UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 24 Juni 2019 14:31
Ada 64 Orang Asing Berdiam di Kapuas Hulu
PERUSAHAAN PERTAMBANGAN: Aktivitas di kawasan industri milik PT. Borneo Mandiri Mineral di Kecamatan Bunut Hulu. Perusahaan tersebut menjadi yang terbanyak mempekerjakan pekerja asing di kabupaten ini. PAGE FACEBOOK ISA ANSHARI

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU – Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau menyatakan setidaknya 64 orang warga negara asing (WNA) berada di Kabupaten Kapuas Hulu. Bahkan, WNA ini memiliki izin tinggal di wilayah Kapuas Hulu, baik sebagai aktivis dari  yayasan maupun sebagai tenaga kerja di bidang perkebunan dan pertambangan.

“Ada 64 orang yang terdata. Mereka sudah mengantongi izin tinggal dengan pengawasan ketat dan kami pantau aktivitasnya," kata Kepala Sub Seksi Teknologi Informasi, Intelijen, dan Penindakan Kemigrasian, Angga Adwiyantara, kemarin (17/6) di Putussibau.

Dikatakan Angga, di bidang pertambangan seperti PT. Borneo Mandiri Mineral di Kecamatan Bunut Hulu, setidaknya mempekerjakan 38 orang asing. Orang-orang asing tersebut, menurut dia, rerata berasal dari Tiongkok dan satu orang dari Australia.

Sementara, PT. Buana Tunas Sejahtera di Kecamatan Badau, yang bergerak bidang perkebunan, menurut dia, juga mempekerjakan dua orang asing dari Malaysia. Kemudian, dia menambahkan, ada satu orang asing yang merupakan Tionghoa Malaysia, dipekerjakan pada perusahaan kayu PT. Kawedar Wood Industry di Kecamatan Putussibau Selatan.

Tak hanya di bindang peridustrian, warga asing ini juga begerak di bidang sosial. Setidaknya, disebutkan dia, ada 23 orang asing dari Yayasan Misi Masyarakat Pedalaman yang rata-rata berasal dari Jerman dan Amerika Serikat di Kecamatan Kalis, Kecamatan Putussibau Selatan, dan Kecamatan Putussibau Utara. “Aktivitas orang asing itu terus kami pantau, ada yang memiliki izin tinggal sementara dan ada juga yang izin tinggal tetap di Kapuas Hulu,” jelas Angga.

Dia berharap kerja sama dan sinergitas dari semua pihak di Kapuas Hulu, untuk mengawasi setiap kedatangan dan aktivitas orang asing di kabupaten ini. Dia berpesan, jika ada yang melihat atau pun membawa orang asing, hendaknya melaporkan kepada pihak Imigrasi. “Kami akan tindaklanjuti apabila ada informasi atau pun menemukan orang asing di Kapuas Hulu sesuai aturan berlaku,” kata Angga.

Ia mengatakan sepanjang 2019 ini, pihaknya sudah mendeportasi dua orang warga asing asal Malaysia. Keduanya dipastikan dia, sudah selesai menjalani hukuman pidana di Rutan Putussibau, terkait kasus narkoba.

“Jadi kami akan terus perketat pengawasan terhadap orang asing, apalagi kita merupakan kabupaten perbatasan dan kami minta semua pihak sinergis dalam pengawasan orang asing,” pinta Angga

Di sisi lain, Angga juga mengatakan, dari 64 WNA bahkan telah melakukan pernikahan secara siri atau kawin secara adat di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di Kecamatan Badau. “Empat warga negara Malaysia itu hanya menikah secara adat, tidak memiliki izin tinggal hanya menggunakan visa berkunjung,” kata Angga.

Empat orang warga negara Malaysia yang dimaksud dia tersebut yaitu Yuyung Tien alias Apek asal Sarawak, Wong Siong Ho alias Aho asal Sibu, Tang Kie Hing alias Apoy, dan Saw Hock Seng alias Assu. Dijelaskan dia bahwa Apek telah menikah dengan Domitila Siti, kemudian Aho menikah dengan Asnah, Apoy menikah dengan Mamik Kusmiyati, dan Assu menikah dengan Sani. Keempat wanita yang dinikahi tersebut, dipastikan dia, merupakan warga Badau. Sedangkan Assu, nama terakhir yang disebutkan Angga, sebagai warga Malaysia, dikabarkan telah meninggal dunia.

“Kami sudah memanggil orang asing itu agar melaporkan perkawinan ke Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) sehingga tercatat dalam kedudukan negara, sehingga bisa keluar izin tinggal dari Imigrasi. Tetapi sampai saat ini mereka itu tidak bisa menunjukkan dokumen pernikahan secara Dukcapil,” sesal Angga.

Menurut Angga, keempat warga Malaysia itu sudah memiliki anak dengan keluarganya di perbatasan. Hanya saja, dia menambahkan, keempat orang asing tersebut memiliki usaha toko sembako. Usaha-usaha tersebut pun, dipastikan dia, atas nama istri yang bersangkutan sebagai warga negara Indonesia di Kecamatan Badau. (arf)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*