UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 14 Agustus 2019 11:33
ALHAMDULILLAH..!! Hujan Akan Meluas ke Wilayah Kalbar Hingga 1 Minggu ke Depan
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Supadio Sutikno mengatakan, setelah sekitar 17 hari tidak hujan di Kota Pontianak dan sekitarnya, kemarin hujan tidak merata di sebagian wilayah Kota Pontianak dan Kubu Raya. “Hujan turun dengan intensitas lebat berdurasi singkat disertai angin kencang berdurasi singkat. Berdasarkan , telah terjadi angin puting beliung di wilayah Sungai Ambawang, Kubu Raya,” ungkapnya.

Data Stasiun Meteorologi Supadio, Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak dan Stasiun Klimatologi Mempawah, tidak menunjukkan adanya angin kencang. Analisis menggunakan radar cuaca dengan produk PPI Radial Velocity pada elevasi terendah, diperoleh kecepatan angin hingga 45 knot (sekitar 81 km/jam) di sekitar lokasi kejadian pada jam 15.29 WIB.

“Kejadian ini bersifat local. Hanya di wilayah dengan radius yang tidak luas akibat adanya aktivitas awan Cumulonimbus. Pembentukan awan Cumulonimbus ini diakibatkan konvektif yang kuat/tinggi di sekitar Kota Pontianak,” kata Sutikno.

Saat ini, lanjut Sutikno, hujan baru turun di sebagian Kabupaten Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sambas, Pontianak dan Kubu Raya.

“Diprakirakan hujan akan meluas ke wilayah Kalbar lainnya hingga 1 minggu ke depan dengan intensitas ringan-sedang hingga lebat,” katanya.

Terkait dengan mulai turunnya hujan diprakirakan hingga beberapa hari ke depan, masih perlu diwaspadai potensi hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Terutama pada siang hingga sore hari.

”Sehubungan dengan belum meratanya curah hujan, Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak tetap mengimbau agar tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan,” katanya.

Ditambahkan Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Erika Mardiyanti, data kecepatan angin maksimum di Stasiun Meteorologi Supadio, Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak dan Stasiun Klimatologi Mempawah tidak menunjukkan adanya angin kencang. Analisis menggunakan radar cuaca dengan produk PPI Radial Velocity pada elevasi terendah diperoleh kecepatan angin hingga 45 knot (sekitar 81 km/jam) di sekitar lokasi kejadian pada jam 15.29 WIB.

"Kejadian ini bersifat lokal, hanya di wilayah dengan radius yang tidak luas akibat adanya aktifitas awan Cumulonimbus. Pembentukan awan Cumulonimbus ini diakibatkan konvektiv yang tinggi di sekitar Kota Pontianak," jelasnya.

Saat ini hujan baru turun di sebagian Kabupaten Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sambas, Kubu Raya dan Kota Pontianak. Bahkan diprakirakan hujan ke depan akan meluas ke wilayah Kalbar lainnya hingga 1 minggu ke depan dengan intensitas ringan - sedang hingga lebat.

Karena belum meratanya curah hujan, Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak tetap menghimbau agar tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan. "Begitu juga perlu diwaspadai potensi terjadinya hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat terutama pada siang hingga sore hari," tukasnya. (rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*