UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 16 Juli 2019 07:20
Di Kabupaten Ini, Penderita HIV/AIDS Melonjak Drastis

PROKAL.CO, NGABANG - Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Landak terus meningkat dari waktu ke waktu. Hingga Mei 2019 terdapat 184 kasus penderita yang ditemukan Dinas Kesehatan Kabupaten Landak.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tahun 2008 sampai Mei 2019 ini. Bahkan sejak 2016 hingga awal 2019, terjadi tren peningkatan secara signifikan. Tak hanya itu angka pengidap HIV/AIDS pada usia 1-14 tahun telah berjumlah 12 orang.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular, Suisin menjelaskan pada 2016 lalu pihaknya menemukan 17 kasus. Lalu meningkat hingga lebih dari 100 persen di 2017, menjadi 36 temuan kasus baru. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 49 kasus di 2018.

"Dan pada tahun ini, hingga Mei kami menemukan 19 kasus," katanya seperti diberitakan Pontianakpost.co.id.

Angka tersebut menurutnya didapat dari program screening yang dilakukan pihaknya dari berbagai RSUD yang ada di Kalbar. Pihaknya juga melakukan pendataan di sejumlah tempat yang disinyalir atau warga beresiko. Selain itu, warga yang menderita penyakit TBC +, Sipilis dan Hepatitis + juga akan diminta untuk melakukan tes. Serta tak lupa pada ibu hamil. Pihaknya juga mengadakan tes di Rutan Klas  II B Ngabang.

"Ada tren penemuan kasus di Kabupaten Landak. Kami sangat prihatin akan hal ini," ucapnya.

Suisin melanjutkan, justru penderita HIV/AIDS asal Landak sedikit yang ditemukan di daerah Landak. Banyak dari mereka yang memilih berobat di RSUD lain di Kalbar. Banyak dari Landak yang berobat ke luar. Ia menyebut, pasien tersebut beralasan takut aib diketahui oleh masyarakat atau tetangga sendiri.

Para penderita HIV/AIDS juga tidak didominasi oleh yang berasal dari kota. Tapi juga meluas hingga ke desa-desa.

"Mungkin karena sempat mencari pekerjaan keluar, narkoba sudah marak di mana-mana. Kemungkinan akan menyebar lewat situ. Dan ada yang banyak datang berobat dalam keadaan sudah parah. Sudah ada penyakit penyertaannya ketika dilakukan tes di Puskesmas dan RSUD," katanya.

Upaya Deteksi Dini

Untuk meminimalkan penyakit mematikan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Pius Edwin mengatakan pihaknya memiliki program deteksi dini lewat Puskesmas, sehingga penyebarannya bisa dikendalikan. Karena penyakit ini merupakan fenomena gunung es.

"Masalahnya di hulu, sedangkan kasusnya ditemukan sudah di hilir. Terlambat penanganannya. 10-15 tahun gejala-gejala baru muncul," kata Pius.

Upaya lainnya ialah dengan menjadikan tes HIV/AIDS syarat wajib calon pengantin sebelum menikah. Hal ini katanya sudah diterapkan di Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila. Tak lupa pula sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Landak. Melalui tim di Puskesmas dan bekerja sama dengan Polri.

"Kendalanya adalah tidak semua orang mau mengikuti saran pengobatan yang diberikan. Kami audah intervensi, tapi ada orang yang mau ada yang kabur," ucapnya.

Sementara ditanya mengenai fasilitas pengobatan, menurutnya hal itu mash menjadi kekurangan di Landak. Tempat pengobatan masih belum menyebar. Hanya di RSUD Landak. Sedangkan di tiap Puskesmas hanya melakukan screening kasus.  terkena. 

"Untuk obat sudah lengkap di RSUD. Kami Menyiapkan obat di sana. Obatnya dari Dinas Provinsi," tutupnya. (mif)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*