UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 21 Agustus 2019 13:27
Usai Diperiksa, Ketua DPRD Ketapang Dirawat di RS

Kejari Ketapang Bantah Penetapan HMU sebagai Tersangka Prematur

SIAP-SIAP CHECK UP. HMU dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Selasa (20/8). Muhammad Fauzi-RK

PROKAL.CO, KETAPANG- Memenuhi pemanggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang untuk diperiksa, Ketua DPRD Ketapang, Hadi Mulyono Upas (HMU), ditemani istri dan anak lelakinya. Mereka keluar dari gedung Kejari Ketapang pukul 15.00 WIB, Selasa (20/8).

HMU langsung dinaikkan ke mobil hitam milik kejaksaan. Ia dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Untuk melengkapi syarat penahanannya sebagai tersangka.

Dilansir Rakyat Kalbar, pemeriksaan kesehatan berlangsung sekitar dua jam 30 menit. Dari pukul 15.30 WIB sampai 18.00 WIB. Dikonfirmasi, Kepala Kejari Ketapang, Dharmabella Tymbazs, melalui Kasi Intel, Agus mengatakan, pemeriksaan terhadap HMU merupakan pemeriksaan pertama. Setelah HMU ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini pemanggilan kedua, pemanggilan pertama tidak hadir karena sedang sakit dan dirawat di rumah sakit di Semarang,” jelas Agus.

Ia menerangkan, setelah pemeriksaan tersebut rencananya akan langsung dilakukan penahanan terhadap HMU. Namun, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu sebelum ditahan, karena kondisi tersangka dalam keadaan kurang sehat.

“Makanya kita periksakan ke rumah sakit untuk mengetahui kondisinya sehat atau tidak,” ungkapnya.

Dibeberkannya, hasil check up HMU pada beberapa organ dinyatakan sehat. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan jantung dan paru-paru yang menurut informasi terdapat masalah.

“Pengakuan yang bersangkutan memang mengalami gangguan pada jantung, tapi hasilnya masih kita tunggu dari pemeriksaan dokter,” terangnya.

Sekitar pukul 18.00 WIB, HMU dinyatakan harus menjalani rawat inap di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Karena mengalami gangguan kesehatan. Pada jantung dan paru-parunya.

Terkait status penahanan HMU, Agus masih belum memberikan keterangan kepada awak media. Tapi, terkait tuduhan HMU bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka prematur, Agus membantahnya.

“Intinya dua alat bukti sudah cukup, jadi tidak prematur,” terangnya.

Ia juga menambahkan, penetapan tersangka di saat HMU sedang dirawat di rumah sakit juga tidak melanggar aturan. “Penetapan tersangka tidak mengacu kepada orang itu sedang sakit atau tidak. Jika sudah memenuhi minimal dua alat bukti, maka status saksi bisa dinaikkan ke tersangka. Intinya penetapan tersangka ini sudah sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” pungkas Agus. (Muhammad Fauzi/rk)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 00:24

Pilkada Serentak di Depan Mata, Polda Kalbar Petakan Potensi Masalah

PONTIANAK—Tahapan Pilkada serentak tahun 2020 sudah berjalan. Sebanyak tujuh Kabupaten…

Senin, 24 Februari 2020 10:51

Survei: Dari Unsur Kepala Daerah, Anies Capres Terkuat di 2024

Lembaga survei Indo Barometer menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan…

Senin, 24 Februari 2020 10:47

Jangan Kriminalisasikan dan Tangkap Peladang Tradisional

PONTIANAK – Kasus kriminalisasi yang dialami peladang terus mendapat perhatian…

Senin, 24 Februari 2020 10:44

750 Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar Diamankan Lantamal

PONTIANAK- Lantamal XII Pontianak melalui Posal Lanal Ketapang berhasil menggagalkan…

Rabu, 12 Februari 2020 12:51

Ke Singkawang dan Sambas, Gubernur Hadiri Cap Go Meh sampai ke PLBN Aruk

GUBERNUR Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melaksanakan rapat kerja (raker) di Kota…

Rabu, 12 Februari 2020 12:48

Tunggu Air Surut, Keruk Lumpur Siang Malam

PONTIANAK—Eskavator difungsikan untuk mengeruk sendimen yang berada di Parit Sungai…

Rabu, 12 Februari 2020 12:44

Korban Trafficking Usia 14 Tahun Melahirkan di Rumah Sakit Kuching

PONTIANAK – Seorang gadis 14 tahun asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat…

Minggu, 09 Februari 2020 21:53

Tak Bisa Berenang, Bocah Tenggelam di Kolam

KETAPANG – Bocah 9 tahun tenggelam di Kolam Renang Pawan…

Sabtu, 08 Februari 2020 13:06

Rapat Lintas Instansi di Kantor Staf Presiden, Gubernur Minta Jangan Buru-Buru Larang Kratom

JAKARTA – Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menghadiri rapat terkait…

Rabu, 05 Februari 2020 14:37

Transaksi Non Tunai Cegah Kebocoran

PONTIANAK – Pembayaran nontunai atau cashless di feri penyeberangan Bardanadi Siantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers