UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 16 September 2019 11:58
Karhutla di Perusahaan Malaysia Belum Padam

300 Hektar Lahan Gambut Terbakar

PADAMKAN API. Satgas Gabungan Karhutla saat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya di lahan gambut perkebunan sawit masyarakat di Desa Belongsat. (Syaparudi For RK)

PROKAL.CO, MELAWI- Satuan Tugas Gabungan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Melawi masih terus bekerja keras memadamkan api di lahan gambut. Seperti yang terjadi di PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA) dan lahan perkebunan sawit masyarakat di wilayah SDK, tepatnya di Belongsat dan Batu Nanta Kecamatan Belimbing.

Dilansir Rakyat Kalbar, Kepala BPBD Melawi, Syaparuddin, Minggu (15/9) mengatakan, hingga kini kebakaran lahan gambut di perkebunan PT RKA di daerah Sepantonak belum juga bisa dipadamkan. Meskipun pihak BPBD telah meminta pihak Badan Nasional Penanggunalangan Bencana (BNPB) menyiram menggunakan heli kopter Water Bombing selama beberapa kali.

“Sudah dua mingguan kebakaran lahan gambut, di daerah lahan perkebunan kelapa sawit PT RKA mengalami kebakaran. Sulit untuk dipadamkan karena lahan gambut. Sebelumnya itu ada di dua titik, yakni di Dusun Tapang Ria dan Desa Tengkajau dan Desa Sepantonak. Namun yang di Desa Tengkajau sudah padam, yang di Sepantonak yang belum padam,” terangnya.

Syaparuddin mengatakan, kebakaran lahan gambut PT RKA berkisar 300 haktar lebih. Akibat kebakaran itu ratusan haktar lahan masyarakat juga ikut terbakar.

“Kebakaran di lahan gambut inikan merambat, sehingga menjalar ke lokasi lahan di sekitarnya. Ini yang membuat asap semakin banyak,” paparnya.

Syaparuddin mengatakan, PT RKA merupakan salah satu perusahaan dari Malaysia yang menjadi penyebab kabut asap atau sebagai penyumbang asap. Sebagaimana yang disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, ada lima perusahaan asing asal Singapura dan Malaysia disegel karena penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 4 perusahaan berlokasi di Kalimantan Barat (Kalbar), sementara 1 perusahaan di Riau.

“Menteri LHK mengatakan 4 perusahaan dari negera Malaysia dan Singapura itu yakni PT Hutan Ketapang Industri asal Singapura di Ketapang, PT Sime Indo Agro asal Malaysia di Sanggau, PT Sukses Karya Sawit asal Malaysia di ketapang, dan PT Rafi Kamajaya Abadi di Melawi ini yang disegel. Itu yang di Kalbar. Jadi Pemerintah Malaysia protes ke Indonesia mengatakan kita yang menyebabkan kabut asap. Padahal perusahaan Malaysia yang berada di Indonesia yang memproduksi asap itu,” kata Syaparuddin.

Lahan gambut yang baru-baru ini terbakar, kata Syaparuddin, terjadi di Desa Batu Banta dan Belongsat. Yakni lahan plasma masyarakat di wilayah PT SDK.

“Kebakaran di Batu Nanta itu luasnya sekitar 1,5 haktar saja, terjadi 3 hari yang Lalu, dan saat hujan turun kemarin api ya sudah padam. Kemudian kemarin di Belongsat, cukup luas kebakarannya dan belum bisa diperkirakan berapa haktar. Saat ini Satgas Gabungan Karhutla masih stanby di sana untuk memadamkan api,” paparnya.

Syafaruddin mengatakan, Satgas Gabungan Karhutla yang di SK kan sejak Maret lalu, sudah semaksimal mungkin menjalankan tugas. Namun, karena kasus kebakaran yang sangat banyak, merasa cukup kewalahan.

“Di luar ada nada sumbang yang mengatakan kami tidak bekerja maksimal. Bukan kami tidak bekerja maksimal, kami sudah bekerja keras, namun karena banyaknya kebakaran yang terjadi tahun ini, terlebih di lahan gambut, membuat kami jadi kewalahan. Namun begitu kami masih tetap menjalankan tugas dengan maksimal,” pungkasnya. (Ira)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…

Senin, 14 Oktober 2019 12:55

Plisss..!! Jangan Terpancing Kampanye SARA

PUTUSSIBAU- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, salah satunya bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*