UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 10 September 2019 11:33
NGERI..!! Karhutla Nyaris Bakar RSUD dan SMP Sukadana
ilustrasi

PROKAL.CO, KAYONG UTARA- Rakyat Kalbar memberitakan, kabut asap dan ancaman api makin pambar di Selatan Kalbar. Setelah Ketapang sesak nafas dibuatnya, sejak Ahad (8/9) malam api menjalar hingga ke bangunan RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Kayong Utara, dan SMP Negeri 03, di Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara, Muhammad Oma, mengetahui Karhutla mengancam sarana kesehatan dan pendidikan serta pemukiman warga di wilayah kerjanya. “Sudah sempat padam apinya. Kita madamkan sampai subuh. Tapi ini apinya (Senin, red) kembali menyala. Mugkin bisa saja ini disebabkan angin cukup kencang sehingga api kembali menyala,” duga Oma saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin (9/9).

Manggala Agni dan BPBD memadamkan kebakaran hingga pukul 03.00 Senin dinihari. Kesulitan utama melawan api tak lain sumber air yang jauh sehingga proses pemadaman tidak dapat dilakukan dengan cepat.

Alasan sulitnya sumber air membuat Oma berkoordinasi dengan BPBD Provinsi agar melakukan water bombing. Alasan lain, lantaran kebakaran sudah mendekati aset pemerintah.

“Selain itu juga ada satu permukiman warga, Rumah Sakit, dan Sekolah. Dalam hal ini saya sudah mengimbau Direktur RSUD agar waspada,” terangnya. Ia mengkhawatirkan kondisi angin yang saat ini cukup kencang dihadapkan sulitnya menemukan sumber air. “Pada intinya kita semua sama-sama waspada. Kami hanya menjalankan tugas dan melakukan pemadaman,” kata Oma.

Nur, seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi mengaku kebakaran lahan baru kali pertama. Sebelumnya kawasan itu belum pernah terbakar. Saat kali pertama api menyala, keluarganya di dalam rumah selain susah bernafas, mata terasa perih yang sangat mengganggu.

“Mengetahui ada kebakaran, saya menghubungi BPBD agar memadamkan api. Sebab, api saat itu semakin mendekat dan asapnya sudah masuk ke dalam rumah. Mata kami semua terasa perih,” tutupnya.

KEJAR PEMBAKAR LAHAN

Sementara itu, di Kota Singkawang yang notabene minim perkebunan sawit dan hutan tanaman industri, kebakaran lahan tetap terjadi. “Singkawang saat ini sudah menangani dua perkara Karhutla. Ditambah dengan kejadian kemarin, saat ini kami memeriksa satu orang yang diduga melakukan pembakaran lahan di Sagatani. Sedangkan di Pasir Panjang kami mencari pelaku,” ujar Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, SIK,MH, Senin (9/9).

Raymond akan mengejar pembakar lahan. Kabut asap sudah pekat, otomatis penegakan hukum harus dilakukan. “Kami mengimbau kalau mengelola lahan agar tidak membakar. Silahkan gunakan cara lain tapi tidak membakar lahan,” pintanya.

Plt. Kasatreskrim Polres Singkawang, IPTU Suprihatin, menjelaskan dua Laporan Polisi (LP) dengan dua tersangka di Jalan Veteran dengan luas sekitar 7,5 hektare. Kemudian di Jl Wonosari seluas 6,6 hektare.

“Perlu kami jelaskan bahwa ada tindakan menjadi penyidikan dan akan kami sidik di Sagatani dengan luas 7 hektare,” ujarnya.

Terlapor, kata dia, diduga membakar lalu merembet ke tanaman di lahan perkebunan lainnya. Kalau di Pasir Panjang di pinggir jalan tidak terlalu luas dan api cepat padam. Dua orang saksi diperiksa karena tak jauh dari lokasi kebakaran. Suprihatin menduga, pengendara yang melintas membuang puntung rokok, lalu api menyebar.

Jajaran Polda Kalbar memang terus melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Penindakan hukum membuat 57 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus Karhutla. "Dari 59 LP," tutur Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, Senin (9/9) malam.

Dari 57 tersangka itu, dua diantaranya adalah korporasi (perusahaan). "Semuanya di wilayah Sanggau, pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran lahan," ungkapnya. Namun saat ditanya perusahaan mana, Donny belum menjawab. "Dalam waktu dekat akan ada operasi kontinjensi yang lebih menitikberatkan kepada penegakan hukum yang melibatkan 170 personil," beber mantan Kapolres Sanggau ini.

Ia pun mengajak masyarakat bersama-sama menjaga alam dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. "Pembakaran lahan merupakan cara-cara yang merusak lingkungan dan alam, bila kita hindari pembakaran lahan saat membuka lahan, sudah tentu alam akan menjaga kita," tandas Donny. (Abdul Halikurrahman, Kamiriluddin, Suhendra, Andi Ridwansyah/rk)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:35
Tekad 2020 Zero Karhutla

29 Korporasi Ditangani Polda Kalbar

PONTIANAK- Setelah mendengar klarifikasi dari bupati/wali kota yang daerahnya terdampak…

Sabtu, 21 September 2019 11:32

PANIK..!! Lagi Rapat, Gedung DPRD Sekadau Mau Roboh, Pejabat Berhamburan Menyelamatkan Diri

SEKADAU- Mulanya biasa saja. Gedung DPRD Sekadau dipenuhi anggota dan…

Sabtu, 21 September 2019 11:04
1.061 Hotspot Terdeteksi di Ketapang

Lihat Nih..!! Ada Spiderman Bagi Masker di Sambas

KETAPANG- Bertetangga dengan Kalteng, Kabupaten Ketapang sampai hari ini masih…

Jumat, 20 September 2019 11:27

TEGAS..!! Polisi Segel Lahan di Punggur Kecil dan Sekadau Hilir

SUNGAI KAKAP-  Tak ada kepala daerah yang main-main dalam penanganan…

Jumat, 20 September 2019 11:24

SEMOGA BENAR..!! BMKG Prediksi Hari Ini Hujan

Turunnya hujan memang menjadi harapan semua pihak, untuk mengakhiri bencana…

Jumat, 20 September 2019 11:23

Gubernur Ingatkan Pemerintah Pusat Segera Tertibkan Izin Tambang

PONTIANAK-. Kalimantan Barat akan mengulangi sejarah kelam Hak Pengusahaan Hutan…

Jumat, 20 September 2019 11:20

Pantau Cuaca dan Angin, Semoga Ada Awan Biar Bisa Buat Hujan

Dalam upaya menanggulangi Karhutla akibat kemarau panjang yang kering, Pangdam XII…

Jumat, 20 September 2019 11:17

Pangdam: Bara Api Lahan Gambut Bisa Merambat

PONTIANAK- Dua hari jabatan Pangdam XII Tanjungpura diletakkan di pundaknya,…

Kamis, 19 September 2019 11:35

Dua Bulan Menghirup Asap, Tembus 6.025 Kasus ISPA

PONTIANAK-  Seorang pekerja pers di Kota Pontianak pun tutur jadi…

Kamis, 19 September 2019 11:32

Lima Perusahaan di Sintang Disegel Polisi, 10 Menyusul

SINTANG- Sudah lima lahan konsesi perusahaan di Kabupaten Sintang yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*