UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 09 Agustus 2019 00:53
Sudah Ketahuan..!! Gubernur Ultimatum Perusahaan Penyumbang Asap
Sutarmidji

PROKAL.CO, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji telah menerima laporan dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kalbar terkait dugaan adanya titik panas (hotspot) di lahan konsesi perusahaan atau korporasi. Sampai saat ini terpantau ada 11 hotspot di lahan 10 perusahaan se-Kalbar. 

Dari 10 perusahaan tersebut semuanya adalah perkebunan sawit. Empat berada di Kabupaten Sanggau, dua di Kapuas Hulu, tiga di Ketapang dan satu di Sintang. "Sebut saja (perusahaannya), mereka dipersilakan klarifikasi," ungkap pria yang akrab disapa Midji itu kepada awak media, Rabu (7/8) seperti dilansir Pontianakpost.co.id.

Untuk perusahaan yang sudah terdeteksi adanya titik panas di lahan konsesinya, Midji memberi waktu tiga kali 24 jam. Jika setelah tenggat tersebut masih ditemukan adanya titik panas maka perusahaan yang bersangkutan harus siap dikenai sanksi tegas. "Saya akan sanksi tegas. Mereka main-main saja, yang enak mereka yang repot kami, yang sakit masyarakat karena udara tak sehat," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Disbun Kalbar, Florentinus Anum menjelaskan, data mengenai sebaran titik panas di lahan konsesi ini diolah dari data hotspot milik Lapan. Caranya titik koordinat hotspot dari data Lapan di-overlay-kan dengan data konsesi perusahaan dari peta IUP dan peta lainnya. "Dari sana kami tahu bahwa hotspot masuk di arel dia (perusahaan)," katanya. 

Memang, lanjut dia, adanya hotspot belum berarti pasti sudah terjadi kebakaran. Sebab hotspot merupakan deteksi titik panas yang kebenarannya harus dibuktikan secara langsung di lapangan. Selain itu, titik panas yang ada di areal perusahaan ini juga harus dipastikan apakah berada di lahan produktif atau tidak. 

"Apakah di daerah yang ditanam atau mungkin di semak-semak, ini kita belum tahu, karena areal IUP kan luas," paparnya.  Ia mencontohkan, misalnya ada IUP seluas 15 ribu hektare. Biasanya yang sudah ditanami hanya sekitar 10 ribu hektare. Artinya masih ada sekitar lima ribu hektare yang kosong atau berupa semak belukar. "Mungkin bisa jadi hotspot ini berada di semak-semak, kan begitu, tapi tetap masuk wilayah konsesi," jelasnya.

Untuk memastikan data ini, lebih lanjut pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas perkebunan di masing-masing kabupaten. Pihak kabupaten yang nantinya akan membuktikan apakah benar terjadi terbakaran lahan atau tidak. "Kalau saya lihat, menurut saya, hotspot ini pasti di luar (lahan) tanamannya, tapi kan belum tahu juga, makanya kami perlu klarifikasi. Kami akan minta ke disbun kabupaten," paparnya.

Intinya adalah sudah terdeteksi bahwa ada hotspot di wilayah konsesi perusahaan perkebunan tersebut. Dalam hal ini, Disbun Kalbar sifatnya hanya melakukan monitoring untuk kemudian dilaporkan ke kepala daerah (gubernur). 

Jika dari data yang disampaikan itu memang terbukti terjadi kebakaran, langkah selanjutnya akan menjadi kewenangan aparat penegak hukum. "Yang jelas tugas kami melihat dan mengawasi hotspot yang ada di konsesi. Itu saja yang kami sajikan ke pimpinan," ucapnya. 

Melihat dari sisi kewenangan perizinan perkebunan, jelas Anum, secara umum berada di pemerintah kabupaten (Pemkab). Seluruh perizinan dikeluarkan oleh kabupaten lewat bupati masing-masing. Demikian pula tanggung jawab pengawasan, pembinaan dan pengawalan perizinan yang diberikan. “Ketika izin dikeluarkan kabupaten, kabupaten punya kewajiban mengawasinya," kata dia.

Anum mengatakan ia sangat mendukung langkah Gubernur Kalbar yang akan mengeluarkan peraturan daerah (Perda) atau peraturan gubernur (Pergub) mengenai sanksi terhadap perusahaan yang lahannya terbukti terbakar. Dengan demikian, dasar hukum untuk penindakan terhadap perusahaan bakal lebih jelas. (bar)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 08:00

Sudah 61 Tersangka Karhutla, 9 Korporasi Disegel

 PONTIANAK-. Polda Kalbar sudah menetapkan 61 tersangka Karhutla, dua diantaranya …

Selasa, 17 September 2019 06:43

Kabut Makin Pekat, Dinkes Sediakan 7 Rumah Oksigen

PONTIANAK-Kondisi udara di Kota Pontianak berdasarkan informasi konsentrasi Partikulat (Pm10)…

Selasa, 17 September 2019 06:40

24 Penerbangan Sempat Delay, Semoga Asap Tak Terlalu Tebal Lagi

SUNGAI RAYA — Masih tebalnya kabut asap membuat aktivitas penerbangan…

Senin, 16 September 2019 14:26

Asap Bikin Ekonomi Kalbar Sesak Napas

PONTIANAK- Ahad (15/9), akhirnya apa yang dikhawatirkan Presiden Joko Widodo…

Senin, 16 September 2019 14:23

Duh Derita Banget, Sudah Kena Asap, Warga Juga Susah Dapat Air Bersih

SAMBAS – Selain rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, cuaca panas…

Senin, 16 September 2019 13:55

PARAH..!! Hotspot di Kalbar Meluas, Tembus Seribuan

PONTIANAK-  Perubahan iklim atau pemanasan global (global warming) berupa kemarau…

Senin, 16 September 2019 12:04

Bandara Supadio Lumpuh Total, 37 Penerbangan Dibatalkan

SUNGAI RAYA - Sebanyak 37 penerbangan dari dan menuju Bandara…

Senin, 16 September 2019 11:59

Ketapang Dikepung Kabut Asap, Ribuan Warga Salat Minta Hujan

KETAPANG-. Sebagai langkah ikhtiar untuk mengakhiri musim kemarau panjang yang…

Senin, 16 September 2019 11:58

Karhutla di Perusahaan Malaysia Belum Padam

MELAWI- Satuan Tugas Gabungan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Melawi…

Senin, 16 September 2019 00:58

Desa Temajuk, Terisolasi Sejak Berdiri, Orang Sakit Paling Menderita, Kini Mulai Menggeliat

Warga Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas pernah hidup dalam keterisolasian.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*