UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 29 Juli 2019 11:45
ASTAGAA..!! Anak Difabel Penghuni Pusat Layanan Anak Tewas Dianiaya di Pusat Pembinaan

PROKAL.CO, PONTIANAK - VMR (16), seorang anak disabilitas penghuni Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Kota Pontianak tewas akibat dianiaya, Sabtu (27/7). Ia dihajar dua penghuni PLAT lainnya, RF (16) dan WP (16). VMR mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie.  

Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Sugiyono menjelaskan bahwa korban merupakan penghuni PLAT Kota Pontianak yang baru tinggal selama lima hari. Korban adalah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang terjaring razia Satpol PP yang kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Pontianak dan lalu dimasukkan ke dalam PLAT Kota Pontianak.

Diberitakan Pontianakpost.co.id, Sugiyono mengatakan, korban dianiaya dua kali di waktu yang berbeda oleh dua pelaku. Kejadian pertama kali dilakukan pada Jumat (26/7) sekitar pukul 13.00 siang. Namun, perkelahian itu diketahui petugas yang sedang berjaga di PLAT sehingga berhasil dilerai. Akan tetapi ternyata permasalahan tidak hanya berhenti sampai di situ. Penganiayaan kembali berlanjut sekitar pukul 16.00 sore ketika petugas lengah. 

"Berbeda dengan yang pertama, untuk kejadian yang kedua pelaku RF melakukan penganiayaan sendiri dengan cara menarik korban ke belakang agar tidak terpantau oleh petugas," ujarnya. Sugiyono melanjutkan, kejadian penganiayaan lanjutan tersebut baru diketahui oleh petugas PLAT sekitar pukul 17.30 ketika melihat kondisi korban sudah terbaring tak berdaya. Petugas lalu melaporkan hal itu ke Mapolsek Pontianak Kota sehingga kasus ini kemudian ditangani unit Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).

Setelah mendapat laporan, kepolisian langsung mengamankan penghuni PLAT lainnya untuk dilakukan pemeriksaan guna mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. "Jadi, penghuni PLAT itu ada enam anak termasuk si korban, terdiri dari lima pria dan satu wanita. Semua sudah kita ambil keterangan,” katanya. Dari hasil keterangan kelima anak tersebutlah didapatkan fakta bahwa ada dua pelaku dalam peristiwa penganiayaan tersebut, yaitu RF dan WP. 

Berdasarkan pengakuan pelaku RF di depan petugas, korban awalnya disuruh untuk memijit dirinya. Namun karena memiliki cacat fisik, korban menolak. Penolakan itulah yang memicu kemarahan RF. Ia pun langsung menganiaya korban dibantu rekannya, yakni WP.

"Dari keterangan yang kita dapat dari petugas PLAT bahwa sesudah penganiayaan pertama, korban kondisinya masih baik-baik saja. Namun yang parah itu mungkin yang penganiayaan kedua saat petugas lengah sehingga terjadi penganiayaan lanjutan, yang mengakibatkan korban harus dibawa ke rumah sakit kota sekitar pukul 19.00 malam," tambahnya.

Dia pun menjelaskan, setelah sempat dirawat secara medis, akhirnya nyawa korban dinyatakan tak dapat diselamatkan pada Sabtu (27/7) sekitar pukul 05.30 pagi. Keterangan itu didapat dari petugas PLAT yang melapor ke pihak Polsek Pontianak Kota.

Setelah korban dipastikan meninggal dunia, sambung Sugiyono, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Pontianak Timur untuk menyampaikan kabar duka itu kepada orang tua korban yang tinggal di Jalan Ya' M Sabran. 

Menurutnya, polisi masih akan mendalami kasus ini, mengingat belum ditemukan bukti kuat karena di TKP tidak memiliki alat perekam CCTV. Polisi masih akan menggali info dan bukti lain untuk nantinya disinkronkan dengan keterangan yang didapat dari saksi-saksi.

"Untuk langkah ke depan, sesuai petunjuk Kapolresta, kedua pelaku saat ini telah kita amankan di sini (Mapolsek Pontianak Kota). Selain itu kita juga diminta untuk menangani kasus ini secara prosedural, serta melengkapi administasi penyelidikan. Setelah semua terpenuhi baru nantinya kasus ini dilimpahkan kepada unit PPA Polresta Pontianak," ujarnya.

Sebagai informasi, kedua pelaku berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) setelah sebelumnya ditahan lantaran melakukan tindak pidana kriminal. Pelaku RF ditahan lantaran kasus tindak pidana pencurian seekor kucing. Sementara WP ditahan karena tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). 

Keduanya merupakan tahanan Polsek Pontianak Kota yang kebetulan merupakan anak di bawah umur dan sebagai wujud pembinaan maka keduanya dititipkan di PLAT Kota Pontianak di Jalan Ampera, Pontianak Kota. 

Terpisah, Plt Dirut Rumah Sakit Unit Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadri Pontianak, Johnson menjelaskan korban tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi tidak sadar dan kejang. "Kira-kira masuk pukul delapan malam. Itu kondisinya tak sadar dan kejang. Petugas medis pun langsung membawanya ke ruang khusus," ungkapnya.

Setelah diberi perawatan sesuai dengan gejala pasien, tetap tak ada respon dan sekitar akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 04.00. Ditanya soal temuan luka lebam di sekujur tubuh korban, Johnson tak bisa menjelaskan. "Kami tak dapat lihat secara pasti. Karena saat itu kami hanya fokus menangani yang diderita korban, yaitu tidak sadar dan kejang," ungkapnya.

Evaluasi Kelayakan PLAT

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan akan memberi perhatian khusus terhadap masalah ini. Menurutnya, PLAT yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kota Pontianak akan dievaluasi. "Dari informasi dari Kadis Sosial memang telah terjadi perkelahian di PLAT Pontianak. Kejadian perkelahian itu saat pergantian shift," katanya, Sabtu (27/7).

Ia menyampaikan ada keterlambatan petugas saat pergantian shift. Namun, usai perkelahian, petugas langsung mengambil langkah cepat dengan membawa anak tersebut ke rumah sakit Kota Pontianak. Namun sayang, saat di rumah sakit nyawa korban tak bisa tertolong. Mengenai penyebab kejadian, Edi belum tahu secara pasti. Meski demikian, mengingat kejadian ini menyebabkan korban meninggal dunia maka ia akan memberikan atensi khusus. Apalagi Kota Pontianak sudah ditetapkan sebagai Kota Layak Anak.

Sebagai tindaklanjutnya, akan ada evaluasi terhadap kelayakan tempat penitipan anak yang kebanyakan dihuni oleh anak-anak punk, pengemis dan anak jalanan. "Ini akan menjadi kajian kita, PLAT seharusnya membina anak menjadi lebih baik," tegasnya. Terkait soal Kota Layak Anak, kata Edi, seharusnya tidak boleh ada masalah apapun terhadap anak karena semuanya harus dilindungi dan difasilitasi baik hak dan kebutuhannya.

Anggota DPRD Pontianak, Anwar Ali memandang kejadian sampai meninggalnya anak di PLAT milik Dinsos Pontianak ini harus menjadi pelajaran agar peristiwa ini tak terulang kembali. Menurutnya PLAT mesti dievaluasi. Bagaimana tata cara kerja petugas di sana dan kenapa perkelahian ini bisa terjadi.

Diketahui, penghuni PLAT kebanyakan anak jalanan yang ditemukan petugas Dinsos berkeliaran di jalanan. Dalam penanganan pastinya mereka telah dibekali pemahaman oleh petugas PLAT dengan harapan mereka tak kembali lagi di PLAT. "Tapi kenyataannya penangkapan anak-anak ini kian berulang. Artinya ada hal yang salah dan mesti jadi bahan evaluasi," ungkapnya.

Jika yang terjadi anak tersebut kerap ditemukan dan masuk berkali-kali di PLAT, kata Anwar, maka ada yang salah dalam sistem. Sebab, yang diinginkan adalah setelah dibina di PLAT, anak-anak tersebut perilakunya dapat lebih baik. "Ini mesti jadi bahan evaluasi. Kami juga akan melihat alur di PLAT seperti apa," tandasnya.(sig/iza)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 13:40

Dirikan 1.220 Telur Tembus Rekor MURI

Indah dan menarik. 1.220 butir telur berdiri tegak. Berhasil memecahkan…

Senin, 23 September 2019 13:31

Operasi Mandiri Kodam XII/Tanjungpura, Sasar Lahan Milik Warga dan Koorporasi

KUBU RAYA- Operasi Mandiri penanggulangan Karhutla yang digelar Kodam XII…

Senin, 23 September 2019 13:29

Hotspot Kalbar Tinggal 57, Ketapang-Kayong Masih Membara

PONTIANAK - Mulai hari ini diprakirakan siswa semua tingkatan bisa…

Senin, 23 September 2019 12:56

YA ALLAH TERIMA KASIH..!! Hujan Mulai Guyur Kalbar

PONTIANAK - Harapan masyarakat Kalimantan Barat akan turunnya hujan akhirnya…

Sabtu, 21 September 2019 11:35
Tekad 2020 Zero Karhutla

29 Korporasi Ditangani Polda Kalbar

PONTIANAK- Setelah mendengar klarifikasi dari bupati/wali kota yang daerahnya terdampak…

Sabtu, 21 September 2019 11:32

PANIK..!! Lagi Rapat, Gedung DPRD Sekadau Mau Roboh, Pejabat Berhamburan Menyelamatkan Diri

SEKADAU- Mulanya biasa saja. Gedung DPRD Sekadau dipenuhi anggota dan…

Sabtu, 21 September 2019 11:04
1.061 Hotspot Terdeteksi di Ketapang

Lihat Nih..!! Ada Spiderman Bagi Masker di Sambas

KETAPANG- Bertetangga dengan Kalteng, Kabupaten Ketapang sampai hari ini masih…

Jumat, 20 September 2019 11:27

TEGAS..!! Polisi Segel Lahan di Punggur Kecil dan Sekadau Hilir

SUNGAI KAKAP-  Tak ada kepala daerah yang main-main dalam penanganan…

Jumat, 20 September 2019 11:24

SEMOGA BENAR..!! BMKG Prediksi Hari Ini Hujan

Turunnya hujan memang menjadi harapan semua pihak, untuk mengakhiri bencana…

Jumat, 20 September 2019 11:23

Gubernur Ingatkan Pemerintah Pusat Segera Tertibkan Izin Tambang

PONTIANAK-. Kalimantan Barat akan mengulangi sejarah kelam Hak Pengusahaan Hutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*