UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Jumat, 23 Agustus 2019 11:18
Kapolres Tegaskan Proses Hukum Dugaan Camat Cabul Berlanjut

PROKAL.CO, SAMBAS- Tak terpaut hanya delik aduan, Polres Sambas tetap memproses BB, Camat Selakau, yang mencabuli siswa SMK magang. Walaupun pelapor mencabut aduannya.

"Ya benar, pelapor telah mencabut laporan. Namun penyidik kepolisian tetap melanjutkan proses kasus yang dinilai bukan hanya terpaku pada delik aduan saja," tegas Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahid Putra melalui Kasatreskrim Polres Sambas AKP Prayitno, Kamis (22/8) seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Kasatreskrim menyatakan kasus asusila yang dilakukan terhadap anak bawah umur itu terus diproses hokum. "Kasus ini masih akan terus berlanjut dan tidak dihentikan," ungkap Prayitno.

Tak kurang dari Wakil Bupati Sambas Hj. Hairiah,SH.MH merasa sedih dan prihatin atas kasus yang menimpa warganya. Terlebih menurutnya, Pemkab Sambas tengah fokus mewujudkan visi Sambas berakhlakul karimah, unggul dan sejahtera.

"Kasus ini tentu sangat mencoreng pemerintah Kabupaten Sambas. Dan sangat melukai tidak hanya korban tapi juga untuk keluarga dan masyarakat," ungkap Hairiah, mantan aktivis pembela perempuan yang cukup kondang namanya secara nasional.

Kata Wabub, pelaku sebenarnya harus melindungi korban tapi malah sebaliknya sebagai oknum penyerangan seksual. "Sebagai Bupati dan Wakil Bupati, menyangkut kasus oknum tersebut masih menunggu proses hukum yang berlaku. Dan bagaimanapun kita tidak ada toleransi apapun terhadap kasus ini," ungkap mantan senator asal Kalbar itu.

Hairiah menyerahkan proses hukum kasus pelecehan seksual anak bawah umur itu sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yakni kepolisian. Hingga saat ini kasusnya masih berlangsung.

"Meskipun kita tetap menjunjung azas praduga tidak bersalah, namun kita tidak boleh menepis kepentingan korban sendiri. Saya juga terima kasih kepada masyarakat, KPPAD yang konsen mengawal kasus ini. Saya tegaskan kita zero toleransi pada kasus kekerasan pada ibu dan anak di Kabupaten Sambas," tegasnya.

Hairiah juga mengungkapkan KPPAD Kabupaten Sambas segera didirikan. Apalagi Kabupaten Sambas merupakan daerah perbatasan dengan berbagai masalah yang akan selalu muncul.

"Bupati juga harus bisa mendeklarasikan apa keinginan dari masyarakat. Karena yang namanya kegiatan untuk pemberdayaan perempuan dan anak, itu juga harus fokus dalam satu program yang ada dinasnya. Juga diperkuat kerja jejaring seperti memaksimalkan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sambas. Dan menyinergikan program-program yang ada dievaluasi agar kasus serupa tidak terulang," tutupnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sambas, Misni Safari,SP, juga prihatin terhadap aparat pemerintah yang diduga berbuat cabul. Jika terbukti telah melanggar hukum, konsekuensinya harus diproses secara hukum

"Saya kira harus diproses hokum. Menjadi pelajaran bagi kita semua, jangan sampai terjadi pada diri dan teman teman kita. Lebih khusus kepada aparat pemerintah ataupun pejabat negara," tandasnya.

Misni mengatakan perkara cabul di Kabupaten Sambas masih cukup tinggi, sehingga dia berharap agar masyarakat bisa membentengi diri dengan agama.

"Ya, perkara cabul saat ini cukup tinggi. Mungkin banyak factor seperti pendidikan agama menjadi sangat penting untuk kita pelajari dan kita laksanakan. Sangat tegas diperintahkan Islam, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Kami di DPRD sangat prihatin sekali dengan kejadian tersebut. Apalagi aparat pemerintah sebagai contoh teladan masyarakat berbuat seperti ini," tuturnya.

Misni mengingatkan kasus ini menjadi pelajaran yang sangat berharga supaya tidak terulang di masa mendatang.

Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sambas mendesak Pemkab Sambas untuk segera mendirikan KPPAD.

“Kasus kekerasan terhadap anak ini merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan di Kabupaten Sambas. Berdasarkan data yang kita peroleh dari KPPAD Kalbar, selama 5 bulan terakhir 2019 saja sudah ada 66 kasus di Kalbar. Dan yang tertinggi di Kabupaten Sambas, yaitu 23 kasus kekerasan terhadap anak," ungkap Jepri, Sekertaris HMI Cabang Sambas.

Untuk mewujudkan Sambas Berakhlakul Karimah, kata Jepri, Pemkab Sambas harus bertindak serius. Dimulai dari pencegahan, pendampingan terhadap korban, hingga sanksi tegas untuk pelaku kekerasan. “Kami sangat berharap Pemkab Sambas benar-benar serius untuk membentuk KPPAD di Kabupaten Sambas," pungkasnya. (Sairi/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:37

Mulai Renggut Nyawa, Diduga ISPA, Warga Meninggal Dunia

MEMPAWAH- Kabut asap yang menyebabkan pencemaran udara di wilayah Kabupaten…

Jumat, 20 September 2019 11:29

Sulit Dapatkan Solar Sopir Truk Unjuk Rasa

SINGKAWANG- Puluhan sopir truk menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan solar bersubsidi…

Senin, 16 September 2019 13:57

KENAPA INI..? Tiga Perusahaan Sawit Malaysia Disegel

KETAPANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyegel dua…

Senin, 16 September 2019 01:01

Siswanya Libur karena Asap Kebakaran, Ehh...Sekolahnya Malah Ikut Terrbakar

SAMBAS-  Jumat (13/9) sekitar pukul 11.00 WIB pekan lalu, giliran…

Senin, 16 September 2019 00:49

Belasan Ruko Hangus, Kerugian Belasan Miliar

SINTANG–Sebanyak 18 rumah toko (ruko) di Jalan Majapahit, Kelurahan Kapuas…

Minggu, 15 September 2019 10:08

Dua Kepala Daerah Bertemu, Bahas Masalah Ini..

SINTANG-Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha…

Minggu, 15 September 2019 10:00

10 Perusahaan Sawit Terindikasi Karhutla, Satu Membantah

PUTUSSIBAU – Satu dari sepuluh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terindikasi…

Minggu, 15 September 2019 09:50

Enam Lokal Kelas SD Terbakar, Siswanya Terpaksa Menumpang

Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Kali…

Kamis, 12 September 2019 14:29

Sekda Sintang Diperiksa 5 Jam

SINTANG- Mobil berplat merah bernopol KB 6 E terlihat parkir…

Rabu, 11 September 2019 15:12

Mahkamah Agung Tolak PK PT WHW-AR

KETAPANG-  Mahkamah Agung RI melalui Surat Putusan Nomor 475 PK/PDT/2019…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*