UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 11 September 2019 11:59
Sudah 58 Warga Jadi Tersangka Kasus Karhutla
Karhutla di Kalbar.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menetapkan 58 orang warga sebagai tersangka dalam perkara kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di Kalimantan Barat. Dua diantaranya merupakan konsesi perkebunan kelapa sawit.

Diberitakan Pontianak Post, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, jumlah tersangka itu merupakan akumulasi dari 50 kasus yang ditangani di masing-masing Polres di Kalbar. “Ini seluruh Kalbar ya, kalau yang dibelakang ini penangan jajaran Polda dan Polresta,” ujar Kapolda.

Dikatakan Didi, selain 58 orang warga yang ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya juga mengungkapkan, ada tiga konsesi perkebunan kelapa sawit yang saat ini tengah dilakukan penyidikan dan penyelidikan. “Saat ini ada dua konsesi yang dusah ditetapkan sebagai tersangka. Terus ada satu lagi yang saat ini sedang penyelidikan,” kata Didi.

Meskipun begitu, Didi enggan menyebutkan nama-nama perusahan tersebut dengan alasan lupa terlebih lagi dua korporasi tersebut ditangani oleh Polres Sanggau.

Dalam penegakan hukum, kata Didi, pihaknya selalu berpedoman dengan tiga intrumen payung hukum, yakni Undang Undang Lingkungan Hidup, Undang Undang Perkebunan dan Undang Undang Kehutanan.

“Intrumen ini sudah jelas menyebutkan bahwa sanksi terendah yang dijerak kepada pelaku karhutla adalah tiga tahun penjara dengan denda Rp3 miliar dan paling tinggi 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” tegasnya.

Selain tiga instrument hukum ini, lanjut Didi, dengan dikeluarkannya peraturan gubernur yang menyatakan bahwa jika terdapat perusahaan di lahan konsesinya terbakar, baik disengaja maupun tidak, hal tersebut sangat membantu proses hukum bagi penegakan hukum di Polda Kalbar.

“Gubernur sudah menegaskan dengan pergub. Jika lalai dengan menyikapi pembakaran di wilayah perkebunan akan disegel selama tiga tahun. Kalau sengaja lina tahun. Kalau berulang akan dicabut izinnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wadirkrimsus Polda Kalbar, AKBP Sutomo mengatakan dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah ditetapkan tersangka tersebut adalah PT. SISU dan PT. SAP.

Namun, dia menegaskan meskipun dua perusahaan ini telah ditetapkan tersangka, Polda Kalbar belum bisa menetapkan siapa yang akan bertanggung jawab atas kasus ini. Pasalnya, untuk menentukan tersangka, pihaknya membutuhkan ahli korporasi.

“Jadi kita perlu ada ahli korporasi yang menjawabnya. Saya belum bisa menyebutkan nama orang, kalau nama perusahaannya itu PT. SISU dan PT. SAP di Sanggau. Kalian cari saja apa kepanjanganya,” ujarnya kepada awak media.

Selain itu, Polda Kalbar dalam waktu dekat ini akan menindak satu perusahaan perkebunan lagi. “Doakanlah sehari dua hari ini ada perusahaan yang kita lakukan penindakan,” tutupnya.

Indeks Standar Pencemaran Udara

Dalam beberapa hari belakangan, kualitas udara kota Pontianak tercatat masuk dalam kondisi yang tidak sehat. Hal itu terpantau dalam suatu alat bernama PM10 atau Partikuler Martikul di bawah 10 mikron per detik.

“Alat itu bisa mendeteksi udara setiap 30 menit perjam. Jadi itu 24 jam. Kami mengambil jaraknya 30 menit,” ungkap Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup kalbar, Aldi Yani.

Dia menjelaskan dalam kondisi udara terbagi menjadi lima kategori, yakni sehat, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya. Untuk kategori sehat rentang nilainya dari 0 sampai 50, sedang dari 50 sampai 100, tidak sehat 100 sampai 200, sangat tidak sehat 200 sampai 300, berbahaya dari 300 sampai 500.

“Namun ada beberapa wilayah di Kalbar masuk dalam rentang 300 ke atas,” ungkapnya.

Udara yang terhirup, kata dia akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Namun, keadaan yang akan dirasakan oleh tubuh tidak langsung terakumulasi saat itu juga. Dicontohkan dia yang terjadi di jepang, di mana tubuh seseorang terkontaminasi dengan zat merkuri hingga rentang waktu 25 tahun lamanya baru terdeteksi.

101 Hotspot Berada di Wilayah Konsesi

Sementara itu Florentinus Anum, kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Barat menyebutkan ada sebanyak 101 hot spot atau titik panas yang berada di lahan milik korporasi.

Jumlah hotpsot pada lahan korporasi, yakni di Kabupaten Bengkayang sebanyak empat titik panas, Kapuas Hulu sebanyak enam titik panas, dan Kayong Utara dua titik panas.

Selanjutnya Ketapang 27 titik panas, Kubu Raya lima titik panas, Landak enam titik panas, Melawi tiga titik panas, Sambas satu titik panas, Sanggau 19 titik panas, Sekadau 13 titik panas, dan Kabupaten Sintang 15 titik panas.

Menurut dia, dalam rangka penanggulangan Karhutla di Kalbar, harus diambil langkah dengan penyamaan persepsi, khususnya yang tertuang pada Pergub No. 39 tahun 2019, karena sanksi yang diberikan dapat berupa sanksi administrasi, dan hingga penundaan perizinan korporasi tersebut. (arf)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:32

PANIK..!! Lagi Rapat, Gedung DPRD Sekadau Mau Roboh, Pejabat Berhamburan Menyelamatkan Diri

SEKADAU- Mulanya biasa saja. Gedung DPRD Sekadau dipenuhi anggota dan…

Sabtu, 21 September 2019 11:04
1.061 Hotspot Terdeteksi di Ketapang

Lihat Nih..!! Ada Spiderman Bagi Masker di Sambas

KETAPANG- Bertetangga dengan Kalteng, Kabupaten Ketapang sampai hari ini masih…

Jumat, 20 September 2019 11:27

TEGAS..!! Polisi Segel Lahan di Punggur Kecil dan Sekadau Hilir

SUNGAI KAKAP-  Tak ada kepala daerah yang main-main dalam penanganan…

Jumat, 20 September 2019 11:24

SEMOGA BENAR..!! BMKG Prediksi Hari Ini Hujan

Turunnya hujan memang menjadi harapan semua pihak, untuk mengakhiri bencana…

Jumat, 20 September 2019 11:23

Gubernur Ingatkan Pemerintah Pusat Segera Tertibkan Izin Tambang

PONTIANAK-. Kalimantan Barat akan mengulangi sejarah kelam Hak Pengusahaan Hutan…

Jumat, 20 September 2019 11:20

Pantau Cuaca dan Angin, Semoga Ada Awan Biar Bisa Buat Hujan

Dalam upaya menanggulangi Karhutla akibat kemarau panjang yang kering, Pangdam XII…

Jumat, 20 September 2019 11:17

Pangdam: Bara Api Lahan Gambut Bisa Merambat

PONTIANAK- Dua hari jabatan Pangdam XII Tanjungpura diletakkan di pundaknya,…

Kamis, 19 September 2019 11:35

Dua Bulan Menghirup Asap, Tembus 6.025 Kasus ISPA

PONTIANAK-  Seorang pekerja pers di Kota Pontianak pun tutur jadi…

Kamis, 19 September 2019 11:32

Lima Perusahaan di Sintang Disegel Polisi, 10 Menyusul

SINTANG- Sudah lima lahan konsesi perusahaan di Kabupaten Sintang yang…

Kamis, 19 September 2019 11:27

Gara-Gara Asap, Kapal Nelayan Tabrakan

KUBU RAYA- Kemarau dan kekeringan panjang, yang menyebabkan Karhutla tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*