UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Kamis, 25 Juli 2019 23:40
Pemain Layangan Maut Hanya Didenda Rp 100 Ribu
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Ombudsman Kalbar, dan juga masyarakat, tak bisa berharap banyak pada hakim di lembaga Pengadilan tentang perlunya efek jera pemain layangan maut yang banyak makan korban luka. Maupun nyawa.

“Terkait dengan putusan saya selaku Humas dan Hakim tidak mungkin mengomentari putusan hakim karena itu sifatnya independen,” kata Humas Pengadilan Negeri Pontianak Maryono SH. M. Hum kepada Rakyat Kalbar.

Pernyataan itu menjawab kekecewaan Ketua Ombudsman Kalbar Agus Priyadi, yang disampaikannya kepada media, Selasa (23/7), perihal putusan hakim terhadap pemain layangan yang membahayakan jiwa warga. Agus menilai denda Rp100 ribu untuk korban luka parah dan bahkan nyawa, tak membuat efek jera pemain layangan maut.

Permainan layangan yang meskipun sudah membudaya, namun juga membuat sebagian masyarakat terutama para korban resah bahkan traumatis. Pasalnya, tali layangan yang seharusnya dari benang sudah dimodifikasi dengan kawat. Gelasan pun dapat membuat korban luka-luka, hingga merengang nyawa. Selain korban jiwa, kawat layangan yang kerap sangkut di jaringan instalasi PLN. Mengganggu dan merugikan kelistrikan serta masyarakat.

Namun, Maryono menyatakan putusan hakim  yang memberikan denda Rp100 ribu, dengan subsider barang kali tiga hari, empat hari, bahkan satu minggu, itu merupakan  kewenangan hakim yang memeriksa perkara. “Seperti kami tidak bisa intervensi, itu sifatnya independen,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, dalam menangani suatu perkara, hakim jelas telah melakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang, sebelum putusan dijatuhkan. “Yang jelas, sebelum memberikan putusan telah mempertimbangkan berbagai hal. Dimulai dari saksi yang menangkap, saksi yang melihat. Keterangan terdakwa sendiri, dia proaktif, tidak berbelit belit, mengakui dan sebagainya, itu saja pertimbangannya,” papar Maryono.

Humas dan Hakim PN Pontianak itu mengatakan, permainan layangan sejatinya telah diatur dalam peraturan daerah (Perda) No 1 tahun 2010 tentang ketertiban umum. “Dalam Perda sendiri mengatur di pada pasal 6 sampai 44 tentang pelanggaran tindak pidananya, atau ancaman kurungannya enam bulan, atau paling banyak Rp50 juta,” ujarnya tentang denda maksimal.

Kata Maryono lagi, hakim yang mengadili perkara layangan bukan tidak mungkin memberikan putusan di atas Rp100 ribu. “Sebab Perda mengatur itu. Dalam Perda denda maksimal itu kan Rp50 juta. Jadi tergantung pertimbangan hakim yang menangani perkara,” ucapnya.

Akan tetapi, saran atau kekecewaan masyarakat terkait denda Rp100 ribu kepada para pemain layangan maut yang tidak memberikan efek jera dan menjangkau masa depan, akan ia sampaikan kepada pimpinan. Dan kepada para hakim yang menangani perkara itu.

“Tetapi untuk putusannya seperti apa nanti kami tidak bisa intervensi,” tandas Maryono. (Andi Ridwansyah/rk)


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 09:21

Leher Kekasih Dijerat, Tewas, Lalu Keningnya Dicium....

Minggu (7/7), sekitar pukul 11.30 WIB, korban dan pelaku berada…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:14

Ini Kisah Warga Parit Baru Mendulang Rupiah dari Jamur Tiram

Jamur tiram dikenal sebagai bahan pangan eksotis yang memiliki banyak…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:06

Asap Cair Solusi Tanggulangi Karhutla

KUBU RAYA- Setelah asap lumayan mereda di sebagian Kabupaten Kubu…

Jumat, 16 Agustus 2019 08:00

Disuruh Bersih-Bersih Rumah Camat, Eh Ngga Taunya Digrepe-grepe...

SAMBAS- Miris. Belum selesai penyidikan dugaan pencabulan yang diduga dilakukan…

Jumat, 09 Agustus 2019 09:24

Lahan Terbakar, Api Tak Bisa Dikendalikan, Rumah Pun Jadi Korban

KAYONG UTARA- Kepala Desa Simpang Tiga, Rajali menyebutkan sudah dua…

Selasa, 06 Agustus 2019 22:51

Gila Judi dan Karaoke, Sales Sikat Duit Perusahaan Ratusan Juta

PONTIANAK - Seorang warga Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Edi Sugianto…

Senin, 05 Agustus 2019 12:55

Buayanya Ngga Dapat-Dapat, Warga Kian Resah

SINGKAWANG - Keberadaan Buaya di Sungai Singkawang membuat heboh. Beberapa…

Minggu, 04 Agustus 2019 10:57

Motivasi Keluarga untuk Merawat Penderita Gangguan Jiwa

SINGKAWANG - Bun Nyit Sin (51), Orang Dengan Gangguan Jiwa…

Selasa, 30 Juli 2019 12:11

Mantan Kades Disinyalir Gelapkan 1.080 Hektar Tanah Warga

MEMPAWAH- Diberitakan Rakyat Kalbar, lebih lima puluh warga Desa Bukit…

Senin, 29 Juli 2019 11:51

Kerupuk dan Sosis Mengandung Babi Diduga Beredar

SINGKAWANG-RK. Sejumlah oknum pedagang di Singkawang benar-benar keterlaluan. Tega menjual…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*