UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 26 Agustus 2019 12:35
ALHAMDULILLAH..!! Hujan Datang, Titik Api Sisa 6
ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Hujan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Ketapang beberapa hari terakhir. Dampak dari guyuran hujan ini membuat jumlah titik api di Kabupaten Ketapang menurun. Melalui data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas III (BMKG) Rahadi Oesman Ketapang per 25 Agustus 2018, jumlah hotspot hanya 6 titik di wilayah Ketapang. Penurunan cukup drastis, sebab sehari sebelumnya BMKG telah merilis ada 44 titik hotspot di wilayah Ketapang, dan mengakibatkan kondisi cuaca yang tidak bersahabat di sejumlah wilayah yang terpantau stasiun BMKG.

Selain itu, saat ini tim penanggulangan Karhutlah di Ketapang sendiri masih berupaya dan terus melakukan pemadaman. Di beberapa wilayah Kecamatan Ketapang, salah satunya di Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Matan Hilir Utara (MHU), Kendawangan, Sungai Melayu Rayak dan Tumbang Titi.

Kepala Kantor Stasiun Kelas III BMKG Rahadi Oesman Ketapang, Aqil Ihsan, menjelaskan saat ini kondisi cuaca di sebagian Ketapang seperti kondisi angin dari arah Tenggara (130°), 7.0 knot (3.6 m/s). Sedangkan untuk jarak pandang masih terpantau stabil di 10 Km.

"Sejauh ini aktivitas penerbangan di bandara Rahadi Osman ketapang masih terpantau lancar dan normal, untuk jadwal keberangkatan masing-masing maskapai tepat pada waktunya dan tidak ada mengalami keterlambatan (delay)," terang Aqil.

Selain itu, cuaca jalur penerbangan dua hari kedepan diperkirakan masih aman. Untuk penerbangan jarak dekat, seperti rute Ketapang-Pontianak dan sebaliknya. (rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers