UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 04 Juli 2019 23:38
BIKIN MERINDING..!! Kasus HIV/AIDS di Kalbar Naik 600 Persen

PROKAL.CO, PONTIANAK – Penyebaran penyakit HIV dan AIDS di Kalimantan Barat semakin mengkhawatirkan. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalbar mencatat peningkatan jumlah pengidap penyakit ini mencapai lebih dari 600 persen per tahun. Masyarakat diharapkan dapat ikut bersama melakukan upaya pencegahan.

“Masalah HIV dan AIDS di Kalbar sudah masuk kategori sangat rentan dan rawan,” kata Sekretaris Eksekutif KPA Provinsi Kalimantan Barat, Sy Toto Thaha Alkadrie kepada Pontianak Post.

Menurutnya, dari awal berdiri sampai dengan akhir tahun 2018, KPA Kalbar telah menangani sebanyak 7.114 jiwa yang positif mengidap HIV, serta 1.414 jiwa yang positif AIDS. “Selain menangani HIV dan AIDS, kita juga kedatangan masalah baru yang juga marak, seperti TBC dan kanker. Jumlahnya kalau kita kolaborasikan sangat-sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Toto mengatakan, dari total 14 kabupaten dan kota di Kalbar, hampir seluruhnya ada masyarakat yang mengidap HIV dan AIDS. Penularan umumnya diakibatkan oleh pengidap yang kerap kali gonta-ganti pasangan saat berhubungan intim. Namun, saat ini telah ditemukan fenomena baru yang mana hubungan sesama jenis menjadi urutan kedua penyebab penularan virus HIV di Kalbar. Sementara faktor ketiga adalah penyebaran virus lewat jarum suntik yang telah digunakan oleh orang yang positif mengidap HIV AIDS, karena langsung bersentuhan dengan darah. 

“Karena seperti yang kita tahu bahwa penyakit ini sama seperti fenomena gunung es, yang semakin kita gali tak akan ada habisnya. Sementara untuk tingkat kenaikan pengidap di setiap tahunnya sangat besar, bahkan lebih dari 600 persen. Tentu angka tersebut sangat memprihatinkan,” ungkapnya. 

Sementara untuk usia rata-rata pengidap, lanjut Toto, umumnya masih tergolong muda dan produktif, yakni di usia 30 sampai 45 tahun. Selain itu, ada pula beberapa yang masih tergolong remaja, yakni 15 sampai 24 tahun. 

Menyikapi kondisi ini, KPA menjalin sinergi dengan pihak-pihak lain yang terkait untuk bersama-sama melakukan penanggulangan. Selain HIV dan AIDS, kerja sama juga dilakukan untuk menanggulangi penyakit TBC dan kanker. Ia berharap dengan kolaborasi tersebut maka penyebaran penyakit-penyakit ini dapat ditekan. 

“Kita terus lakukan upaya edukasi kepada masyarakat terkait tiga penyakit tersebut (HIV AIDS, TBC, dan kanker),” ujarnya. Kerja sama lintas sektor dinilai sangat penting karena KPA tidak akan mampu bekerja sendiri. Apalagi jika mengingat kondisi Kalbar yang luas dan jumlah masyarakatnya yang mencapai jutaan jiwa. 

“Kita lihat dari data saja di setiap tahunnya, pengidap HIV AIDS melonjak sampai 665 persen. Itu baru yang diketahui. Belum lagi yang masih berkeliaran di luar sana dan belum dideteksi,” imbuhnya.

Dalam upaya penanganan, KPA sudah menyusun rencana aksi di daerah-daerah. Terlebih saat ini KPA sudah didukung dengan Peraturan Gubernur Nomor 37 tahun 2014. Adapun prioritas utama yang akan digencarkan yakni sektor pencegahan.

“Pertama-tama kita akan sasar berbagai LSM yang peduli AIDS. Kemudian akan kita lanjutkan ke pelayanan kesehatan, baik itu puskesmas maupun rumah sakit. Pokoknya nanti akan kita sinergikan lagi untuk menanggulangi masalah penyakit ini,” pungkasnya. (sig)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*