UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 08 Juli 2019 12:18
Kawasan Tepian Sungai Jalan Imam Bonjol Diamuk Puting Beliung

Sejumlah Rumah Rusak Parah, Beringin Tercabut dari Akarnya

RUSAK PARAH. Kondisi rumah keluarga Anwar yang rusak berat akibat terjangan angin puting beliung, Minggu (7/7) siang. Andi Ridwansyah-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Angin puting beliung yang mengiringi turunnya hujan deras Sabtu (6/7) malam, berakibat lumayan parah di kawasan Kecamatan Pontianak Selatan. Sejumlah rumah rusak dengan atap beterbangan. Dua bangunan tempat usaha pun berantakan.

Kediaman keluarga Anwar salah satunya. Rumah yang terletak di tepian Sungai Kapuas, Jalan Imam Bonjol, Gang Peniti II, itu mengalami rusak berat di pusaran putting beliung. Hampir seluruh atap seng terlepas meninggalkan rangkanya. Terlihat atap seng itu ada yang berceceran. Beberapa meter dari bangunan rumah Anwar dan rumah lainnya.

Bahkan, sebuah tiang listrik di samping rumah korban pun ikutan nyaris tumbang. Hanya lantaran masih tersambung dengan kabel listrik, tiang masih mampu bertahan karena diikat dengan tali oleh warga setempat.

Selain tiang anem, sebuah pohon beringin besar tak jauh dari lokasi juga tumbang terserabut akarnya. Dahan dan rantingnya ada yang menimpa rumah salah satu warga lain. Beruntung tak rusak berat.

Salah seorang anak Anwar yang ditemui koran ini, Citra, 28, menjelaskan bencana alam itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Saat kejadian rumah tengah ramai karena dihuni anak dan cucu Anwar sekeluarga.

"Di rumah waktu itu ada saya dan suami, tiga anak kami serta adik dan keponakan saya," katanya kepada Rakyat Kalbar, Minggu, (7/7) siang. Diceritakannya, hujan yang turun disertai dengan angin kencang. Air sungai pun dengan cepat pasang tinggi. Tiba-tiba saja angin yang menderu dengan suara gemuruh menghantam tiang listrik dan lantai rumahnya.

"Tiang listrik di samping rumah kami pun tumbang. Kabel listriknya pun putus dan seketika itu mengeluarkan percikan api," ungkapnya yang membuat semua penghuni panik ketakutan.

Terlebih tiang listrik yang hampir tumbang itu pun kabelnya menyeret atap seng sehingga terangkat. Tak lama, angin kencang menerbangkan sebagian atap rumah.

"Ape tak buat kite semua panik. Kami semua masih berada di dalam rumah. Tak banyak piker lagi kami langsung menghambur keluar membawa anak dan anggota keluarga karena khawatir rumah roboh," ungkapnya dengan rasa takut.

Ternyata untuk keluar rumah juga tak gampang dalam kondisi hujan angin. Saat akan membuka pintu, lantai bawah terasa terangkat akibat terjangan angin.

"Kayak angen kuat. Lantai pun rasa bergoyang dari bawah," ungkap Citra.

Beruntung, kata dia, anggota keluarganya berhasil keluar. Sehingga tidak ada yang terluka. Padahal, seng rumahnya juga beterbangan di seputar lokasi kejadian. Takut dan panik itu ditambah pohon beringin tumbang tak jauh dari rumah mereka.

"Di belakang itu ade gak pokok tumbang di waktu bersamaan. Tapi untungnya tak kenak tepat. Paling satu atau dua keping seng jak yang diperkirakan rusak, bagian dapok jak, " kata Anwar Kepada Rakyat Kalbar ditemui di sekitar lokasi rumahnya, Minggu, (7/7) siang.

Kata Anwar, pasca kejadian itu barang berharga pun tak dapat diselamatkan karena basah diguyur hujan deras. "Barang-barang elektronik, berkas berkas, ijazah basah kenak hujan," jelasnya.

Pasca kejadian itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, kata dia, langsung melihat kondisi rumahnya pagi tadi sekitar pukul 07.00.WIB. Kata dia, Wali Kota berjanji akan membantu melalui BPBD Kota Pontianak.

Saat ini, Anwar dan keluarga terpaksa mengungsi sementara di rumah tetangga yang lokasinya tak berjauhan dari rumahnya, sambil menunggu rumahnya bisa diperbaiki lagi. "Sementara kite tinggal di rumah tetangga dululah ni," timpalnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala BPBD Kota Pontianak, Saptiko, sudah mencatat jumlah bangunan rusak akibat cuaca ekstrim pada Sabtu (6/7) malam kemarin. Sekitar tujuh rumah di dua lokasi berbeda, serta dua buah bangunan yang dijadikan tempat usaha di Kecamatan Pontianak Selatan.

"Di Gang Peniti 2 ada dua rumah yang rusak, satu rumah kondisinya cukup parah karena seng rumahnya terbang hingga 10 meter. Satu rumah rusak ringan di bagian teras," ungkap Saptiko saat dikonfirmasi.

Sementara di tempat lainnya, empat rumah di Gang Mendawai 1 juga menjadi korban keganasan angin puting yang terjadi sekitar pukul 21.00 malam tersebut. Serta satu rumah lain yang turut mengalami kerusakan terletak di Jalan Tanjung Harapan, Gang Sulaiman yang rusak di bagian atap.

"Selain rumah, juga ada dua kafe yang rusak ringan di bagian atap akibat angin kencang semalam," ujarnya.

Langkah yang akan dilakukan BPBD Kota Pontianak, kata Saptiko, untuk korban yang rumahnya mengalami rusak berat dan diharuskan mengungsi, telah diberikan bantuan berupa bahan makanan untuk tiga hari kedepan.

"Untuk bantuan materil, kita berikan seng yang bisa digunakan untuk menampal kembali bagian atap yang hilang," tambahnya.

Saptiko juga meminta kepada seluruh masyarakat di Kota Pontianak agar mengunduh aplikasi SIPD Bencana Pontianak, agar warga mendapat informasi terkait edukasi bencana dan bisa melapor jika terjadi bencana melalui aplikasi tersebut.

"Jadi kalau terjadi bencana bisa dilaporkan melalui aplikasi tersebut, dan BPBD bisa segera menindaklanjuti," pungkasnya. (Andi Ridwansyah/rk)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:59

Apakah 4 Kabupaten Sudah Sadar Hukum?

PONTIANAK- Kesadaran patuh melaksanakan hukum di Indonesia masih banyak yang…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:28

Tak Bisa Sembarangan, Memborgol pun Perlu Latihan

Gari alias borgol itu buat memborgol koruptor hingga penjahat jalanan…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:24

Gara-gara Ini, Separo Pontianak Macet Total

PONTIANAK- Sudah diprediksi. Kebijakan menutup Jembatan Kapuas 2 (JK2) selama…

Senin, 07 Oktober 2019 00:49

Anggota DPRD Cantik Ini Kritisi Dinas Lingkungan Hidup

PONTIANAK-Anggota DPRD Pontianak, Bebby Nailufa meminta Dinas Lingkungan Hidup ekstra keras…

Minggu, 29 September 2019 12:06
Seminar Internasional Hari Kesehatan Lingkungan ke-9 Sedunia

CATAT..!! Tahun 2070, Sekitar 800 Ribu Rumah di Pesisir Harus Dipindahkan

Indonesia menjadi negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim.…

Sabtu, 28 September 2019 02:13

Pantas Saja Tehamburrrr..!! Segini Nih Kekuatan Angin yang Menghantam Pontianak

PONTIANAK—Angin kencang yang menyasar sebagian wilayah Kota Pontianak dan menyebabkan…

Sabtu, 28 September 2019 02:09

HORORRRR...!! Angin Kencang Hantam Rumah Warga

PONTIANAK – Angin puting beliung kembali meneror Pontianak, (26/9) sekitar pukul…

Selasa, 24 September 2019 22:16

Pengiriman Kratom ke Luar Negeri Harus Lewat Asosiasi

PONTIANAK – Pengiriman kratom ke luar negeri melalui PT Pos Indonesia…

Jumat, 20 September 2019 11:06

Api Nyaris Hanguskan Perumahan, Warga Ngungsi

PONTIANAK - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sungai…

Senin, 16 September 2019 12:06

Wahai Para Bupati, Seriuslah Tangani Karhutla

PONTIANAK - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*