UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 07 September 2019 13:14
KPK Geledah Ruang Kerja Bupati, Sekda, Kadis PUPR, Ini yang Dibawa...

Wabup Naon di Ruangnya, Serahkan Prosesnya ke KPK

KPK IN ACTION. Penggeledahan yang dilakukan KPK di kantor Bupati Satu Atap Bengkayang, Jumat (6/9), yang disaksikan sejumlah pegawai dan dikawal ketat kepolisian. KURNADI-RK

PROKAL.CO, BENGKAYANG- Setelah operasi tangkap tangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan kerjanya dengan sejumlah penggeledahan. Diantaranya di ruang kerja Bupati Suryadman Gidot, Sekda, dan Dinas PUPR Bengkayang, Jumat (6/9).

Diberitakan Rakyat Kalbar, penggeledahan semua ruangan dijaga ketat aparat kepolisian. Disaksikan oleh seluruh pegawai yang ada di ruang kerja Bupati, Sekda dan Dinas PUPR. Saat proses penggeledahan di Kantor Bupati Satu Atap Jalan Guna Baru Trans Rangkang, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, itu terlihat beberapa personil komisi antirasuah bolak-balik dari ruang Bupati ke ruang Sekretaris Daerah.

KPK mencari dokumen terkait OTT di Mess Pemda Bengkayang Jalan Karya Baru Pontianak, pada Selasa (3/9). Saat itulah Bupati Suryadman Gidot, Sekretaris Daerah Obaja, dan Kadis PUPR Aleksius, serta sejumlah rekanan kerja lainnya langsung dibawa KPK ke Jakarta.

Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon, saat tim antirasuah menggeledah sejumlah ruangan, tak beranjak dari ruang kerjanya. Yang bersebelahan dengan ruang Bupati. Kepada awak media, Naon menyatakan, mempersilakan KPK untuk melakukan penggeledahan.

"Saya minta agar seluruh ASN tetap meneruskan pekerjaannya, dan bekerjalah dengan baik, percayakan proses hukum berjalan sesuai dengan yang telah ditangani KPK, seluruh proses kami percayakan kepada KPK,” ujar Naon.

Pantauan RK di sekitar lokasi penggeledahan, terlihat para ASN dan tenaga honor yang bekerja jadi terperangah. Bahkan banyak yang kaget melihat belasan penyidik KPK menggeledah ruangan atasan mereka.

Diantara mereka ada yang diminta penyidik KPK untuk mendampingi. Seperti Kepala Satpol PP Ali Akbar, Asisten I Bernadeta, Asisten II Ir.Supriadi, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Luter Wongkar, Kabag Rumah Tangga Agustinus.C S.Sos, dan juga dari Inspektorat Are, SE.

Kediaman Bupati Gidot di Jalan Langgawi, Kelurahan Sebalo, tak luput dari penggeledahan KPK. Dari pukul 08.00 sampai 15.00, Tim KPK langsung menuju kediaman Bupati dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka menggeledah dari pukul 15.30 sampai pukul 18.15 WIB.

KARIR POLITIK GIDOT

Pengamat politik dari Fisipol Untan, Syarif Usmulyadi, menilai karir politik Suryadman Gidot berakhir di OTT KPK. Ini pukulan berat bagi masyarakat Bengkayang, dan juga Kalbar.

"Apalagi beliau itu juga tokoh, ini sangat menyedihkan, pukulan berat bagi kita semua," kata Usmulyadi kepada Rakyat Kalbar, Jumat (6/9).

Gidot, kata Usmulyani, merupakan politisi muda dengan karir cemerlang. Boleh dibilang Gidot itu seorang Rising Star. Dua periode sukses terpilih sebagai Bupati Bengkayang, memimpin Partai Demokrat di Kalbar, bukanlah sebuah kebetulan.

“Artinya, masyarakat Bengkayang sangat mempercayainya memimpin daerah, namun sayangnya, di ujung karir Gidot justru menghianati rakyat,” ujar Usmulyadi.

Ia terjaring OTT KPK atas kasus dugaan suap sejumlah proyek pembangunan di lingkungan Pemerintahan Kapaten Bengkayang. "Kasus OTT yang menjeratnya tak hanya mempermalukan diri sendiri, tetapi juga daerah, jadi betul-betul pukulan keras bagi kita semua," ucapnya.

