UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 05 Agustus 2019 12:55
Buayanya Ngga Dapat-Dapat, Warga Kian Resah
BURU BUAYA: Petugas memasang perangkap untuk menangkap buaya yang sebelumnya muncul di Sungai Singkawang. Hingga Minggu (4/8) kemarin, perburuan buaya itu belum membuahkan hasil. Insert, buaya naik ke tangga rumah warga. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

PROKAL.CO, SINGKAWANG - Keberadaan Buaya di Sungai Singkawang membuat heboh. Beberapa kali kemunculannya terekam kamera warga. Hasil rekaman atau jepretan kamera yang kemudian diunggah di media sosial itu lalu menjadi viral. Terakhir video viral yang berseliweran di jagat maya yakni buaya yang sudah menapaki anak tangga belakang rumah warga.

Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada 28 Juli 2019 di Sungai Singkawang, di antara Jalan Setia Budi dan Jalan Budi Utomo. Sontak hal itu bikin kaget masyarakat, baik di dunia maya maupun nyata. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie pun tak terkecuali. 

Cerita kemunculan buaya ini bukan kali pertama. Sejak 2016 sudah terdengar kabar mengenai kemunculan buaya. Boleh jadi waktu itu ukuran badannya belum besar, sehingga tidak begitu menghebohkan. 

Diberitakan Pontianakpost.co.id, munculnya buaya di bantaran Sungai Singkawang membuat resah warga. Penduduk sekitar mengaku cemas dan terancam keselamatannya. “Kami minta pihak terkait segera turun tangan. Kami harap buaya di Sungai Singkawang ini segera ditangkap karena membahayakan. Harus dievakuasi  sebelum memakan korban,” ujar Devi Ariani, Ketua RT 18 RW 06 Kelurahan Jawa, Kecamatan Singkawang Tengah.

Jika dibiarkan, buaya berukuran lebih dari dua meter itu akan semakin besar dan lebih sulit untuk ditangkap. “Sudah banyak warga yang melihat. Di waktu tertentu naik ke darat misalnya saat air surut,” katanya. Buaya itu bahkan kerap naik ke rumah warga. Diperkirakan buaya di Sungai Singkawang berjumlah tiga ekor. 

Upaya penangkapan buaya pun sudah dilakukan. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi III Singkawang pada 2 November 2016 lalu pun memasang perangkap. Bahkan hingga Jumat (2/8) hasilnya masih nihil. 

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mendatangi langsung bantaran Sungai Singkawang di mana kerap terjadi kemunculan buaya yakni di wilayah RT 16 RW 18 Kelurahan Jawa, Kecamatan Singkawang Tengah, Kamis (1/8) lalu. 

Wali Kota didampingi Plt Sekda Singkawang, Heri Apriyadi, Kepala Dinas PU Singkawang, Asyir Abu Bakar, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, dan, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang Suparto, kapolsek, serta lurah setempat.

Sebelumnya Wali Kota melakukan diskusi bersama Polres dan pihak Seksi Konservasi di sebuah warung kopi dekat jembatan agen Singkawang. Setelah itu, dengan berjalan kaki, rombongan mendatangi rumah warga sekaligus melihat kondisi bantaran sungai. Tjhai Chui Mie juga mendengarkan langsung penuturan dari masyarakat soal buaya.

Kedatangan orang nomor satu itu tak semata meninjau saja. Ada sejumlah langkah yang dilakukan bersama instansi terkait dalam rangka mengevakuasi buaya agar keresahan di masyarakat hilang.

Langkah yang akan diambil di antaranya memasang jerat bagi buaya, terutama di titik kemunculan buaya. Selain itu, obat bius khusus buaya juga didatangkan. Kemudian, menyiapkan call center nomor-nomor telepon instansi, baik BKSDA, Polres, maupun Pemkot yang disiap dihubungi warga jika melihat kemunculan buaya. “Kita lakukan pemasangan perangkap untuk menangkapnya,” kata Tjhai Chui Mie. 

Dukungan juga datang dari Kapolres Singkawang AKBP Raymod M Masengi. Raymond mengatakan, kehadiran buaya menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat. “Kami akan  mengerahkan sumber daya yang ada membantu tim nantinya mengatasi persoalan buaya yang meresahkan warga ini,” tegasnya.

Kepala Seksi Konservasi wilayah III Singkawang, Suparto mengatakan pihaknya akan terus memantau bantaran sungai di Singkawang. Yang jelas, kata dia, pihaknya mendukung upaya mengatasi persoalan keberadaan buaya di sungai ini. “Intinya kita juga sudah mengimbau warga supaya tidak bermain di sungai, waspada,” jelasnya. 

Salah satu warga, Jamaan Elvis Eluwis, mengatakan, tempat munculnya buaya memang di lokasi yang padat penduduk. Di sana banyak anak anak. “Tentu upaya nyata perlu dilakukan. Jangan sampai masalah buaya ini menimbulkan korban jiwa penduduk di sekitar bantaran sungai,” pintanya. (har) 


BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 12:49

Diserbu Pendatang, ODP Kabupaten Ini Langsung Melonjak

NGABANG – Kabupaten Landak menjadi penyumbang tertingi angka Orang Dalam Pemantauan…

Rabu, 01 April 2020 14:12

Polres Sambangi Resepsi Pernikahan, Imbau Bubarkan Diri

SINTANG –Berangkat dari Maklumat Kapolri terkait dengan pencegahan dan penyebaran wabah…

Senin, 30 Maret 2020 10:02

Warga Dihebohkan dengan Buaya Betina 2 Meter

MEMPAWAH-Warga Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, dihebohkan dengan…

Minggu, 29 Maret 2020 13:54

Asyik Kayuh Sepeda, Romlah Dihantam Motor

MEMPAWAH-Laka Lantas yang menyebabkan kehilangan nyawa terjadi di wilayah Kabupaten…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:59

Keluar Masuk Bandara Dicek Kesehatannya

SINTANG-Polsek Sungai Tebelian bersama petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:56

Jangan Terpengaruh Kabar Bohong..!! Belum Ada Penutupan Pasar di Sintang

SINTANG-Tersebarnya kabar bohong atau hoax terkait dengan penutupan pusat perbelanjaan…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:53

Silakan Makan Minum, tapi Jangan Kumpul-Kumpul

PUTUSSIBAU – “Yang menjadi prioritas ialah tentang pembatasan waktu, serta…

Senin, 16 Maret 2020 13:47

Alhamdulillah..!! Pulau Maya Segera Teraliri Listrik

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Citra Duani meminta PLN Sukadana untuk…

Minggu, 08 Maret 2020 10:35

Truk Sarat Muatan Lewat, Jembatan Andalan Warga Ambruk

SINTANG-Jembatan Sungai Kancai di Desa Tanjung Hulu, Kecamatan Sepauk, ambruk…

Minggu, 08 Maret 2020 10:30

Mudahan Benar Terealisasi, di Ambawang akan Dibangun IPA

SUNGAI RAYA – Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Syarief Abdullah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers