UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 11 Agustus 2019 10:34
RASAKAN..!! Residivis Kembali Beraksi, Polisi pun Lepaskan Peluru

PROKAL.CO, PONTIANAK – Aksi Deni Batara alias Deni berakhir. Penjahat kambuhan itu ditangkap polisi di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara pada Kamis (8/8) malam. Saat ditangkap Deni perlawanan. Ia berusaha melarikan diri dari kejaran polisi. Tembakan peringatan yang dilepas tak diindahkan, hingga polisi menembak kaki kirinya. 

Deni terkulai. Timah panas dari pistol milik polisi mengenai kakinya. Pelaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Pontianak untuk mendapatkan perawatan intensif. 

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak, Iptu Jatmiko mengatakan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari kasus pencurian yang terjadi di gedung Audit Universitas Tanjungpura, Pontianak pada 28 Juli 2019. Saat itu korban, Febi dan ibunya menghadiri acara pernikahan. Pelaku yang berada di lokasi, lalu merampas tas milik orangtua korban yang berisikan satu unit telepon genggam seharga Rp5 juta. 

“Dari laporan korban itulah, kami melakukan penyelidikan,” kata Jatmiko. 

Jatmiko menerangkan, pada Kamis, 8 Agustus 2019 sekitar pukul 21.00, polisi menerima informasi jika ada seorang laki-laki bernama Hafiz di Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, sedang menguasai satu unit telepon genggam diduga hasil kejahatan. 

Berdasarkan informasi itu, lanjut Jatmiko, polisi langsung bergerak menuju alamat tersebut. Setibanya di lokasi, penggerebekan dilakukan dan pelaku penadah barang hasil kejahatan berhasil ditangkap. Dari tangannya disita barang bukti satu unit telepon genggam. 

“Dari interogasi, Hafiz mengaku membeli handphone itu dari seorang laki-laki bernama Deni, yang tinggal di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara,” ucapnya. 

Berbekal keterangan pelaku pertama, Jatmiko menambahkan, malam itu juga dilakukan serangkaian penyelidikan. Dari data yang ada, Deni diketahui adalah penjahat kambuhan yang sudah dua kali keluar masuk penjara. 

Jatmiko menerangkan, berbekal petunjuk yang ada, pihaknya langsung menuju kediaman Deni di Jalan 28 Oktober. Setibanya di kediamannya, pelaku yang sudah mengetahui keberadaan polisi langsung melarikan diri. 

“Saat pelaku berusaha melarikan diri, anggota sudah melepaskan tembakan peringatan agar yang bersangkutan menyerahkan diri. Namun tembakan itu tidak diindahkan. Sehingga diambil tindakan tegas dengan tembakan melumpuhkan,” terangnya. 

Jatmiko menyatakan, dari dalam tas pelaku berhasil ditemukan barang bukti berupa dua satu unit telepon genggam. “Untuk pelaku pertolongan jahat akan dikenakan pasal 480 dengan ancaman pidana penjara empat tahun. Sementara pelaku utama, Deni akan dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun,” tuturnya. 

Upaya perburuan terhadap pelaku-pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat terus dilakukan kepolisian. Setelah berhasil menangkap Deni, penjahat kambuhan, polisi meringkus dua pelaku pencurian, yakni Abdurrahman. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Pulli mengatakan, Abdurrahman, diketahui telah mengambil satu unit telepon genggam seharga Rp3 juta di Jalan Tabrani Ahmad, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis, 25 Juli 2019. 

Rully menjelaskan, setelah menerima laporan korban, anggota Polsek Pontianak Barat melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan itu, pelaku ditangkap di kediamannya, Jalan Tebu, pada Selasa, 6 Agustus 2019. “Dari tangannya disita barang bukti satu unit telepon genggam hasil kejahatan,” kata Rully. 

Sedangkan FA ditangkap karena mencuri sepeda motor milik Syamsul Bahri di Jalan Kom Yos Sudarso, di kawasan kantor ASDP Indonesia. Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Abdullah mengatakan, aksi FA ini dilakukan pada Senin (5/8) sekitar pukul 09.00. Kejadian bermula saat FA sedang berjalan kaki pergi bekerja dan melintasi area parkir di samping kantor ASDP Indonesia Feri. Pelaku melihat sepeda motor korban yang sedang terparkir tanpa pengawasan.

“Pelaku tergiur membawa kabur sepeda motor milik Syamsul Bahri tersebut," ujar Abdullah, Jumat (9/8).

Abdullah menambahkan, setelah memastikan kondisi sekitar aman pelaku kemudian mendekati sepeda motor yang tengah parkir tersebut dan mencoba untuk membujurkan stang untuk memastikan apakah terkunci atau tidak. Setelah dicoba, motor tersebut ternyata dalam keadaan tidak terkunci stang.

"Pelaku kemudian mengeluarkan motor tersebut dari tempat parkir, dan kemudian mendorongnya untuk dibawa kabur," tambahnya.

Sementara pemilik motor baru mengetahui beberapa saat setelah ingin keluar dan mendapati sepeda motornya telah raib dari tempat Ia meninggalkan kendaraannya tersebut. Mendapati hal itu (kehilangan motor), kata Abdullah, korban langsung mendatangi Mapolsek Pontianak Barat guna melaporkan bahwa Ia telah menjadi korban pencurian. Selain itu, atas kejadian tersebut korban juga mengaku mengalami kerugian senilai lima juta rupiah.

"Berangkat dari laporan itulah, tim kemudian mendatangi TKP untuk melakukan berbagai penyelidikan dan penyidikan guna mendapatkan bukti-bukti terkait pencurian sepeda motor tersebut," katanya.

Setelah melakukan berbagai penyelidikan, lanjutnya, tim mendapatkan beberapa bukti dan membidik satu nama yang diduga sebagai dalang dari pencurian sepeda motor di samping kantor ASDP Indonesia Ferry tersebut, yang tak lain dan tak bukan mengarah kepada FA. Guna membuktikannya, tim langsung memburu keberadaan pelaku untuk memastikan hal tersebut. 

"Pelaku saat ini sudah ditahan di sel, dan terancam dikenakan hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Yakni dalam Pasal 363 KUHP Sub Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan hukum kurungan lima tahun," pungkasnya. (adg/sig) 

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*