UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 23 Agustus 2019 11:32
PEMERAS..!! Minta Rp50 Juta ke Keluarga Tersangka Karhutla, Ketua LSM Dijebloskan ke Penjara
ilustrasi

PROKAL.CO, KETAPANG- M Sandi, ketua salah satu LSM di Kabupaten Ketapang ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Ketapang, Rabu (21/8). Pria 35 itu ditangkap karena diduga menjadi makelar kasus alias markus yang mengaku bisa menyelesaikan perkara karhutla di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang.

Selain mengaku banyak memiliki relasi di Kejari, Sandi juga mengaku kenal dekat dengan Bupati Ketapang dan Kapolres Ketapang untuk meyakinkan keluarga Heriyanto, tersangka karhutla. Bahwa dia bisa membuat Heriyanto bebas tanpa syarat di persidangan nantinya.

Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Eko Mardianto menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa Sandi ini menjanjikan kepada Heriyanto bisa menyelesaikan kasus asalkan pihak keluarga dapat menyediakan uang sebanyak Rp50 juta.

"Tersangka ini mengatakan kepada Asanggu sebagai pelapor (kakak Heriyanto, red) bahwa dirinya kenal dekat dengan Bupati Ketapang, Kapolres Ketapang dan Kejaksaan. Sehingga bisa mengurus adik pelapor agar bebas tanpa syarat," jelas Eko, kepada sejumlah wartawan, Kamis (22/8).

Eko menceritakan, setelah mendengar tawaran Sandi pada April 2019 lalu, Asanggu pun mempersiapkan uang sebanyak Rp50 juta untuk mengurus perkara adiknya.

Karena merasa yakin, pada Kamis 2 Mei 2019 bertempat di rumah Kristina tepat di belakang Kejari Ketapang, uang itu diserahkah ke Sandi. Dengan harapan adik kandungnya dapat segera bebas. Namun, sampai Senin 6 Mei 2019 pun Heriyanto tidak bebas.

"Tersangka (Sandi, red) mengatakan bahwa adik kandung pelapor (Heriyanto) akan bebas pada Kamis 9 Mei 2019,” jelas Eko.

Sampai pada waktunya, Heriyanto pun tak kunjung bebas seperti yang dijanjikan Sandi. Ia pun terus mengulur waktu. Puncaknya pada 28 Mei 2019. Sandi juga tidak dapat memenuhi janjinya. Sehingga membuat pihak keluarga merasa tertipu olehnya. Pihak keluarga pun mendesak Sandi untuk bertanggungjawab mengembalikan uang yang telah diberikan.

Dari hasil pertemuan antar kedua belah pihak, Sandi mengaku sanggup mengembalikan uang itu dengan cara mengangsur. Tahap awal, sebesar Rp15 juta. Sisanya akan dilunasi pada Juni. Namun Sandi tidak lagi menepati janjinya. Akhirnya dia dilaporkan ke Mapolres Ketapang.

“Setelah menerima laporan, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan pemanggilan pertama kepada tersangka. Namun dia tidak dapat hadir. Kemudian pada pemanggilan kedua dia hadir," kata Eko.

Setelah selesai dilakukan pemeriksaan saksi, kemudian penyidik melakukan gelar perkara. Hasilnya, Sandi ditetapkan sebagai tersangka. "Dan sudah dilakukan penahanan," tambahnya. Kini, Sandi masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Ketapang. Dia dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. (M Fauzi/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers