UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 11 Agustus 2019 08:55
Lahan Gambut Terbakar, Pemadamannya Lebih Lama

Lahan Gambut di Kalis Terbakar

PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran saat berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Kalis, malam kemarin. Hampir empat jam waktu yang dibutuhkan mereka untuk menjinakkan si jago merah. ISTIMEWA

PROKAL.CO, NANGA KALIS – Butuh waktu empat jam buat anggota kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang membakar lahan milik salah satu warga di Kecamatan Kalis. Lahan yang terbakar tersebut letaknya hanya 350 meter dari jalan poros lintas selatan, sehingga menyita perhatian warga. 

Lahan gambut yang terdapat di kiri serta kanan jalan raya di daerah Kalis tersebut terbakar pada dini hari. Api berhasil dipadamkan dilakukan oleh tim gabungan sejak pukul 03.30 WIB hingga 07.30 WIB.

 “Lahan gambut yang terbakar itu merupakan lahan kosong yang tidak digarap oleh pemiliknya. Kami masih selidiki penyebab kebakaran tersebut,” kata Kapolsek Kalis IPDA Febri, dilansir Pontianakpost.co,id..

Menurut Febri, kebakaran yang terjadi dengan jarak 350 meter itu menghanguskan lahan gambut di dua titik masing-masing, di mana satu lahan berluas 80x100 meter dan lahan lainnya 100x100 meter. “Ketika api sudah berhasil dipadamkan, tim gabungan terus melakukan pendinginan agar api tidak menyala kembali," ucap Febri.

Ia menegaskan, apabila ditemukan ada pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan gambut tersebut, maka kepolisian tidak akan segan-segan melakukan tindakan sesuai aturan berlaku. "Saya (mohon) dukungan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran lahan lagi, terutama lahan gambut," pinta Febri.

Menyikapi adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi disejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu, Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero yang hadir dalam undangan tersebut menyampaikan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo terkait karhutla. Disebutkan dia, ada beberapa poin arahan dari Presiden, salah satunya meningkatkan upaya pencegahan.

“Beberapa kepala daerah diundang Presiden terkait karhutla, salah satunya Kapuas Hulu dan memang ada beberapa poin arahan Presiden,” kata Antonius.

Disampaikan Antonius, dalam pertemuan itu sejumlah arahan Presiden di antaranya agar diprioritaskan pencegahan melalui patroli dan deteksi dini, penataan ekosistem gambut agar gambut tetap basah. Kemudian, sesegera mungkin memadamkan api bila ada api dan lakukan pemadaman sebelum api membesar, serta meningkatkan langkah penegakan hukum sudah baik dan terus tingkatkan serta konsisten. “Beberapa poin itu menjadi atensi Pak Presiden,” katanya.

Selain itu, kata Antonius, Presiden juga menyampaikan agar karhutla pada tahun 2015 tidak terulang lagi. Presiden menyampaikan kepada mereka bahwa pada saat itu ada sekitar 2,6 juta hektare dengan kerugian Rp221 triliun, di mana karhutla terjadi hampir di semua provinsi di Indonesia.

Tahun 2016 hingga 2019, diungkapkan juga bahwa jumlah hotspot menurun, tetapi pada 2018 mengalami peningkatan, sehingga jangan sampai hal tersebut terjadi dan jumlah hotspot harus turun setiap tahun.

“Yang paling penting disampaikan juga oleh Pak Jokowi yaitu pencegahan, jangan sampai api besar baru bingung memadamkannya, Babinsa dan Babinkantibmas harus cek langsung jika ada hotspot,” jelas Antonius.

Ditambahkan Antonius, tahun ini menurut Presiden asap ada lagi mengganggu negara tetangga. Hal tersebut diharapkan dia agar segera diselesaikan sehingga kita tidak malu dengan negara tetangga. “Jadi beberapa poin itu yang disampaikan Pak Jokowi, tentu itu menjadi perhatian dan tanggungjawab kita bersama,” ucap dia.

Antonius mengatakan untuk di Kapuas Hulu, sudah mengambil langkah sesuai arahan Presiden. Bahkan, dia menambahkan, Tim Gabungan Satgas Karhutla sudah di sebar di beberapa titik rawan. “Jika pun ada hotspot di Kapuas Hulu itu karena saat ini musim membakar ladang, yang sifatnya tidak akan lama paling satu hingga dua jam saja,” jelas Antonius.

Ia berharap tidak ada lagi hotspot atau Karhutla selepas musim bakar ladang. "Saya minta masyarakat benar - benar menjaga, karena memang Karhutla itu berdampak luas terutama terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesehatan," pesan Wabup. (arf)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*