UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 11 Agustus 2019 08:58
Restorasi Lahan Gambut Perlu Waktu Lama
SELIDIKI PENYEBAB KARHUTLA. Polres Sintang menerjunkan jajaran Reskrim Unit Tipiter untuk selidiki kasus Karhutla yang melanda lahan gambut di Kota Sintang, Senin (5/8). Saiful Fuat-RK

PROKAL.CO,

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, restorasi lahan gambut tak serta merta langsung menjamin menghentikan kebakaran dalam waktu singkat. Apalagi, lahan gambut di Kalbar sebagian besar sudah terlanjur dirusak. Pernyataan itu diungkapkan Deputi Badan Restorasi Gambut (BRG), Alue Dohong.

“Restorasi lahan gambut yang sudah dirusak butuh waktu lama. Perlu dipahami, bahwa restorasi ini merupakan proses jangka panjang. Bukan berarti ketika kita sudah pasang sekat kanal, lalu sudah beres, tidak terbakar,” paparnya.

Kemajuan atau kemunduran, setelah lebih setengah abad baru terpikirkan masalah sekat kanal lahan gambut di Kalbar? Menurut Alue, sekat kanal yang dibuat untuk membasahi lahan gambut baru bisa berfungsi maksimal apabila konsep pembangunannya juga dilakukan dengan benar.

Artinya, membangun sekat kanal di lahan gambut harus dengan perhitungan. Tak boleh sembarangan. Polanya musti menggunakan sekat seperti tangga. Agar air mengalir sampai ke dasar lahan gambut, dan tidak mudah kering.

Selama ini, kata Alue, ada beberapa segmen kanal yang dibuat di lahan gambut di wilayah Rasau Jaya, belum berfungsi melembabkan lahan secara maksimal. Sebabnya, sekat kanal yang dibuat hanya dua tingkat. Akibatnya, pasok air tak mencukupi untuk membasahi lahan gambut yang kedalamanya rata-rata di atas 10 meter itu.

“Kita keterbatasan anggaran. Kita cuma bangun dua tingkat. Padahal kebutuhannya bisa 10 tingkat,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 05 Agustus 2020 11:26

Warga Jombang yang Positif Covid-19 Itu Kabur, Terlacak di Pontianak Timur

PONTIANAK-Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) resmi mengumumkan kepada masyarakat agar…

Selasa, 04 Agustus 2020 13:41

Gubernur Keluarkan Sanksi Lagi bagi Maskapai

PONTIANAK – Maskapai Lion Air mendapat sanksi larangan terbang selama satu…

Senin, 03 Agustus 2020 11:59

Pekerja Bangunan Terpapar Covid-19, Gubernur Kalbar Minta Tempat Isolasi Layak

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu…

Senin, 03 Agustus 2020 11:57

Gubernur Kritik Pengawasan Penumpang di Bandara

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengkritik pengawasan penumpang di Bandar…

Minggu, 02 Agustus 2020 10:40
Tiga Guru Positif Covid-19

Di Kalbar, Tujuh Daerah Zona Hijau Boleh Sekolah Tatap Muka

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyebutkan ada tiga guru di…

Rabu, 29 Juli 2020 12:25

Klaster Baru, 16 Pekerja Bangunan Asal Jawa Positif Covid-19

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengidentifikasi…

Selasa, 28 Juli 2020 10:12

Sudah Kearifan Lokal, Buka Lahan Pertanian dengan Cara Membakar akan Diatur dalam Pergub

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) akan menyempurnakan regulasi…

Minggu, 26 Juli 2020 12:47

Perjuangan Suami Istri yang Sulap Pantai Mendalok Jadi Hutan Mangrove: Pernah Disebut Gila dan Stress

SETELAH puluhan tahun, kini kawasan abrasi di Pantai Mendalok, Kecamatan…

Sabtu, 25 Juli 2020 11:07

Mabuk Bareng, Dipukul Pakai Tebu, Dibalas Pakai Gunting, Tewaslah....

SINTANG – Kasus pembunuhan yang terjadi pada Jumat (10/7) lalu di…

Kamis, 23 Juli 2020 13:32

Dua Petugas Nekat Lompat ke Lambung Kapal Pencuri Ikan

PONTIANAK – Kapal Pengawas milik Ditjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers