UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 20 Agustus 2019 13:19
Walau Hujan, Kasus Karhutla Tetap Diusut
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK-Kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Kalbar akibat Karhutla, tak akan berakhir seiring hujan mengguyur nanti. Gubernur Sutarmidji akan tetap menindak pelaku yang terbukti sengaja membakar lahannya.

“Sekarang masyarakat baru kalang kabut, sebenarnya Karhutla ini tidak mungkin terjadi, sebab tidak ada petir dan sebagainya, cuaca saja panas terik, untuk itu saya akan tegas kalau itu konsesi perkebunan atau HTI, saya akan langsung suruh segel selama 5 tahun tidak boleh digunakan, bahkan kalau perlu cabut ijin yang bersangkutan,” ujar Gubernur diberitakan Rakyat Kalbar.

Sutarmidji memaparkan, kebakaran lahan yang luasnya mencapai 100 hektare tidak sedikit biaya pemadamannya. Melalui instansi terkait, empat helikopter telah di terjunkan.

“Sebetulnya kalau masyarakat yang mau tanam itu tidak mungkin sebanyak 100 hektar. Sebab kalau sudah tebakar tidak gampang memadamkannya. Kemarin empat heli disiapkan, saya pastikan mereka (pelaku Karhutla) jangan main-main,” ujarnya.

Selain penanggulangan pemadaman, Gubernur mengatakan telah bekerja sama dengan Dirjen Penindakan untuk mendeteksi akibat Karhutla di provinsi ini. “Ini sudah kita lakukan, dan sudah ada 10 disegel. Mungkin akan bertambah kalau perlu sampai dicabut ijin,” cetusnya

Dilihat dari sebaran titik api yang terdeteksi, kata Midji, karib dia disapa, Kabupaten Ketapang wilayah dengan hotspot terbanyak, disusul Sintang dan Sanggau. “Saya sudah kash tahu ke Bupati Ketapang kemarin, agar persoalan ini segera disikapi betul. Apalagi wilayah ini paling banyak titik apinya. Sama halnya kebakaran di Rasau kemarin, Kepala Pengelola Hutan sudah saya copot SK nya,” ungkapnya.

Dikatakan Midji, Presiden Joko Widodo juga memberikan warning kepada Kapolda dan Pangdam di wilayah yang terjadi Karhutla. Gubernur menilai, sejauh ini kedua intansi itu telah melakukan upaya semaksimal mungkin.

“Saya juga kasihan, baik Kapolda maupun Pangdam sudah sangat maksimal menangani persoalan ini,” tegasnya.

Ia mengingatkan, meskipun telah turun hujan, bukan berarti pihaknya menonaktifkan pengusutan pelaku Karhutla. “Sepanjang yang menjadi kewenangan Gubernur akan saya lakukan. Jangan fikir sudah hujan kita berhenti. Ini akan tetap kita usut semua. Terbakar lahan di titik koordinat mana, siapa yang punya, akan kita usut. Bahkan mereka harus ganti rugi biaya pemadaman akan dikenakan ke mereka,” pungkasnya.

40 TSK KARHUTLA DITANGKAP

Polda Kalbar memang gencar mengungkap kasus Karhutla. Sedikitnya 40 tersangka diamankan, termasuk salah satu pimpinan perusahaan perkebunan di Kabupaten Sanggau.

"Dari 34 kasus itu, 33 kasus perorangan atau pemilik lahan. Sementara satu korporasi yang berlokasi di Kabupaten Sanggau," jelas Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go kepada Rakyat Kalbar, Senin, (19/8) siang.

Dari 34 kasus itu, sambung Donny, sedikitnya 40 orang telah diamankan petugas yang terdiri dari, 39 orang pemilik lahan. Salah satunya pimpinan perusahaan yang dirasa paling bertanggung jawab.

Kabupaten Bengkayang pengungkapan kasus Karhutla paling banyak. Total lima kasus dengan delapan tersangka. "Paling banyak di Bengkayang, itu yang betul-betul sudah naik lidik ke sidik. Yang lidik juga banyak. Tinggal bagaimana teman-teman di lapangan merumuskan temuan mereka untuk menaikkan ini. Cukup gak syarat dinaikkan ke sidik," terangnya.

Karena itu kasus Karhutla dimungkinkan bertambah. Petugas kepolisian terus bekerja melakukan penyelidikan. Termasuk menyelidiki keterlibatan pihak-pihak korporasi.

