UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 03 Agustus 2019 10:36
Dibawa ke Kebun, Diperkosa Bapak Bejat
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK-. AB, warga Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya ini harus merasakan dinginnya hidup di balik jeruji besi. Pria 38 tahun itu ditangkap polisi karena diduga melakukan perbuatan asusila. Parahnya, korban merupakan anak kandungnya sendiri, yang masih di bawah umur. Sebut saja Bunga.

Diberitakan equator.co.id, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah istri pelaku membuat laporan ke Polresta Pontianak, pada Jumat (19/7).

“Setelah ada laporan itu, dilakukan penyelidikan. Sehingga pelaku berhasil ditangkap pada Jumat 26 Juli lalu,” kata Rully. Hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa pada Senin 15 Juli, AB mengajak Bunga pergi membeli baju ke Kota Pontianak. “Namun karena uang yang dibawa tidak cukup, akhirnya pelaku hanya membeli sepatu untuk anaknya,” jelas Rully.

Setetah itu, sepulang dari berbelanja, pelaku yang bekerja sebagai juru parkir di Jalan Ahmad Yani ini kemudian mengajak Bunga untuk ke tempat kerjanya.

Selesainya bekerja, pelaku kemudian mengajak Bunga untuk pulang ke rumah. Pada saat di perjalanan pulang, sekitar pukul 20.00 Wib, pelaku menghentikan sepeda motornya di kebun yang sepi, kawasan Sungai Raya. kabupaten Kubu Raya.

“Diberhentikan motornya, korban dicekik, didorong dan diancam untuk dibunuh. Setelah itu korban dipaksa untuk memenuhi kebutuhan seksual si pelaku,” ungkap Rully.

Setalah itu, korban yang tak terima atas perbuatan ayah kandungnya, kemudian bercerita kepada ibunya. “Kemudian ibu korban langsung melaporkan hal tersebut ke Polresta Pontianak,” terang Rully.

Rully juga mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan, korban adalah anak pertama dan merupakan kali pertama disetubuhi oleh ayahnya. “Namun kita masih akan terus melakukan penyeledikan terkait kasus ini,” lanjutnya.

Atas perbuatannya, kini pelaku dijerat Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang atas perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Tapi marena pelaku merupakan ayah korban, maka akan kita lapis dengan Pasal 81 ayat 1 dan 3, hukuman akan ditambah sepertiga,” tutupnya. (tri)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 11:35

Dua Bulan Menghirup Asap, Tembus 6.025 Kasus ISPA

PONTIANAK-  Seorang pekerja pers di Kota Pontianak pun tutur jadi…

Kamis, 19 September 2019 11:32

Lima Perusahaan di Sintang Disegel Polisi, 10 Menyusul

SINTANG- Sudah lima lahan konsesi perusahaan di Kabupaten Sintang yang…

Kamis, 19 September 2019 11:27

Gara-Gara Asap, Kapal Nelayan Tabrakan

KUBU RAYA- Kemarau dan kekeringan panjang, yang menyebabkan Karhutla tahun…

Kamis, 19 September 2019 11:23

7 Ekor Orang Utan Berhasil Diselamatkan dari Api Karhutla

KETAPANG- Sepasang orangutan (Pongo pygmayus) yang terjebak di tengah bekas…

Rabu, 18 September 2019 14:25

Asap di Malaysia, Tidak Semuanya Kiriman

PONTIANAK- Asap dari Kalimantan dan Sumatera kini sudah melanglang ke…

Rabu, 18 September 2019 14:22

Tiga Hari, 138 Flight di Supadio Terkendala

SUNGAI RAYA- Arus transportasi penumpang udara di Kalbar, utamanya dari…

Selasa, 17 September 2019 15:46

Jarak Pandang Super Rendah, Maskapai Stop Penerbangan

PONTIANAK- Kabut asap pekat yang menyelimuti sebagian besar Kalimantan Barat…

Selasa, 17 September 2019 15:42

Poros Pelang-Tumbang Titi Masih Membara

KETAPANG- Korban Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Ketapang yang…

Selasa, 17 September 2019 15:39

ISPU Berbahaya, Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam

PONTIANAK- Asap yang menyelimuti Kota Pontianak dan sebagian besar Kalbar…

Selasa, 17 September 2019 08:00

Sudah 61 Tersangka Karhutla, 9 Korporasi Disegel

 PONTIANAK-. Polda Kalbar sudah menetapkan 61 tersangka Karhutla, dua diantaranya …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*