UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 07 September 2019 13:14
Besarnya Biaya Politik Bikin Kepala Daerah Nekat Korupsi
DI KANTOR BUPATI BENGKAYANG. Petugas KPK menuruni tangga kantor Bupati Satu Atap Bengkayang, Jumat (6/9). KURNADI-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pakar hukum dari Universitas Tarumanagara Jakarta, Heri Firmansyah, menyebutkan banyak faktor yang membuat kepala daerah terjebak dalam pusaran korupsi. Mulai dari biaya politik hingga besarnya kewenangan yang dimiliki.

"Banyak faktor, salah satunya adalah biaya politik yang dikeluarkan sangat besar, sehingga tergelitik melakukan perbuatan korupsi, tapi utamanya adalah besarnya kewenangan yang dimiliki dan mudah disalahgunakan," terangnya kepada Rakyat Kalbar, Jumat, (6/9) malam via seluler.

Sebagai pilar demokrasi, partai politik tentunya memiliki andil dan tangung jawab besar dalam melakukan upaya pencegahan dan pendidikan politik. Langkah tersebut dapat dimulai saat rekrutmen, agar para kader memiliki integritas dan komiteman anti korupsi.

"Sehingga tidak ada ruang bagi oknum yang melakukannya (perbuatan korupsi). Termasuk memberikan sanksi tegas terhadap kader-kader yang terbukti melakukan (korupsi). Dan tidak perlu dilindungi atas nama hukum," anjur Heri.

Dia menilai langkah penindakan yang dilakukan KPK sudah berjalan cukup baik. Namun nantinya, ia mengharapkan daripada menindak, lebih baik mencegah. Agar korupsi tidak terjadi.

"Sebab kejahatan terus membelah diri, dan melakukan banyak perubahan dalam modus, kedepan upaya pencegahan harus yang diutamakan daripada penindakan," terang dia.

Ditanya kemungkinan KPK membekukan aset tersangka korupsi dan keluarganya, Heri menilai utamanya demi proses hukum yang berjalan, akan dilakukan hal demikian. "Namun tentu mempertimbangkan aspek kemanusiaan, minimal yang dikenai tindakan seperti itu (pembekuan aset,red) hanyalah terhadap aset-aset yang berhubungan dengan kejahatan yang dilakukannya," pungkas Heri.

DEMOKRAT BELUM

TENTUKAN SIKAP

Partai Demokrat (PD) hingga kini belum mengeluarkan sikap resmi usai OTT KPK terhadap Gidot, Ketua DPD Demokrat Kalbar. "Kami masih mendalami fakta-fakta yang ada dan melakukan konsolidasi internal," ujarDeputi Kogasma DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, kepada Rakyat Kalbar, Jumat (6/9) malam.

Zaky, karib dia disapa, mengungkapkan OTT KPK terhadap Gidot sangat mengagetkan. Karena, bagaimanapun, lanjut dia, setiap pengurus Demokrat diminta dengan sangat mematuhi hukum. Dan menjaga etika organisasi.

“Apalagi kader partai yang memiliki jabatan publik, itu amanah besar dari rakyat yang seharusnya digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas salah seorang calon anggota DPR RI dari Dapil Kalbar pada Pemilu 2019 ini.

Pihaknya pun menghargai proses yang dilakukan oleh KPK. Sebab KPK hanya menjalankan tugasnya yang diamanatkan oleh Undang-Undang.

"Kita harapkan KPK benar-benar serius dalam memberantas korupsi di Kalbar, baik di tingkat kabupaten/kota maupun di tingkat provinsi, sehingga kesan tebang pilih bisa dihindarkan," harap Zaky.

Saat ditanya terkait nasib Gidot di Demokrat, ia menjawab diplomatis. “Kami jalankan mekanisme internal partai yang berlaku, detailnya belum bisa kita publikasikan saat ini," pungkasnya. (Kurnadi, Abdul Halikurrahman, Andi Ridwansyah/rk)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Gadis SMP Nikah Pesanan dengan Lelaki Tiongkok

MEMPAWAH-Penjualan gadis bawah umur untuk pengantin pesanan lelaki Tiongkok, belum…

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*