UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 10 September 2019 11:34
Plissss...!! Hujan Turunlah di Kalbar
Ria Norsan

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pekatnya kabut asap di Kota Pontianak membuat kualitas udara ditengara merosot ke tataran tidak sehat beberapa hari terakhir. Para pendidik dan penyelenggara sekolah mulai khawatir akan kesehatan anak didik mereka. Sejumlah sekolah hari ini ada yang meliburkan siswanya termasuk Perguruan Mujahidin.

"Besok, siswa Mujahidin diliburkan. Karena kabut asap," kata seorang petugas jaga sekolah Mujahidin, kepada Rakyat Kalbar, Senin (9/9). Pria paroh baya itu menyebut siswa diliburkan dua hari.

Rakyat Kalbar menulis, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pontianak, Syahdan, belum bisa dikonfirmasi terkait kebijakan meliburkan siswa. Apakah secara menyeluruh atau hanya sebatas inisiatif kebijakan masing-masing sekolah saja. Dikonfirmasi via telepon dan pesan singkat melalui WhatsApp sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban.

Seperti diberitakan sebelumnya, otoritas Siaga Karhutla melaporkan titik api berkurang drastis dibanding pekan lalu. Namun kabut asap di Kota Pontianak malah dirasakan pekat. Kondisi cuaca pun sudah tak lagi sehat. Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, mengatakan luas kebakaran lahan di wilayah Kalbar saat ini memang berangsur berkurang.

"Itu sedikit. Kemarin ada 1000. Sekarang hanya 300 lebih. Tetapi kabutnya tidak seperti ini kan? Nah, ini yang kite lagi tanda tanya. Kita lagi memantau. Apakah ini asap kiriman," ujar Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan diwawancarai usai doa bersama untuk negeri, di alun-alun Kapuas Pontianak.

Menurut mantan Bupati Mempawah dua periode itu, penanganan kebakaran lahan di wilayah Kalbar dilakukan secara maksimal. Proses pemadaman di lahan yang sulit dijangkau akses jalan darat, dilakukan lewat udara. Dengan teknik water bombing menggunakan helikopter yang biayanya puluhan juta sekali ngebom. Norsan mengatakan saat ini ada beberapa helikopter yang rusak. Dan akan segera diganti dengan yang baru. Supaya efektivitas pemadaman lewat udara terus berjalan.

"Kita sudah minta tindak lanjut dari BNPB pusat untuk segera diganti. Supaya kita bisa kerja lebih maksimal," ujarnya.

Kebakaran lahan di wilayah Kalbar tidak hanya terjadi di konsesi perkebunan dan tanaman hutan industri, tapi juga di lahan pertanian masyarakat. Bila konsesi lahan perkebunan gampang terdeteksi baik hotspot maupun luasnya, tidak mudah menghitung luas perladangan yang terbakar atau dibakar menyambut musim tanam.

Norsan menegaskan, bagi perusahaan yang terbukti lahannya terbakar pasti disanksi. "Kita sudah mengeluarkan Pergubnya," tukasnya.

Di Pergub itu, lanjut dia, tegas menyatakan perusahaan yang terbukti sengaja membakar lahan bakal dicabut izin operasionalnya selama 5 tahun. "Dan, kita akan ajukan ke Polda untuk diproses secara hukum," tegas Norsan.

Terlepas proses hukum terhadap perusahaan perkebunan, HTI, dan masyarakat peladang serta petani, ia berharap dalam sehari dua hari ini Kalbar diguyur hujan. Agar kabut asap akibat kebakaran lahan di wilayah Kalbar bisa berakhir.

"Kita hari ini berdoa bersama. Selain untuk situasi kondisi Indonesia saat ini, terutama di Papua, yang sedang menghadapi musibah. Kita juga mendoakan mudah-mudahan di seluruh wilayah Kalbar cepat diturunkan hujan. Agar kabut asapnya hilang," harapnya. (rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers