UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 14 Juli 2019 11:57
Surplus Beras di Kalbar, Perlu Diserap Industri Olahan
BERAS: Dinas Pertanian Kalbar dan DPRD Kalbar meninjau sentra pembuatan mie putih berbahan baku beras lokal di Singkawang.IST

PROKAL.CO, PONTIANAK - Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero mengatakan produksi beras di Kalbar surplus  sebesar 400 ribu ton pada tahun lalu. Hasil produksi petani di Kalbar 1 juta ton lebih. Sedangkan kebutuhan hanya 600 ribu ton. Surplus tentu membutuhkan pasar yang luas lagi. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat juga untuk industri pengolahan seperti mie putih.

"Di Kota Singkawang ada 10 pelaku industri pengolahan dengan produksi minimal 400 kilogram per hari maka ada 4 ton mie yang dihasilkan. Kemudian dalam sebulan ada 120 ton mie putih yang diproduksi. Artinya penyerapan beras selama ini untuk mie yang sebagian tidak diketahui masyarakat umum sangat besar. Itu menjadi peluang besar terutama bagi petani yang memproduksi beras yang dibutuhkan," papar dia seperti dilansir Pontianakpost.co.id

Di Kota Singkawang, tercatat ada sekitar 10 pelaku usaha pengolahan mie putih. Industri pengolahan tersebut memiliki dampak yang luas mulai dari hulu hingga ke hilir. Dari sisi hulu, mie putih yang berbahan baku utama dari beras sehingga membutuhkan pasokan yang cukup yang tentu saja akan menyerap produksi petani.

Sedangkan di sisi hilir, hadirnya industri pengolahan mie juga membuka lapangan kerja di mana setiap industri membutuhkan sekitar 5 - 10 pekerja. Selanjutnya juga akan ada distributor, hingga ke penjual panganan yang berbahan baku mie putih tadi.

Akiang, salah seorang pekerja di Mie Putih Asli yang merupakan satu di antara industri pengolahan mie putih yang cukup terkenal di Kota Singkawang menyebutkan saat ini produksi Mie Putih Asli mencapai 400 kilogram per hari. Pada momen tertentu, produksinya bisa meningkat hampir dua kali lipat menjadi 700 kilogram per hari.

Di menyebutkan bahwa untuk pasar mie putih tersebut tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kalbar. Sejumlah distributor atau agen yang langsung sendiri mengambil hasil produksinya. Untuk bahan baku pihaknya membutuhkan beras dengan jenis tertentu. Sebagian besar menurutnya di pasok dari Kabupaten Sambas yang merupakan tetangga dari Kota Singkawang. "Untuk mie putih membutuhkan beras khusus agar hasilnya baik seperti tahan lama dan tidak lengket. Beras yang cocok di antaranya dari Kabupaten Sambas seperti jenis lingkak cundong dan lainnya," ungkap Akiang.

Mie Putih Asli diolah tanpa bahan pengawet. Menurut Akiang, saat ini mayoritas industri pengolahan mie putih yang ada di Kota Singkawang sudah aman dikonsumsi dan terhindar dari pengawet yang tidak baik bagi manusia. "Ketahanan mie putih kita tiga hari. Hal itu mie yang diproduksi sesuai standar kesehatan tanpa pengawet. Untuk pasar saat ini tidak sulit dan lancar - lancar," jelas dia.

Untuk memastikan penyerapan beras Kalbar dan jejaknya di masyarakat, Komisi II DPRD Kalbar yang didampingi Kadistan TPH Kalbar serta Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Singkawang melakukan kunjungan. Termasuk ke pelaku usaha mie putih, Mie Putih Asli. Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah yang turut serta mengaku baru tahu bahwa beras lokal sangat baik dan cocok untuk mie putih. Dengan hal itu menurutnya perlu dimaksimalkan lagi beras lokal karena permintaan untuk industri pengolahan mie putih sangat besar.

"Kita melihat langsung seperti apa pengolahannya hingga produk mie putihnya. Setelah melakukan kunjungan itu kita baru tahu beras lokal kita sangat cocok untuk industri mie. Pasar nya luas dan ini menjadi perhatian," kata dia. Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kalbar, asal Dapil Sambas, Guntur menyebutkan bahwa hasil pertanian Kabupaten Sambas 2018 sebanyak 270 ribu ton. Hanya 15 persen diolah jadi beras oleh petani.

Sedangkan 85 persen dibawa ke Kota Singkawang untuk mengisi Bulog dan pabrik mie. Menurutnya beras Sambas menjadi primadona di luar, tetapi tidak berimbas kepada kenaikan harga gabah petani. Hal itu satu di antaranya beras dari Sambas tidak mempunyai merek, jadi bisa saja beras tersebut diolah di luar dan dikemas kemudian dijual kembali ke Sambas lagi. (ars)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.