Dari penjelasan KPK, kasus OTT Bupati Bengkayang itu terstruktur dan sistematis, melibatkan banyak pihak. Sehingga, bisa dibilang korupsi berjamaah.

"Mereka yang terlibat ini, saling punya keterkaitan dan ketergantungan. Dari pengusaha, aparatnya dan komandonya Bupati. Jadi mereka korupsi secara bersama-sama," katanya.

Bagaimanapun terpukulnya warga Kalbar, namun Usmulyani mengapresiasi kerja KPK. Pemberantasan korupsi harus didukung oleh semua pihak. KPK harus diperkuat untuk menjaga uang rakyat. "Kita berharap, KPK tidak berhenti sampai di sini. Terus melakukan pemberantasan korupsi sampai ke daerah-daerah," katanya.

Usmulyadi berharap kasus OTT yang menjerat Gidot mesti menjadi pelajaran besar bagi semua kepala daerah di Kalbar. Kepala daerah yang dipilih rakyat, jangan berkhianat.

"Bekerjalah untuk rakyat sesuai aturan, jaga kepercayaan rakyat, kita berharap tidak ada lagi kepala daerah yang lain di Kalbar di OTT KPK," ujarnya.

Terpisah, Sri Haryanti, Kepala Sekolah Anti Korupsi Gemawan, menambahkan OTT Bupati Bengkayang menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat korupsi di Indonesia. "Korupsi ini akan berdampak panjang pada kualitas pembangunan di daerah, masyarakat jadi tidak bisa mendapatkan infrastruktur dan pelayanan yang baik," katanya.

Selain itu, kasus OTT yang melibatkan Kepala Daerah, juga akan berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat pada kepala daerah lainnya. Sri Haryanti berharap, kasus OTT Bupati Bengkayang menjadi pelajaran bagi kepala daerah dan penyelenggara negara lainnya di Kalbar. Laksanakan tata kelola pemerintahan yang baik. Ini juga harus menjadi pelajaran bagi pihak swasta.

"Prinsip bisnis yang bebas dari korupsi (tidak ada suap dan gratifikasi,red) harus dijalankan. Tanpa terkecuali. Semua harus sesuai dengan aturan," pungkasnya. (Kurnadi, Abdul Halikurrahman, Andi Ridwansyah/rk)

 

 


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Gadis SMP Nikah Pesanan dengan Lelaki Tiongkok

MEMPAWAH-Penjualan gadis bawah umur untuk pengantin pesanan lelaki Tiongkok, belum…

Minggu, 20 Oktober 2019 21:32

PARAH..!! 11 Siswa Dicabuli Kepala Sekolah

NGABANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Landak tengah berduka dengan terungkapnya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:41

Pembunuhan Kepala Skeolah, FS Ditetapkan Jadi Pelaku Utama

SINTANG- Polres Sintang menetapkan FS sebagai tersangka utama pelaku pembunuhan…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:45

MASIH KECIL..!! Serapan Beras Lokal Kalbar Hanya 5 Persen

PONTIANAK- Beras di Kalbar tak menjadi komoditi yang mengalami inflasi.…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:43

Sukimin Tewas Ditusuk Bekas Ponakan Mantu

SINTANG- Sayang keponakan, tak disayang menantu siapa menduga? Akhirnya, Sukimin,…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:36

Lindungi dan Bangun Tata Niaga Kratom, Ini yang Dilakukan Petani

PUTUSSIBAU-. Keresahan para petani kratom di Kapuas Hulu diharapkan jadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:58

Berkilah Stroke, Bandot Tua Jadikan Anak Bawah Umur Korban Nafsunya

SINGKAWANG- Kasus cabul terhadap anak di bawah umur kembali terjadi.…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:44

Sembilan WNI Ditahan TDM

SANGGAU- Kita samua basudara, tak hanya melibatkan anak bangsa se…

Selasa, 15 Oktober 2019 23:40

MELUAS..!! Penolakan Pembangunan PLTN di Kalbar Sampai ke Pusat

PONTIANAK—Tidak hanya suara ribuan mahasiswa berlanjut ke Ketua DPR RI…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:21

Tahun Depan, Restorasi Gambut Kalbar Seluas 149.901 Ha

PONTIANAK- Tahun 2020 mendatang Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*