"Ada beberapa perusahaan yang masih diselidiki. Tim kita ini belum pulang. Jadi mereka masih bekerja," jelasnya.

Terlebih, kata dia, saat ini sudah masuk operasi Bina Karuna II yang fokusnya lebih banyak penegak hukum yang melibatkan banyak personil penegak hukum. "Misalnya Resersenya kita panggil. Kalau kemarin kan banyak di Sabharanya," jelasnya.

Selain itu, upaya-upaya pencegahan berupa himbauan, dan meminta partisipasi masyarakat menjaga lingkungan juga terus dilakukan. "Ini masih terus kita lakukan," tutupnya.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalbar, Andre S. Illu mengapresiasi aparat kepolisian dalam penindakan hokum pelaku pembakar lahan. Ia mengkritik penegakan hukum pembakar lahan yang sebagian besar hanya menyasar ke masyarakat kecil.

Pemerintah sudah harus tegas terhadap perusahaan perkebunan yang beroperasi di lahan gambut.

Sebab, perusahaan sawit memberikan sumbangsih besar terhadap kerusakan gambut. "Sawit yang ditanam di lahan gambut, membuat lahan menjadi kering," katanya tanpa memberikan data autentik dan ilmiah secara signifikan.

Padahal, dalam peraturan perlindungan gambut sudah ada aturan yang mengharuskan perusahaan memperbaiki kerusakan gambut. Tapi faktanya, perusahaan tak melakukan itu.

"Kalau gambut itu bagus, sudah dipulihkan pasti dia ada air. Sehingga tak mudah terbakar. Nah, kebakaran ini menunjukkan bahwa, perusahaan yang beroperasi di lahan gambut tidak melakukan perbaikan gambut,"ucapnya.

Artinya, perusahaan-perusahaan perkebunan yang beroperasi di lahan gambut itu, juga bertanggungjawab atas kejadian kebakaran hutan dan lahan ini. "Mereka wajib melakukan mitigasi terhadap kebakaran hutan," pungkasnya. (Nova Sari, Andi Ridwansyah, Abdul Halikurrahman/rk)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:35
Tekad 2020 Zero Karhutla

29 Korporasi Ditangani Polda Kalbar

PONTIANAK- Setelah mendengar klarifikasi dari bupati/wali kota yang daerahnya terdampak…

Sabtu, 21 September 2019 11:32

PANIK..!! Lagi Rapat, Gedung DPRD Sekadau Mau Roboh, Pejabat Berhamburan Menyelamatkan Diri

SEKADAU- Mulanya biasa saja. Gedung DPRD Sekadau dipenuhi anggota dan…

Sabtu, 21 September 2019 11:04
1.061 Hotspot Terdeteksi di Ketapang

Lihat Nih..!! Ada Spiderman Bagi Masker di Sambas

KETAPANG- Bertetangga dengan Kalteng, Kabupaten Ketapang sampai hari ini masih…

Jumat, 20 September 2019 11:27

TEGAS..!! Polisi Segel Lahan di Punggur Kecil dan Sekadau Hilir

SUNGAI KAKAP-  Tak ada kepala daerah yang main-main dalam penanganan…

Jumat, 20 September 2019 11:24

SEMOGA BENAR..!! BMKG Prediksi Hari Ini Hujan

Turunnya hujan memang menjadi harapan semua pihak, untuk mengakhiri bencana…

Jumat, 20 September 2019 11:23

Gubernur Ingatkan Pemerintah Pusat Segera Tertibkan Izin Tambang

PONTIANAK-. Kalimantan Barat akan mengulangi sejarah kelam Hak Pengusahaan Hutan…

Jumat, 20 September 2019 11:20

Pantau Cuaca dan Angin, Semoga Ada Awan Biar Bisa Buat Hujan

Dalam upaya menanggulangi Karhutla akibat kemarau panjang yang kering, Pangdam XII…

Jumat, 20 September 2019 11:17

Pangdam: Bara Api Lahan Gambut Bisa Merambat

PONTIANAK- Dua hari jabatan Pangdam XII Tanjungpura diletakkan di pundaknya,…

Kamis, 19 September 2019 11:35

Dua Bulan Menghirup Asap, Tembus 6.025 Kasus ISPA

PONTIANAK-  Seorang pekerja pers di Kota Pontianak pun tutur jadi…

Kamis, 19 September 2019 11:32

Lima Perusahaan di Sintang Disegel Polisi, 10 Menyusul

SINTANG- Sudah lima lahan konsesi perusahaan di Kabupaten Sintang yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*