UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 16 September 2019 14:26
Asap Bikin Ekonomi Kalbar Sesak Napas

Asap Mulai Melumpuhkan, Belasan Penerbangan di-Cancel

ASAP TEBAL. Suasana kabut asap yang tebal di kawasan Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu (15/9) siang. Djunaini KS-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Ahad (15/9), akhirnya apa yang dikhawatirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terwujud juga. Penerb angan dari dan ke Bandara Internasional Supadio pagi hingga sore sempat lumpuh. Setelah pukul 18.00 WIB, pesawat baru landing dan take off.

Diberitakan Rakyat Kalbar, jarak pandang yang pendek penyebabnya. Asap pekat menyelimuti landasan pacu. Pelaksana tugas (Plt) Officer in Charge (OIC) Bandara Internasional Supadio, Didi Herdiansyah, mengatakan dari pagi hingga pukul 12:05 WIB saja setidaknya 15 penerbangan yang terdampak akibat kabut asap. Sepuluh keberangkatan dan lima kedatangan delay.

Akibatnya, delapan penerbangan keberangkatan terpaksa ditunda, bahkan dua pesawat keberangkatan terpaksa dibatalkan. "Sedangkan empat pesawat kedatangan dialihkan ke bandara lain, dan satu kembali ke bandara asal, tidak bisa mendarat karena jarak pandang yang buruk," jelas Didi.

Rakyat Kalbar yang sejak pagi memantau layar monitor ruang OIC Bandara Supadio, jarak pandang runway pada Minggu pagi hingga siang kemarin hanya berkisar antara 500-700 meter saja. Jarak pandang memang fluktuatif, naik turun. Bergantung angin berembus. Jika angin kencang, jarak pandang cenderung membaik. Begitu angin diam asap kembali pekat.

Didi menjelaskan, standar jarak pandang penerbangan minimal di angka 1000 meter. Walaupun pda kisaran 800 meter penerbangan masih bisa dilakukan. "Tapi tergantung maskapai dan pilotnya," ungkapnya.   

Sekitar pukul 15.00 WIB, jarak pandang di runway Bandara Supadio berangsur membaik menjelang petang. Kepekatan asap perlahan menipis. Barulah otoritas Bandara update pada pukul 16.00 WIB. Total jadwal keberangkatan di Bandara Supadio kemarin 25 maskapai.

"Yang berangkat di-cancel ada 19 penerbangan, delay enam, (pesawat) kedatangan ada 18 yang cancel, yang delay 7, itu termasuk lima drivet (dialihkan ke bandara terdekat), hari ini yang paling parah,” beber Andri Pelani, juga Plt, OIC Bandara Internasional Supadio.

 “Sebelumnya pernah delay, tetapi hanya beberapa menit saja," tuturnya menarik nafas, dan menyambung, "Untuk jarak pandang hingga pukul 15.32 WIB di runway 15, sudah mencapai 2300 meter, dan runway 33 jarak pandang sudah di angka 2400 meter". Dengan kondisi jarak pandang kembali normal, semua aktivitas penerbangan di Bandara pun kembali normal.

Ranti, penumpang tujuan Jakarta, kesal dengan kondisi cuaca akibat ulah manusia tersebut. Gegara asap, ia batal terbang ke Jakarta. Padahal, ia punya agenda penting. Yang menyangkut karirnya. "Saya hari ini harusnya mengikuti training di Jakarta. Tapi batal. Karena pesawat tak bisa terbang, akibat asap ini," sesalnya.

Pesawatnya dijadwalkan take off pukul 11.30 WIB, yang saat itu jarak pandang hanya 500 meter. Lantas cancel atau batal.  Akibatnya, Ranti menganggap pemerintah lamban menangani Karhutla sehingga kebakaran meluas. Asap semakin tebal dan akhirnya mengganggu penerbangan.  "Tiap tahun selalu begitu, pemerintah lamban menanganinya," pungkasnya.

Presiden saat kunjungan kerja ke Pontianak meminta Gubernur Sutarmidji cepat menangani Karhutla jangan sampai ganggu penerbangan dan perekonomian. Namun cuaca dan fenomena alam tak berpihak kepada Kalbar.

"Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, jangan sampai kebakaran lahan menggangu aktivitas ekonomi dan penerbangan," kata Jokowi diwawancarai wartawan usai membagikan sertifikat tanah di rumah Radank, Pontianak, belum lama ini. 

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memang memicu kabut asap pekat di Kalbar. Yang berdampak luar biasa terhadap semua sektor. Utamanya perekonomian. Aktivitas ekonomi Kalbar kini mulai "sesak nafas" akibat bencana yang telah menjadi “tradisi” karena tak kunjung bisa diatasi. Meski pucuk pimpinan pemerintahan daerah telah berganti.

 “Kalau dari sisi kesehatan, tentu ini sudah pasti dirasakan oleh masyarakat akibat kabut ini, sama halnya dengan kegiatan perekonomian yang juga ikut terpengaruh,” tutur pengamat ekonomi dari Universitas Tanjungpura (Untan), M. Fahmi, Minggu (16/9).

Sektor ekonomi yang paling merasakan dampak kabut asap, yakni usaha jasa transportasi, khususnya di udara atau penerbangan. Banyak pesawat terlambat bahkan urung terbang lantaran minimnya jarak pandang. Wajar saja, sebab Maskapai tak mau ambil risiko. "Cancel-nya penerbangan dampaknya berantai, tentu keinginan orang untuk berkunjung ke Kalbar menjadi terhambat, apalagi mereka yang sudah membuat janji harus batal, belum lagi tamu yang sudah memesan kamar hotel, tentu akan batal pula,” tuturnya.

Gagal terbang juga berpengaruh pada sektor pariwisata yang ikut memicu merosotnya pendapatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kalbar. “Sebab kita tahu bahwa pariwisata ini juga men-trigger (memicu,red) pertumbuhan ekonomi khususnya UMKM, kunjungan berkurang hal-hal demikian tentu sangat berdampak besar bagi pelaku UMKM,” jelas Fahmi.

Belum lagi, sambung dia, dari sisi usaha kargo yang juga bakal terhambat. Jasa pengiriman barang bisa mandek karena pesawat kesulitan terbang. Fahmi pun berharap pemerintah segera memikirkan secara detil solusi terhadap penanganan kabut asap ini. Langkah serta regulasi bersifat taktis dan parsial dibutuhkan untuk menyudahi polemik kabut tersebut.

 “Sampai ke punishment bagi yang punya lahan, yang kaitannya dengan tanggung jawab dan menjadi kesalahan mereka, sebab menurut penelitian hampir 90 persen lahan terbakar bukan terjadi secara alami,” bebernya.

Imbuh Fahmi, “Untuk itu perlu treatment-treatment yang dilakukan, seperti pencegahan, bukan hanya tindakan hukum, sebab ini kejadiannya berulang setiap tahun, tentu ini jadi perhatian serius untuk melakukan solusi-komperehensif di semua sisi”.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalbar, Andreas Acui Simanjaya, sepemahaman dengan Fahmi. Akibat kabut asap tersebut, sangat berdampak pada semua aktivitas masyarakat. Tak terkecuali bagi pelaku usaha.   “Jelas sangat berdampak sebab berbagai aktivitas jadi terhambat, termasuk perekonomian,” jelasnya.

Senada, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Kalbar, Nugroho Henray Eka Saputra. Ia juga menyebut kejadian kabut asap membuat pesawat banyak yang membatalkan penerbangan.

“Tentu dengan cancel ini menyebabkan kerugian bagi penumpang,” terang pengusaha travel itu.

Kata dia, kondisi seperti ini tentu menggerus keinginan orang yang hendak berpergian dan berwisata menjadi turun, sehingga penjualan tour and travel juga merosot baik yang menuju atau dari Kalbar.

 “Harapannya pemerintah harus mencari solusi mengenai asap ini secara permanen. Sehingga kejadian ini tidak terulang terus tiap tahun,” pungkasnya. (abd/ova) *

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Gadis SMP Nikah Pesanan dengan Lelaki Tiongkok

MEMPAWAH-Penjualan gadis bawah umur untuk pengantin pesanan lelaki Tiongkok, belum…

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*