UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 16 September 2019 11:59
Ketapang Dikepung Kabut Asap, Ribuan Warga Salat Minta Hujan
SALAT ISTISQA. Ribuan masyarakat Ketapang melakukan shalat Istisqa di Masjid Al Ikhlas sebagai bentuk ikhtiar meminta hujan. Uzi/RK

PROKAL.CO, KETAPANG-. Sebagai langkah ikhtiar untuk mengakhiri musim kemarau panjang yang saat ini terjadi hingga berdampak kepada kabut asap, ribuan masyarakat Kabupaten Ketapang melakukan Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Minggu (15/9) pagi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Ustadz Faisal Maksum mengatakan, Salat Istisqa yang dilaksanakan bertujuan untuk meminta kepada Allah SWT agar dapat menurukan hujan yang saat ini dinanti-nanti masyarakat. Terlebih beberapa lokasi kebakaran yang saat ini sulit dijangkau oleh petugas pemadam hanya dapat dipadamkan melalui hujan.

"Karena asap sudah terlalu kuat pekatnya, kita berharap segera diturunkan hujan," harapnya saat menjadi Imam Salat Istisqa, Minggu (15/9). Ia melanjutkan, doa merupakan senjata bagi orang mukmin, untuk itu ia mengajak seluruh kompenen masyarakat agar bisa bersama-sama berdoa kepada Allah untuk dapat mengabulkan doa agar segera diturunkan hujan.

"Insyallah Allah akan menjabah doa kita semua," pintanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ketapang, Suprapto mengaku upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah dilakukan pihaknya bersama dengan pihak terkait selama kurang lebih dua bulan lamanya, baik melalui pemadaman lewat udara hingga darat.

Untuk itu, selain upaya pemadaman yang terus dilakukan, pihaknya berikhtiar dengan melakukan Salat Istisqa untuk meminta kepada Allah agar dapat segera menurunkan hujan seperti harapan seluruh masyarakat dalam upaya penanggulangan Karhutla.

"Saat ini status tanggap darurat belum kita tentutkan, kita masih melakukan evaluasi dan ke depan kalau memang kondisi tidak memungkinkan dan harus ditetapkan status tanggap darurat maka kita akan segera lakukan itu," terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya pada APBD Perubahan telah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp200 juta sehingga total anggaran yang sudah dialokasikan seluruhnya mencapai Rp500 juta.

"Semoga dengan dana ini cukup menanggulangi kesulitan dana yang kita alami dalam rangka oprasional di lapangan," katanya.

Ia mengaku, mendukung langka penegak hukum termasuk Polda Kalbar dalam melakukan penyegelan perusahaan sebagai upaya shock terapi terhadap perusahaan yang selama ini terkesan mengabaikan kewajiban perusaahan kaitan dengan masalah pemeliharaan wilayah bersangkutan.

Hingga saat ini sudah beberapa perusahaan yang dilakukan penyegelan, langkah ini dikalangan masyarakat menjadi langkah tepat yang dilakukan aparat hukum.

"Kami sangat mendukung langkah aparat hukum, ini yang kami harapkan. Jangan sampai ada anggapan hukum ini tebang pilih, kita harapkan ada sanksi tegas bagi pihak perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara disengaja, jangan hanya penyegelan lokasi perkebunan mereka," jelas warga Ketapang Joko.

ISPA Mengintai

Sementara itu, kondisi kabut asap di Kabupaten Ketapang tidak menunjukan perubahan. Hal ini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, terlebih beberapa waktu lalu Dinas Perkim LH menyatakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masuk katagori Sangat Tidak Sehat. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian serius pihak pemerintahan setempat dan aparat penegak hukum.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang dari laporan seluruh Puskesmas, tanggal 13 September 2019 tercatat sebanyak 152 orang penderita ISPA.

"Sampai tanggal 13 September pukul 14.00 Wib tercatat 152 orang penderita ISPA di Ketapang. Data itu berdasarkan laporan harian seluruh Puskesmas," terang Kepala Dinkes melalui Kasi Penyehatan Lingkungan dan Kesja, Nuhdi Arfarisy, Sabtu (14/9).

Menurut Nuhdi, jumlah penderita ISPA tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah. Karena dari seluruh Puskesmas di Ketapang sebagian masih ada yang belum menyampaikan laporan ke Dinkes.

"152 orang itu belum termasuk laporan dari Puskesmas Nanga Tayap, Pesaguan, Hulu Sungai dan Simpang Dua. Kemungkinan jumlahnya akan bertambah," kata Nuhdi.

Dia menyebutkan, sebagai upaya pencegahan ISPA, Dinkes telah menyiapkan 750 Box masker untuk dibagikan ke masyarakat. Kemudian sudah mengusulkan juga ke Dinkes Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 1000 Box.

"Info dari Kasi Kefarmasian Dinkes, saat ini sudah menyiapkan masker 750 Box atau 37.500 lembar untuk dibagikan ke masyarakat Ketapang sebagai upaya pencegahan ISPA," ucapnya.

Seiring sudah adanya masyarakat Ketapang terkena ISPA akibat kabut asap, ia menghimbau agar mengurangi aktivitas diluar rumah, serta menggunakan masker ketika ada aktivitas diluar. Ia pun tidak menyarankan untuk membawa anak - anak dibawah umur untuk bepergian keluar rumah, mengingat kondisi udara yang saat ini sangat tidak sehat.

"Yang terpenting juga, apabila merasa sesak nafas, infeksi iritasi pada hidung, tenggorokan dan mata agar segera ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan," pinyanya. (uzi)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers