UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Minggu, 21 Juli 2019 10:38
Jagung Rasau Raya Makin Top, Dubes Kanada Pun Memuji
Peter MacArthur

PROKAL.CO, SUNGAI RAYA—Pengembangan inovasi budi daya jagung dan produk olahan turunannya di Kawasan Agropolitan Rasau Kabupaten Kubu Raya berjalan sukses. Pengembangan dilakukan melalui pertanian terintegrasi di lahan gambut dengan skema program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF), hasil kemitraan pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada(GAC). 

Program itu berlangsung sejak April 2018-Juni 2019. Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, Peter MacArthur, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas kesuksesan pengembangan inovasi melalui program RIF. 

“Atas nama pemerintah Kanada, saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan mitra atas kesuksesan pengembangan inovasi ekonomi daerah yang coba kami dorong melalui program RIF,” ujar Peter di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (17/7). 

Peter mengaku gembira mengetahui banyaknya kemajuan yang telah diraih melalui program RIF di Kubu Raya.  Diantaranya pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat berbasis pengembangan komoditas jagung di Kawasan Agropolitan Rasau Raya. Dirinya berharap berbagai inovasi yang dipilih akan sukses dan dapat berkontribusi bagi pengembangan ekonomi di daerah masing-masing. 

“Kami dengan Bappenas bekerja sama dalam pemilihan lokasi ini untuk kerja sama dalam pengembangan ekonomi lokal. Salah satu kriteria kenapa lokasi ini (Kubu Raya) dipilih adalah karena kuatnya komitmen dan kepemimpinan dari pimpinannya, yaitu Bupati Kubu Raya dan jajaran,” tutur Peter.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menilai program RIF punya dampak penting karena berisi upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Bagi Kubu Raya, kata Muda, hal tersebut adalah peluang. Di mana ada kawasan perdesaan yang dipercaya oleh pemerintah pusat dan pemerintah Kanada sebagai lokasi pelaksanaan program. 

“Di sini yang dilakukan adalah pemberdayaan dan peningkatan kapasitas serta fokus kepada kawasan agropolitan. Pilihannya adalah produksi jagung dan pengolahan berbagai produk turunannya. Sehingga sifatnya supaya kawasan perdesaan itu produknya tidak terlalu banyak tapi fokus kepada potensi yang ada di enam desa di kawasan agropolitan, yaitu Desa Rasau Jaya Umum, Rasau Jaya 1, Rasau Jaya 2, Rasau Jaya 3, Bintang Mas, Pematang Tujuh, dan Sungai Bulan,” terang Muda.

Muda mengungkapkan model pengembangan di Kawasan Agropolitan Rasau Raya nantinya akan direplikasi di kawasan perdesaan lainnya di Kubu Raya. 

“Ini kan sebagai model dari inovasi cara untuk memperkuat produk dalam satu kawasan perdesaan,” ujarnya. 

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Suprihadi Prawiradinata, mengatakan pembangunan kawasan perdesaan merupakan salah satu sasaran pokok yang mendukung pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru untuk mempercepat pembangunan daerah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar-wilayah. “Hal itu dilakukan melalui pengembangan ekonomi lokal berbasis produk unggulan di masing-masing daerah terpilih,” sebutnya. 

Rudy memaparkan dukungan program RIF untuk pengembangan Kawasan Agropolitan Rasau Raya di Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan melalui empat komponen kegiatan. Pertama, pengembangan kapasitas kelembagaan. Kedua, pengembangan inovasi produk. Ketiga, ekspansi pasar dan perluasan jaringan pemasaran melalui Badan Usaha Milik Desa. Keempat, menciptakan peluang kerja yang adil bagi laki-laki dan perempuan.

“Sejak dilaksanakan tahun lalu, program RIF telah menghasilkan banyak kemajuan yang membanggakan. Sekitar 1.591 penerima manfaat  yakni 653 perempuan dan 938 laki-laki yang meliputi pemerintah daerah, pengelola kawasan, akademisi, lembaga penelitian, sektor swasta, dan kelompok masyarakat mulai kelompok tani, peternak sapi, kelompok perempuan, dan UMKM lokal telah mendapatkan pendampingan melalui berbagai pelatihan dan dukungan teknis,” paparnya. (ash)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:13

Badan Usaha Milik Kacab Bank BUMN di Ketapang Eksplorasi Pasir Pantai?

KETAPANG-. Belum lagi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dicabut pemerintah…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:23

ASTAGA..!! Ada Aksi Vandalisme di Balai Praja Kantor Bupati

SUKADANA- Siapa aktor dan pelaku aksi radikalisme (pinjam istilah medsos)…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:22

Brankas Dibobol Mantan Karyawan, Alfamart Alami Kerugian Rp38,6 Juta

PONTIANAK -  Diberitakan Rakyat Kalbar, bobol brankas Alfamart, Febli Chandra…

Kamis, 05 Desember 2019 11:26

Bupati Bilang, Sintang adalah Jantungnya Dunia

SINTANG- Setelah dibangun beberapa bulan lamanya, akhirnya via ferrata atau…

Kamis, 05 Desember 2019 11:24

Sungai Sambas di Desa Puringan Tercemar CPO

SAMBAS-. Masyarakat Desa Puringan, Kecamatan Teluk Keramat mengeluhkan adanya genangan…

Senin, 02 Desember 2019 13:51

Masih Ada di Kalbar, Warga yang Hidup dalam "Gubuk Derita"

SUNGAI KAKAP. Hari-hari menjalani hidup, keluarga Lebek Adam, menempati gubuk…

Senin, 02 Desember 2019 13:45

Hebohh..!! Ditemukan Meriam Kuno Peninggalan Kerajaan Sambas

Meriam sepanjang kurang lebih 2,40 meter dan berat sekitar 3,1…

Senin, 02 Desember 2019 13:44

Senyabang, Danau Wisata dan Pusat Ikan Air Tawar

Pasca disulap komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) dua bulan lalu,…

Senin, 02 Desember 2019 13:40

Selamatkan Sungai Singkawang, Ini yang Dilakukan Aktivis Pro Lingkungan

SINGKAWANG — Aktivis pecinta lingkungan hidup yang tergabung dalam Forum Sungai…

Senin, 02 Desember 2019 12:04

"Hanya dengan Sebuah HP, Orang Bisa Mencuci Otak"

NGABANG-. Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat MPR, Drs. Cornelis, MH, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.