UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 11 September 2019 12:01
Korporasi yang Lahan Konsesinya Terbakar, Midji: Jangan Marah-Marah ke Gubernur

Kewenangan Meliburkan Diserahkan ke Daerah

Sutarmidji

PROKAL.CO, PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, dirinya belum memiliki kewenangan cukup kuat untuk menindak korporasi yang lahan konsesinya terbakar. Untuk itu Peraturan Gubernur (Pergub) yang ada harus secepatnya diubah menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Itu dikarenakan izin konsesi seluruhnya dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Dengan demikian yang harusnya berwenang memberikan sanksi adalah bupati bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Gubernur dikatakan dia tidak memiliki wewenang untuk memberikan sanksi.

 "Jadi jangan marah sama gubernur, nah mengambil tindakan pun sebatas pada apa dasarnya?," ungkapnya usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kalbar, Selasa (10/9).

Melihat kondisi itu, beberapa waktu lalu ia mengaku terpaksa mengeluarkan Pergub Nomor 39 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Berjalannya waktu, ternyata dasar hukum dari Pergub tersebut dinilai belum cukup kuat. Maka dari itu perlu dikuatkan dalam bentuk Perda dan pihaknya akan segera membahasnya bersama legislatif.

"Kami akan cabut (Pergub), (Perda) itu memberikan dasar hukum dari kewenangan gubernur nanti," jelas Midji sapaan akrabnya.

Dengan adanya Perda itu ia memastikan Pemprov bakal lebih mudah memberikan sanksi tegas. Bahkan bisa sampai pada pengusulan pencabutan izin. Ditambah dalam aturan di Perda itu bakal mencantumkan, bahwa biaya pemadaman api di lahan milik perusahaan akan dibebankan pada perusahaan yang bersangkutan.

Sampai saat ini, orang nomor satu di Kalbar itu menyebut sudah ada 103 perusahaan baik perkebunan maupun kehutanan yang diberikan peringatan oleh Pemprov Kalbar. Dari ratusan tersebut ada 17 perusahaan yang sudah disegel. "Nah hari ini (kemarin) juga Pak Kapolda akan menyampaikan rilis tentang penanganan. Kami tangani," katanya.  

Meski kabut asap yang terjadi cukup pekat, Midji bersyukur penerbangan dari dan ke Kota Pontianak belum terganggu. Hal itu hanya terjadi di beberapa daerah di kabupaten. Maka dari itu, ia mengingatkan kepala daerah (bupati) yang wilayahnya menjadi penyumbang titik panas (hotspot) mengambil tindakan tegas. 

"Yang banyak titik api itu bupatinya harus tegas. Ketapang dengan Sintang, masa kalah dengan Bu Karol (Bupati Kabupaten Landak) yang bisa nangani di Landak," ucapnya.  

Menurutnya beberapa waktu lalu, hotspot di Kabupaten Landak memang cukup tinggi. Tapi saat ini justru sudah hampir nihil. Termasuk juga di Kabupaten Mempawah dianggapnya mampu mengurangi hotspot. "Mempawah hampir tidak ada, alasannya apa? Panggil itu perusahaan yang titik apinya ada di perusahaan, kalau tidak bisa padamkan usulkan cabut izinnya, apa susah-susah," tegasnya.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu melihat, keberhasilan menangani karhutla sangat tergantung dari ketegasan bupati di daerah. Kondisi saat ini, daerah dianggap belum berani untuk mengusulkan mencabut izin konsesi perusahaan. Bahkan lebih parah lagi ada bupati yang tidak mengakui bahwa di wilayahnya terdapat banyak hotspot.

 "Kalau saya berani saya cabutnya, bukan kewenanga saya, saya tidak ada kewenangan untuk cabut-cabut itu. Kalau kewenangan saya, sudah saya cabut dari kemarin-kemarin," tambahnya.

Selain itu, Midji telah memberikan kewenangan ke daerah terkait kebijakan meliburkan pelajar akibat udara yang tidak sehat. Termasuk untuk para pelajar jenjang SMA/SMK yang kewenangannya ada di Pemprov. "Saya beri keleluasaan kepada bupati, tinggal daerahnya masing-masing, kalau memang sudah mengkhawatirkan bupati boleh meliburkan (sekolah)," pungkasnya. 

Seperti diketahui, dari pantauan satelit LAPAN dalam 24 jam terkahir masih ada sebanyak 782 hotspot yang tersebar di wilayah Provinsi Kalbar. Sementara untuk prakiraan turunnya hujan, BMKG memprediksi setelah 10 September (kemarin) hujan akan semakin jarang terjadi.

"Diperkirakan berpotensi hujan hari Senin, mulai malam hari di sebagian wilayah Kalbar. Sebagian, belum merata, dengan intensitas ringan hingga sedang," ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Supadio Pontianak Sutikno, Senin (9/9).

 Sementara untuk hari Selasa (10/9), BMKG memprakirakan masih berpotensi hujan, juga hanya di sebagian wilayah Kalbar. Terbukti pada sore kemarin, di Kota Pontianak dan sekitarnya sempat diguyur hujan dalam waktu singkat.(bar)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 00:25

Kapolda Kalbar Beri Perhatian Serius Ke Penggelola Grup Medsos

PONTIANAK—Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto memberikan…

Kamis, 27 Februari 2020 00:24

Pilkada Serentak di Depan Mata, Polda Kalbar Petakan Potensi Masalah

PONTIANAK—Tahapan Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan. Sebanyak tujuh Kabupaten…

Senin, 24 Februari 2020 10:51

Survei: Dari Unsur Kepala Daerah, Anies Capres Terkuat di 2024

Lembaga survei Indo Barometer menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan…

Senin, 24 Februari 2020 10:47

Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional

PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian…

Senin, 24 Februari 2020 10:44

750 Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar Diamankan Lantamal

PONTIANAK- Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan…

Rabu, 12 Februari 2020 12:51

Ke Singkawang dan Sambas, Gubernur Hadiri Cap Go Meh sampai ke PLBN Aruk

GUBERNUR Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaksanakan rapat kerja (raker) di Kota…

Rabu, 12 Februari 2020 12:48

Tunggu Air Surut, Keruk Lumpur Siang Malam

PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai…

Rabu, 12 Februari 2020 12:44

Korban Trafficking Usia 14 Tahun Melahirkan di Rumah Sakit Kuching

PONTIANAK – Seorang gadis 14 tahun asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat…

Minggu, 09 Februari 2020 21:53

Tak Bisa Berenang, Bocah Tenggelam di Kolam

KETAPANG – Bocah 9 tahun tenggelam di Kolam Renang Pawan…

Sabtu, 08 Februari 2020 13:06

Rapat Lintas Instansi di Kantor Staf Presiden, Gubernur Minta Jangan Buru-Buru Larang Kratom

JAKARTA – Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menghadiri rapat terkait…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers