UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Jumat, 16 Agustus 2019 09:21
Leher Kekasih Dijerat, Tewas, Lalu Keningnya Dicium....
Adegan ke delapan dimana pelaku mendengarkan detak jantung kemudian mencium kening korban usai membunuh.

PROKAL.CO, Minggu (7/7), sekitar pukul 11.30 WIB, korban dan pelaku berada di kamar kos dengan posisi korban baring di kasur dan pelaku dalam posisi telungkup. Mereka memainkan handphone masing-masing

Korban menyuruh pelaku untuk naik ke kasur, dengan cara korban duduk di kasur dan kaki korban disentuhkan ke kaki tersangka

Korban merampas handphone pelaku. Korban menuju ke lemari akan membukanya, pelaku memeluk korban dari arah belakang, korban meronta dan sempat mencakar wajah pelaku

Pelaku mengambil kain motif Bali di atas kasur, dan mengalungkan kain tersebut ke leher korban dengan posisi pelaku berada di belakang korban, pelaku menarik kain tersebut dengan hentakan yang menyebabkan korban jatuh terlentang di lantai

Pada saat korban terlentang, ia berteriak sehingga pelaku kembali melilitkan kain tersebut ke leher korban, mengencangkan lilitan kain tersebut, tangan kiri pelaku menutup mulut korban hingga korban tidak bergerak

Pelaku duduk di samping korban yang tergeletak di lantai, menempelkan telinga kanannya ke posisi jantung korban, lalu berbaring di samping kiri korban. Pelaku mencium kening korban, kemudian menutup wajah korban dengan kain yang dililitkan ke leher korban

Pelaku meninggalkan korban dengan terlebih dahulu menggembok pintu kamar indekos

 

 

Sumber: Rekonstruksi di TKP pembunuhan, Jalan Tani, Gang Cisadane, Singkawang Barat, Rabu (14/8)

 

 

Tewasnya Liu Li Tan di Indekos

Jalan Cisadane, Singkawang

 

SINGKAWANG- Belum jelas apakah Rudianto alias Acung membunuh Liu Li Tan alias A Tan, 26, di kamar indekos Jalan Cisadane, Singkawang, diawali dengan bermesraan atau bercengkerama. Atau dengan kekerasan yang mengerikan.

Sebulan kemudian, tersangka Acung merunut tindak kriminalnya hingga akhirnya A Tan ditemukan membusuk di indekos itu. Sebagaimana diusut Polres Singkawang. Acung disangkakan dengan Pasal 338 juncto 340 KUHP yang ancaman hukumannya 20 tahun penjara dan seumur hidup.

Rakyat Kalbar memberitakan, Minggu (7/7), sekitar pukul 11.30 WIB, Acung dan A Tan berada di kamar itu. Berbaring telungkup di kasur, A Tan sambil main handphone, Acung pun dalam posisi sama. Memainkan selulernya.

Kemudian A Tan sambil duduk di pinggir menyuruh pacarnya itu naik ke kasur dengan kakinya disentuhkan ke kaki si cowok. Lalu A Tan merampas handphone Acung, dan beranjak menuju ke lemari.

Ketika akan membuka lemari, saat itulah Acung memeluk si gadis dari belakang. A Tan pun meronta-ronta dan sempat mencakar wajah si cowok. Lantas dia mengambil kain motif Bali di atas kasur. Dengan kain itu dia mengalungkannya ke leher A Tan dengan posisi dari belakang.

Dengan sekali sentakan yang kuat, menyebabkan A Tan jatuh terlentang di lantai. Si gadis berteriak keras. Acung tak tinggal diam. Mungkin khawatir teriakan akan membangunkan tetangga indekos, Acung kembali melilitkan kain itu ke leher korban.

Lilitan di leher A Tan pun dikencangkannya, dengan cara tangan kanan menarik ujung sisi kain. Kaki kiri menginjak ujung sisi yang lain. Sedangkan dengan tangan kirinya, Acung menutup mulut A Tan hingga tidak bergerak lagi.

Setelah merasa A Tan tak bergerak lagi, Acung lantas duduk di samping A Tan yang tergeletak di lantai. Ia coba memastikan apakah si cewek masih bernafas. Ia pun menempelkan telinga kanannya ke dada pada jantung A Tan.

Entah bagaimana perasaannya ketika itu, Acung kemudian berbaring di sisi kiri A Tan. Setelah itu, dia mencium kening korban. Selanjutnya menutup wajah A Tan dengan kain yang dililitkan ke leher itu.

Beberapa saat berikutnya, Acung keluar kamar meninggalkan A Tan yang tergeletak tak bernyawa lagi. Ia sempat terlebih dahulu menggembok pintu kamar indekos.

Begitulah tragedi pembunuhan gadis cantik Liu Li Tan, yang dirangkum dalam sembilan adegan rekonstruksi di tempat kejadian perkara, Jalan Tani, Gang Cisadane, Singkawang Barat, Rabu (14/8). Hadir dalam rekontsruksi itu, Plt Kasat Reskrim Polres Singkawang, IPTU Suprihatin, Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Yusuf,SH, Penasehat Hukum tersangka, Jamaan Elvi Eluwis SH.MH.

“Ini untuk melengkapi berkas perkara, salah satunya rekonstruksi. Rekonstruksi ada sembilan adegan yang diperagakan tersangka pelaku,” ujar Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi,SIK,MH, melalui Plt Kasat Reskrim Polres Singkawang, IPTU Suprihatin.

Penasehat hukum tersangka, Jamaan Elvi Eluwis, SH.MH., mengatakan rekonstruksi menggambarkan tindakan tersangka pada saat kejadian, yang dilaksanakan pihak kepolisian. “Nanti memudahkan kejaksaan dan kami selaku penasehat hukum di persidangan,” katanya. Mewakili tersangka, ia meminta maaf kepada keluarga korban atas tindakan tersangka terhadap korban.

Rekonstruksi yang antusias disaksikan warga mereka kembali adegan pembunuhan yang menggemparkan masyarakat Kota Singkawang itu. Tak ayal, mereka pun sibuk mendokumentasikan momen rekontruksi dengan ponsel masing-masing.

KEJADIAN ANEH TETANGGA

Peristiwa maut di kamar kos Jalan Cisadane, Singkawang Barat, itu menyisakan cerita tersendiri dari tetangga korban. Adalah Dwi Supriansyah, mengaku mengalami beberapa kejadian aneh pasca pembunuhan itu.

“Satu hari setelah kejadian, saya mengalami perasaan yang kurang enak. Saya mencium bau menyengat seperti telur busuk selama beberapa hari,” ujar Dwi Supriansyah, tetangga kos korban, usai rekontruksi, Rabu (14/8).

Tak hanya aroma busuk menyengat saja menyambar penciumannya. Yang ternyata adalah bau mayat di kamar kos setelah dibuka paksa petugas. “Usai kejadian itu, saya mengalami hal aneh. Mulai dari suara perempuan menangis dan meminta tolong,” katanya.

Dwi coba mengusir rasa aneh dan seram itu yang yang mengganggu itu dengan berdzikir. Setelah zikir itulah, kata Dwi, ada suara sebanyak dua kali memanggil namanya. Gaung suara yang memanggil namanya itu membuatnya agak takut juga.

“Bukan hanya saya yang merasakan itu. Tetangga kos di sebelahnya juga merasakan, dan mereka akhirnya pindah kos karena tak tahan dengan kejadian itu,” ujarnya.

Hanya saja, Dwi Supriansyah ini lebih bernyali dan masih tidak mau pindah kos. Padahal kamar kosnya persis bersebelahan dengan korban. ”Selama barang itu tak berwujud, tak masalah. Kan belum ada sejarah orang mati dicekik hantu,” tuturnya, tersenyum yakin. (Suhendra/rk)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:37

Mulai Renggut Nyawa, Diduga ISPA, Warga Meninggal Dunia

MEMPAWAH- Kabut asap yang menyebabkan pencemaran udara di wilayah Kabupaten…

Jumat, 20 September 2019 11:29

Sulit Dapatkan Solar Sopir Truk Unjuk Rasa

SINGKAWANG- Puluhan sopir truk menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan solar bersubsidi…

Senin, 16 September 2019 13:57

KENAPA INI..? Tiga Perusahaan Sawit Malaysia Disegel

KETAPANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyegel dua…

Senin, 16 September 2019 01:01

Siswanya Libur karena Asap Kebakaran, Ehh...Sekolahnya Malah Ikut Terrbakar

SAMBAS-  Jumat (13/9) sekitar pukul 11.00 WIB pekan lalu, giliran…

Senin, 16 September 2019 00:49

Belasan Ruko Hangus, Kerugian Belasan Miliar

SINTANG–Sebanyak 18 rumah toko (ruko) di Jalan Majapahit, Kelurahan Kapuas…

Minggu, 15 September 2019 10:08

Dua Kepala Daerah Bertemu, Bahas Masalah Ini..

SINTANG-Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha…

Minggu, 15 September 2019 10:00

10 Perusahaan Sawit Terindikasi Karhutla, Satu Membantah

PUTUSSIBAU – Satu dari sepuluh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terindikasi…

Minggu, 15 September 2019 09:50

Enam Lokal Kelas SD Terbakar, Siswanya Terpaksa Menumpang

Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Kali…

Kamis, 12 September 2019 14:29

Sekda Sintang Diperiksa 5 Jam

SINTANG- Mobil berplat merah bernopol KB 6 E terlihat parkir…

Rabu, 11 September 2019 15:12

Mahkamah Agung Tolak PK PT WHW-AR

KETAPANG-  Mahkamah Agung RI melalui Surat Putusan Nomor 475 PK/PDT/2019…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*