UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 16 September 2019 11:58
Karhutla di Perusahaan Malaysia Belum Padam

300 Hektar Lahan Gambut Terbakar

PADAMKAN API. Satgas Gabungan Karhutla saat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya di lahan gambut perkebunan sawit masyarakat di Desa Belongsat. (Syaparudi For RK)

“Menteri LHK mengatakan 4 perusahaan dari negera Malaysia dan Singapura itu yakni PT Hutan Ketapang Industri asal Singapura di Ketapang, PT Sime Indo Agro asal Malaysia di Sanggau, PT Sukses Karya Sawit asal Malaysia di ketapang, dan PT Rafi Kamajaya Abadi di Melawi ini yang disegel. Itu yang di Kalbar. Jadi Pemerintah Malaysia protes ke Indonesia mengatakan kita yang menyebabkan kabut asap. Padahal perusahaan Malaysia yang berada di Indonesia yang memproduksi asap itu,” kata Syaparuddin.

Lahan gambut yang baru-baru ini terbakar, kata Syaparuddin, terjadi di Desa Batu Banta dan Belongsat. Yakni lahan plasma masyarakat di wilayah PT SDK.

“Kebakaran di Batu Nanta itu luasnya sekitar 1,5 haktar saja, terjadi 3 hari yang Lalu, dan saat hujan turun kemarin api ya sudah padam. Kemudian kemarin di Belongsat, cukup luas kebakarannya dan belum bisa diperkirakan berapa haktar. Saat ini Satgas Gabungan Karhutla masih stanby di sana untuk memadamkan api,” paparnya.

Syafaruddin mengatakan, Satgas Gabungan Karhutla yang di SK kan sejak Maret lalu, sudah semaksimal mungkin menjalankan tugas. Namun, karena kasus kebakaran yang sangat banyak, merasa cukup kewalahan.

“Di luar ada nada sumbang yang mengatakan kami tidak bekerja maksimal. Bukan kami tidak bekerja maksimal, kami sudah bekerja keras, namun karena banyaknya kebakaran yang terjadi tahun ini, terlebih di lahan gambut, membuat kami jadi kewalahan. Namun begitu kami masih tetap menjalankan tugas dengan maksimal,” pungkasnya. (Ira)

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 Februari 2021 12:40

Kebakaran Lahan Gambut di Pontianak Meluas

Kebakaran lahan gambut terjadi di sejumlah titik di Kota Pontianak.…

Rabu, 24 Februari 2021 12:35

Kontraktor, Pemilik Perusahaan sampai Pegawai Bank Masuk Penjara

PENYIDIK Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali menahan enam orang tersangka dalam…

Rabu, 24 Februari 2021 12:32

Zona Oranye, Sekolah Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

 Zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar kembali mengalami…

Senin, 22 Februari 2021 10:03

Fokus Cari Korban Feri Tenggelam

 Tim gabungan sudah turun ke lokasi tempat tenggelamnya kapal feri…

Minggu, 21 Februari 2021 13:59
Kecelakaan KMP Bili di Dermaga Perigi Piai, Lompat ke Air Sebelum Kapal Terbalik

40 Motor, 2 Mobil dan 11 Truk Ikut Tenggelam Bersama KMP Bili

 Kapal feri penyeberangan KMP. Bili terguling di Dermaga Perigi Piai,…

Kamis, 18 Februari 2021 13:43

GEGER..!! Tiga Terduga Teroris Diamankan di Kalbar

 Tiga terduga teroris diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes…

Senin, 15 Februari 2021 13:23
Pembakaran Mobil Patroli yang Diduga Dilakukan Pelaku Ilegal Logging

Barang Bukti Sudah Ditangan Polisi, Libatkan Dirjen Gakkum KLHK

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Adi Yani memastikan…

Senin, 15 Februari 2021 13:20

Pembakaran Mobil yang Diduga Dilakukan Pelaku Ilegal Logging, Ini Tanggapan Gubernur Kalbar

Pengusutan kasus terbakarnya mobil UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas…

Senin, 15 Februari 2021 09:16

Sudah Sebulan Berlalu Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Bekas Kepala Imigrasi Entikong Belum Ada Tersangka

 Genap sebulan sudah kasus dugaan perkosaan yang dilakukan eks kepala…

Senin, 15 Februari 2021 09:10
Pemilik Kayu Diduga Oknum Aparat

Makin Ganas..!! Pelaku Ilegal Logging Bakar Mobil Patroli Petugas

 Sebuah mobil dinas milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers