UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 16 September 2019 00:58
Desa Temajuk, Terisolasi Sejak Berdiri, Orang Sakit Paling Menderita, Kini Mulai Menggeliat
BANGUN PERBATASAN: Seorang warga mengendarai sepeda motor di jalan beraspal menuju Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas, Sabtu (31/8). Pemerintah secara bertahap membangun jalan di sepanjang perbatasan untuk membuka keterisolasian wilayah. HARYADI | PONTIANAKPOST.CO.ID

Orang Sakit Paling Menderita

Keterisolasian tidak hanya berimbas pada sisi ekonomi tetapi juga kesehatan. Juraini (55) tak akan lupa masa-masa awal menjadi bidan di Desa Temajuk pada 1996 silam. Waktu itu nama Temajuk sama sekali belum dikenalnya. Bahkan sangat sedikit orang yang tahu lokasi desa ini. “Istilah orang-orang dulu, Temajuk itu hutan. Penduduknya hanya seratusan orang dan desanya belum dialiri listrik,” ujarnya.

Juraini pertama kali tiba di desa ini dengan menumpang kapal kecil. Inilah akses utama menuju ke Temajuk. Jika ingin ke desa ini harus menyewa atau menumpang kapal nelayan. Kondisi warga saat itu sungguh memprihatinkan. Puskesmas saja belum ada. Begitu pula petugas kesehatan. “Kalau ada yang sakit, paling diobati dukun kampung,” kenang Juraini saat ditemui di kediamannya, Sabtu (31/8).

Tak adanya akses jalan menyulitkan Juraini bila sewaktu-waktu ada pasien gawat darurat atau ibu hamil yang hendak melahirkan. “Kadang kan ada yang plasentanya menyangkut sehingga dibutuhkan tindakan operasi,” katanya.
Tidak jarang juga Juraini terpaksa membawa pasien ke kecamatan melalui jalur laut dengan menumpang kapal nelayan. Dia ingat betul kejadian beberapa tahun silam. Saat itu hari mulai gelap. Angin laut berembus kencang. Ombak bergulung-gulung menuju pantai. Di sebuah rumah, Masrah sedang mengerang kesakitan. Warga Desa Temajuk itu hendak melahirkan. “Posisi janinnya melintang,” ujar Juraini.

Dia kesulitan menangani persalinan Masrah karena tak punya cukup peralatan. Juraini lantas meminta Sumardi membawa Masrah ke puskesmas Desa Liku di malam itu juga. Itulah satu-satunya puskesmas di Kecamatan Paloh.
Sumardi, suami Masrah, panik. Saat itu, di luar cuaca sedang buruk. Angin kencang disertai ombak besar. Tak ada jalan, apalagi ambulans. Masrah harus segera dibawa ke puskesmas yang jaraknya sekitar 90 kilometer atau tiga jam perjalanan melewati bibir pantai. Satu-satunya kendaraan yang bisa digunakan hanyalah sepeda motor. Tapi medannya akan sangat berat. “Jika menggunakan motor, bisa-bisa membahayakan istri saya,” ujarnya, mengingat kejadian beberapa tahun lalu itu.

Tidak mau mengambil risiko, Sumardi akhirnya memutuskan memilih jalur laut, meski waktu tempuhnya tiga jam lebih lama ketimbang lewat darat. “Tapi ini lebih aman,” tambah lelaki 38 tahun ini.
Para tetangga pun bergegas menyiapkan perahu motor bermesin 40 PK milik salah seorang warga. Mengingat kondisi darurat dan harus cepat, warga menambah lagi kecepatan mesin perahu menjadi 200 PK. Waktu tempuh bisa dipersingkat hingga dua jam.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 Februari 2021 12:40

Kebakaran Lahan Gambut di Pontianak Meluas

Kebakaran lahan gambut terjadi di sejumlah titik di Kota Pontianak.…

Rabu, 24 Februari 2021 12:35

Kontraktor, Pemilik Perusahaan sampai Pegawai Bank Masuk Penjara

PENYIDIK Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali menahan enam orang tersangka dalam…

Rabu, 24 Februari 2021 12:32

Zona Oranye, Sekolah Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

 Zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar kembali mengalami…

Senin, 22 Februari 2021 10:03

Fokus Cari Korban Feri Tenggelam

 Tim gabungan sudah turun ke lokasi tempat tenggelamnya kapal feri…

Minggu, 21 Februari 2021 13:59
Kecelakaan KMP Bili di Dermaga Perigi Piai, Lompat ke Air Sebelum Kapal Terbalik

40 Motor, 2 Mobil dan 11 Truk Ikut Tenggelam Bersama KMP Bili

 Kapal feri penyeberangan KMP. Bili terguling di Dermaga Perigi Piai,…

Kamis, 18 Februari 2021 13:43

GEGER..!! Tiga Terduga Teroris Diamankan di Kalbar

 Tiga terduga teroris diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes…

Senin, 15 Februari 2021 13:23
Pembakaran Mobil Patroli yang Diduga Dilakukan Pelaku Ilegal Logging

Barang Bukti Sudah Ditangan Polisi, Libatkan Dirjen Gakkum KLHK

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Adi Yani memastikan…

Senin, 15 Februari 2021 13:20

Pembakaran Mobil yang Diduga Dilakukan Pelaku Ilegal Logging, Ini Tanggapan Gubernur Kalbar

Pengusutan kasus terbakarnya mobil UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas…

Senin, 15 Februari 2021 09:16

Sudah Sebulan Berlalu Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Bekas Kepala Imigrasi Entikong Belum Ada Tersangka

 Genap sebulan sudah kasus dugaan perkosaan yang dilakukan eks kepala…

Senin, 15 Februari 2021 09:10
Pemilik Kayu Diduga Oknum Aparat

Makin Ganas..!! Pelaku Ilegal Logging Bakar Mobil Patroli Petugas

 Sebuah mobil dinas milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers