UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 18 Agustus 2019 11:47
Api Nyaris Merambat ke Pemukiman, Sudah 21 Orang Tersangka
PADAMKAN API. Tim pemadam kebakaran sedang memadamkan api yang berdekatan dengan pemukiman warga di Jalan Sepakat 2, Pontianak, Senin (12/8). Tim Pemadam for RK

PROKAL.CO,

PONTIANAK_ Cuaca kian panas menunggu guyuran hujan tak kunjung datang, membuat kebakaran lahan gambut di beberapa kawasan Kota Pontianak sudah merangsek ke lokasi padat penduduk.

Hingga Senin (12/8), lebih dari 3 hektar lahan gambut terbakar dan mengepulkan asap ke udara di empat lokasi yang berbeda. Antara lain di Jalan Sepakat 2, Sepakat Ujung, Jalan Perdana, dan Jalan Paris 2, Pontianak Tenggara.

Bahkan api yang tak mau kompromi menggerogoti gambut itu sudah mendekati kawasan perumahan padat penduduk di sekitar lokasi. Kondisi itu membuat para petugas dan pemadam kebakaran terus waspada.

Sersan Dua Imam Teguh Santoso, Babinsa Kelurahan Banser Darat yang ikut memadamkan api mengatakan, kebakaran lahan di Sepakat terjadi sejak hari Minggu (11/8). “Dan sejumlah petugas gabungan dari BPBD Kalbar, Kepolisian, TNI dan para Pemadam Swasta ikut kerja keras memadamkan api,” kata Imam yang melihat kondisi sumber air sekitar lokasi sangat tidak memungkinkan.

“Kesulitan utama yang dihadapi petugas pemadam adalah sulitnya ketersediaan air. Sehingga, terpaksa petugas menggunakan sumur warga yang juga mulai mongering,” jelasnya.

Belum diketahui penyebab kebakaran lahan gambut di lokasi padat penduduk tersebut. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus berjibaku melawan api dalam gambut yang asapnya menyesakkan pernafasan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers