UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 14 Agustus 2019 11:29
Dihantam Puting Beliung, Ratusan Rumah Berantakan
DITERJANG ANGIN RIBUT. Sebagian perumahan yang rusak diterjang angin ribut, atapnya lepas beterbangan, Selasa (13/8). Tri Yulio HP-RK

PROKAL.CO, SUNGAI AMBAWANG-  Dilansir Rakyat Kalbar, sejumlah perumahan di Kubu Raya diporakporandakan angin ribut, Selasa (13/8) sore. Menyusul hujan super lebat walau sekejap di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Angin puting beliung yang menyertai hujan menyambar puluhan unit rumah. Sedikitnya tiga komplek perumahan, yakni Komplek Arafah, Komplek Permata, Komplek Borneo, berhamburan atapnya. Komplek BTN Arafah di Jalan Ampera, Desa Ampera Jaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, cukup parah diserbu angin sekitar pukul 16.00 WIB.

"Pokoknye anginnye kuat, mutar-mutar sampai terangkat atap rumah tu. Membuat kami panik dan berlarian," ungkap Nasir, pekerja Komplek Arafah, saat sedang mengerjakan salah satu rumah.

Sebagian rumah masih bisa ditempati. Namun, lebih banyak yang memilih mengungsi. Ryan, warga yang sedang berada di warung kopi sempat mengabadikan kejadian itu di handphonenya. Atap-atap rumah beterbangan digasak angin beriringan dengan hujan begitu lebat.

“Pas saya lihat seng-seng atap rumah orang beterbangan kena angin. Pokoknye angin tu bercampur dengan hujanlah,” ungkapnya.

Satinem, penghuni komplek Arafah, dapur rumahnya yang rusak paling parah. Atap dapurnya lepas beberapa bagian dinding retak. Ngerinya, saat kejadian dia bersama tiga anaknya berada dalam rumah. Dari luar terdengar suara teriakan orang menyuruh seluruh warga yang masih dalam rumah untuk keluar.

“Saya lihat di luar orang udah berlarian. Memang saya ada dengar suara gemuruh, saya pikirkan hanya hujan jak. Rupanya angin udah ngantam rumah orang,” ujarnya.

Spontan, bersama ketiga anaknya berlari ke arah depan komplek menyelamatkan diri. Seorang petugas meminta warga untuk masuk ke dalam ruko yang dijadikan sebagai kantor pemasaran perumahan.

“Pas orang-orang nak masuk ke dalam, disuruh keluar lagi karena khawatir rubuh juga kan,” ungkapnya.

Data sementara, kata Kastini, Kasi Kesra Kecamatan Sungai Ambawang, terdapat dua rumah yang hancur di Komplek Borneo dan Permata. Tak hanya atap, dinding yang terbuat dari beton pun ikut tumbang dihantam angin.

“Rumah yang ada di komplek itu pokoknya habis sekali, rubuh,” ungkapnya.

Total rumah yang rusak di tiga komplek ini mencapai 100 lebih, dengan rincian 10 ruko dan sekitar 90 an perumahan yang telah dihuni dan yang masih dalam proses pembangunan. Untuk sementara, Kastini belum bisa memastikan apakah pihak Kecamatan akan menyiapkan tempat pengungsian untuk warga yang terdampak kejadian ini.

“Kita lihat nanti, jika memang dibutuhkan akan kita sediakan tempat pengungsian,” tutupnya.

71 BANGUNAN RUSAK

Akibat terjangan puting beliung disertai hujan, ratusan unit bangunan di Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya, rusak berat. Kapolsek Sui Ambawang AKP Joko Sutriyatno menghitung kurang lebih 60 unit rumah terdiri dari 11 unit sudah ditempati dan 49 unit masih kosong.

“Kerugian materil belum dapat ditaksirkan namun dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” kata Joko, Selasa (13/8).

Rasuli, warga setempat, melihat angin yang berputar yang membawa sampah terbang di udara dari arah selatan menuju ke perumahan Arafah. “Pak Rasuli ini langsung lari dari belakang perumahan berteriak kepada penghuni agar keluar dari rumah menyelamatkan diri. Ada angin puting beliung,” tutur Kapolsek.

Kepala Dinas Sosial KKR, Nursyam Ibrahim, masih melakukan pendataan rumah yang terkenah musibah itu. “Kita sesuai aturan, hanya membantu yang bersifat sosial, seperti pakaian, tenda-tenda makanan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Nuryasm juga koordinasi dengan instansi terkait terutama dinas sosial Provinsi.

“Kalau kesehatan tetap dinas kesehatan, bencananya di BPBD, kalau rumah di dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup. Semuanya ada tupoksinya masing-masing. Intinya kami masih melakukan pendataan,”katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Marijan mengatakan, higga saat ini belum ada laporan masyarakat yang jadi korban putting beliung. “Namun tetap kami waspada, karena lokasi kejadian tidak jauh dari Puskesmas Ambawang. Muda-mudahan tidak ada korban jiwa,” harapanya.(Tri Yulio HP, Nova Sari, Rizka Nanda, Syamsul Arifin/rk)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*