UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 05 Agustus 2019 12:59
Hotspot Bertambah di 6 Daerah, Kabut Asap Bikin Resah
MEMERAH: Pesawat melintasi matahari yang memerah akibat tertutup asap tebal kemarin. Kebakaran lahan mulai merambah mendekati kebun warga hingga pemukiman serta mempengaruhi kualitas udara Kota Pontianak. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, PONTIANAK—Tidak turun hujannya hingga penyebabkan wilayah Kalimantan Barat menjadi kering sepertinya bakalan lama. Penyebabnya yakni sebaran hotspot mengecil tetapi jumlahnya terus bertambah. Kalau sebelumya 10 daerah yang disasar, kini 6 Kabupaten/Kota di Kalbar dipapar titik panas dalam jumlah tidak sedikit. “Kemarin hanya sebanyak 62 titik panas yang muncul. Untuk hari ini (kemarin) bertambah menjadi 87 titik api,” kata Sutikno, Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Minggu(4/8).

Menurut dia, tidak turun hujan dalam waktu dekat memang menyebabkan sebaran hotspot muncul. Berdasarkan olahan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Supadio Pontianak dari peta sebaran hotspot dari olahan data LAPAN dengan mempergunakan sensor MODIS pada satelit TERRA dan AQUA memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami sebaran titik api dari tanggal 4 Agustus pukul 07.00 sampai pukul 17.00 Wib. 

“Dari Kabupaten Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang dan Kapuas Hulu yang masuk wilayah timur Kalbar terpapar puluhan titik api,” ucapnya dilansir Pontianakpost.co.id.

Wilayah penyumbang titik panas terbanyak berada di Kabupaten Sintang yakni diketahui sebanyak 22 hotspot. Sebelumnya hanya 18 titik panas. Kabupaten Sanggau menyusul angka berikutnya bertambah titik api dari 15 titik menjadi 18 titik panas. Selanjutnya kabupaten Ketapang dan Kapuas Hulu menyumbang masing-masing 16 dan 11 titik panas.

Untuk kabupaten lainnya seperti Kabupaten Kubu Raya, Bengkayang dan Landak hanya sama sekali tidak terpantau titik panas. Dia melanjutkan bahwa munculnya jumlah titik panas memang membuat beberapa wilayah Kalbar rentan dan berpotensi mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, tidak turunnya hujan juga menyebabkan terjadi perubahan pola cuaca. Sore hari, kabut sudah mengganggu pengendara kendaraan bermotor lalu lalang.”Waduh kabutnya pekat ini. Apa bahaya atau tidak kabut asap ini,” sambung Andri salah satu pengemudi kendaraan roda dua di Sungai Raya. Pekatnya kabut mengitari wilayah Kota Pontianak dan Kubu Raya. ”Kami minta pemerintah umumkan, apa kabut pekat sekarang masuk kategori bahaya,” tuturnya.

Berdasarkan analisa parameter cuaca  sebagian besar wilayah Kalbar untuk satu minggu ke depan masuk kategori mudah dan sangat mudah terbakar.  “Harus diwaspadai dan berhati-hati membakar lahan,” pintanya.

Sutikno melanjutkan bahwa untuk jarak pandang mendatar di Bandara Supadio Pontianak secara umum memang lebih dari 1000 meter (1km). Hanya jarak pandang sempat mendera dengan jarak sekitar 100 meter. Itu terjadi pada tanggal 29 Juli kemarin “Penyebabnya tetap kabut,” katanya.

Di lapangan pantauan kondisi cuaca dan prospek cuaca di Kalbar update tanggal 4 Juli  pukul 08.30 Wib, memperlihatkan bahwa  arah angin dominan bergerak dari arah Tenggara- Barat. Kecepatan angin maksimum tertinggi sebesar 30 km/jam terjadi di Kabupaten Ketapang.

Sementara, Kota Khatulistiwa ini juga masih terpantau suhu udara maksimum tertinggi yang mencapai 34,4 derajat celcius. Untuk suhu udara minimum terendah sebesar 22,0 derajat celcius terjadi di Kabupaten Sintang.

Lebih lanjut dikatakan bahwa peluang curah hujan tetap ada. Beberapa wilayah Kalbar masih berpeluang terjadi hujan. Alasannya secara umum kondisi cuaca cerah berawan. Hanya memang hari tanpa hujan di wilayah Kalimantan Barat cukup kuat dan termasuk dalam kriteria sangat pendek 0 - 5 hari, (6-10) hari, dan 11-20 hari.(den) 


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*