berdoa mudah-mudahan segera turun hujan agar kondisi udara di Pontianak berangsur normal kembali,” pungkasnya.(iza)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 31 Januari 2023 12:02

Bekantan Jadi Target Perburuan dan Dijual ke Vietnam, Keberadaannya Kian Terancam

Kalimantan menyimpan banyak kekayaan keanekaragaman hayati, salah satunya adalah Bekantan…

Selasa, 31 Januari 2023 11:59

Wacana Kenaikan ONH Tak Populer, Jemaah Haji Kalbar Terancam Tak Berangkat

Wacana kenaikan Ongkos Naik Haji(ONH) menjadi perbincangan hangat belakangan ini.…

Senin, 23 Januari 2023 10:01

Karhutla Diprediksi Meningkat Tahun Ini, Termasuk di Kalbar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan, sejak tiga…

Senin, 23 Januari 2023 09:58

Pemerintah Diminta Bantu Jaga Hutan Lindung Kio Kantang dari Aktivitas Ilegal

Masyarakat disekitar pusat Kota Bengkayang tengah menjaga ketat kawasan hutan…

Senin, 23 Januari 2023 09:56

Sungai Kapuas Kering, Warga Bantaran Kapuas Dulang Emas

 Musim kemarau menjadi berkah sendiri bagi warga bantaran Sungai Kapuas,…

Kamis, 12 Januari 2023 10:10

Perajin Mei Hua Kebanjiran Orderan Jelang Tahun Baru Imlek

Pohon mei hua merupakan simbol ketahanan dan ketekunan dalam menghadapi…

Kamis, 12 Januari 2023 10:09

Mulai Makan Korban...!! Gara-gara Lato-Lato Mata Bocah di Kalbar Dioperasi

 Lato-lato makan korban. Di Sungai Raya, bola mata seorang anak…

Kamis, 12 Januari 2023 10:00
Kaltim Pendapatan Nomor 1, Belanjanya Zona Merah

Kalbar Raih Pendapatan Peringkat Empat, Belanja Peringkat Tiga Nasional

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) sukses menduduki peringkat lima…

Kamis, 12 Januari 2023 09:56

Pelarangan Ekspor Bauksit Mentah Bisa Tingkatkan PAD Kalbar

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji optimis kebijakan pemerintah melakukan pelarangan ekspor…

Kamis, 05 Januari 2023 12:59

Gubernur Kalbar Minta OPD Kebut Pekerjaan, Dorong Proyek Dikerjakan Sejak Awal Tahun

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji seluruh kepala perangkat daerah di…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers