UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 16 Juli 2019 08:06
INGAT..!! Jangan Perjualbelikan Satwa Langka
AKRAB DENGAN PETUGAS. Dua ekor anak kucing hutan bermain dengan petugas sebelum dilepasliarkan, Selasa (9/7) BKSDA For RK

PROKAL.CO,

SINGKAWANG- Masih rendahnya kesadaran hukum dan pelestarian satwa langka di masyarakat Kalbar, menyebabkan satwa yang dilindungi kerap diperdagangkan. Di Singkawang misalnya, dua ekor kucing hutan berhasil disita untuk dilepasliarkan.

Rakyat Kalbar memberitakan, dua ekor anak kucing hutan atau kucing batu berjenis kelamin jantan, itu telah dilepasliarkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah III Singkawang, ke Cagar Alam Raya Passy yang merupakan hasil sitaan warga, Selasa (9/7). “Keduanya berusia sekitar tiga bulanan dan berkelamin jantan. Sebelum dilepasliarkan kita kandangkan terlebih dahulu,” ujar Kepala BKSDA Seksi Wilayah III Singkawang, Suprapto.

Terungkapnya perdagangan gelap dua kucing hutan ini, kata Suprapto, lantaran ada yang menawarkannya di media sosial. Petugas BKSDA pun menyamar pura-pura sebagai calon pembeli. Akhirnya diketahui pedagang hewan yang dilindungi UU itu  berasal dari Sekura dan kucing hutan itu berasal dari Selakau.

“Sebenarnya ada anak kucing hutan, satu ekornya bersama ibunya sedangkan dua ekor berhasil ditangkap untuk diperdagangkan,” jelas Suprapto. Dalam negosiasi kucing hutan itu, diketahui dijual dengan harga Rp 200 ribu per ekor. Namun dengan sigap petugas BKSDA Seksi Wilayah III Singkawang berhasil menggagalkannya. Suprapto menegaskan, memperjualbelikan kucing hutan dilarang oleh UU, dan ada sanksi pidananya.

“Sanksinya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dengan ancaman pidana bisa setahun penjara,” katanya mengimbau agar satwa yang diindungi UU dilarang dipelihara atau diperjualbelikan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra, mengatakan jual beli kucing hutan, harus diketahui terlebih dahulu dari pelaku apakah dengan sengaja atau tidak. Tak dirincinya maksud disengaja terhadap satwa dilindungi.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 03 Maret 2021 12:11

DOB Kapuas Raya Tetap Diperjuangkan, Ada di Tangan Wapres, Kalbar Usulkan Jadi Role Model Pemekaran

Berbagai pihak telah sepakat jika syarat pembentukan Daerah Otonomi Baru…

Rabu, 03 Maret 2021 12:09

NAH..!! Selidiki Perusahaan Pembakar Lahan, Polisi Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Karhutla

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran…

Selasa, 02 Maret 2021 12:20

Karena Asap, Nakhoda Kapal Motor di Sungai Keluhkan Jarak Pandang

Sejumlah nakhoda kapal motor (KM) angkutan sungai mulai mengeluhkan jarak…

Selasa, 02 Maret 2021 12:15

3-9 Maret, Waspada Hujan Lebat, Angin Kencang dan Petir di Pontianak dan Sekitarnya

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengingatkan masyarakat untuk…

Minggu, 28 Februari 2021 10:48

GAWAT..!! 325 Titik Panas Sasar Kalbar, Jarak Pandang Cuma 800 Meter Saja

PONTIANAK–Sebaran Hotspot (titik panas) di Kalimantan Barat masih belum akan…

Kamis, 25 Februari 2021 10:52

Dicekoki Miras dan Ekstasi, Lalu Gadis Itu Disetubuhi

Seorang gadis berusaia 16 tahun menjadi korban perkosaan. Sebelum diperkosa,…

Rabu, 24 Februari 2021 12:40

Kebakaran Lahan Gambut di Pontianak Meluas

Kebakaran lahan gambut terjadi di sejumlah titik di Kota Pontianak.…

Rabu, 24 Februari 2021 12:35

Kontraktor, Pemilik Perusahaan sampai Pegawai Bank Masuk Penjara

PENYIDIK Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali menahan enam orang tersangka dalam…

Rabu, 24 Februari 2021 12:32

Zona Oranye, Sekolah Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

 Zona kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalbar kembali mengalami…

Senin, 22 Februari 2021 10:03

Fokus Cari Korban Feri Tenggelam

 Tim gabungan sudah turun ke lokasi tempat tenggelamnya kapal feri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers