UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 29 Juli 2019 11:43
Mobil Mewah Diselundupkan Lewat Entikong
Mobil Mewah Selundupan Itu Mau Dijadikan Monumen
DIAMANKAN: Porsche 911 seri Carerra yang diamankan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns pada 14 Juli lalu di jalur tikus Guna Banir, Kecamatan Sekayam, perbatasan antara Malaysia – Indonesia di Kabupaten Sanggau. DOKUMEN

PROKAL.CO, SANGGAU – Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau (Cabjari) Entikong, Kabupaten Sanggau, memperkirakan pelaku penyelundupan Porsche 911 seri Carerra yang ditemukan di jalan tikus di perbatasan Indonesia – Malaysia, berjumlah sekitar empat orang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Cabjari (Kacabjari), Akwan Anas.

“Salah satunya merupakan warga Balai Karangan dan lainnya kemungkinan berada di Kalimantan Tengah, dikarenakan kendaraan ini diperkirakan menuju ke Kumai sebelum menuju Semarang,” ujar Akwan, di Entikong.

Diberitakan Pontianak Post.co.id, ada banyak kemungkinan modus yang digunakan pelaku penyelundupan mobil mewah seharga Rp3 miliar ini. Cara yang digunakan serta kemungkinan dari tujuannya juga sama seperti kasus-kasus sebelumnya. Memasukkan barang dengan cara tersebut memang sedikit lebih lama dan hanya dengan orang-orang yang mengenal medan atau lokasi saja sehingga modusnya dapat dijalankan. Pelibatan masyarakat tentu menjadi sangat mudah, apalagi dengan bayaran yang menjanjikan. Belum lagi bila aparatnya mau disogok untuk meloloskannya. 

Dengan pola, orang dan jaringan yang mungkin sama dengan kasus sebelumnya, rangkaian ini menjadi mudah diamati. Meskipun ada kemungkinan lain yang lebih besar dibalik pola atau modus yang dimainkan. Dengan kata lain kemungkinan secara kasat mata dapat terlihat dari beberapa cara melakukan aksi kejahatan tersebut. 

Kacabjari Entikong tidak membantah kemungkinan tersebut. Menurutnya, informan di Malaysia memberikan bocoran-bocoran terhadap modus kejahatan yang digunakan sejumlah komplotan. Hal ini, menurut dia, ada kaitannya dengan penyelundupan mobil mewah melalui perbatasan negara. 

Pihaknya sudah pernah menangani kasus serupa, yang mana merupakan pelimpaham dari Kanwil Bea Cukai Pontianak dan sudah diputus. Dalam kasus terbaru, Cabjari memastikan akan menerima informasi dari pihak kepolisian maupun Bea Cukai dan informan lainnya. 

Atas dasar informasi yang diperoleh, Akwan memperkirakan mobil mewah berasal dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui Guna Banir, lokasi yang diduga kerap dijadikan lokasi start setelah masuk dari Jiran. Dari situ baru masuk ke Sungai Daun ke Noyan lalu Kembayan. Itu rute di Kalimantan Barat. 

Setelah jalur-jalur ini aman terlewati, baru melewati rute selanjutnya di provinsi berbeda yakni Kumai, Pangkalan Bun, Provinsi Kalimantan Tengah. Dari Kumai, mobil akan dikirim melalui pelabuhan menuju ke Semarang. 

Bila rute ini gagal ditempuh, ada kemungkinan lain dengan cara ditinggalkan ke lokasi sehingga menjadi barang temuan dan dilelang oleh negara. Saat mobil dilelang pemilik bakal ikut lelang untuk mobil incarannya yang kebanyakan menggunakan nama orang lain sebagai peserta lelang. 

Di Bea Cukai, proses yang dilakukan apabila terjadi kejadian serupa maka mobil tersebut akan dilelang. Namun hal tersebut masih perlu didiskusikan kembali lintas sektoral. Atas dasar ekspose di Cabjari Entikong 24 Juli 2019, terdapat kemungkinan mobil tersebut akan dijadikan monumen di PLBN Entikong dengan harapan memberikan efek jera. (sgg)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers