UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 13 Juni 2019 22:56
Polda Kalbar Gerebek Kasus Perdagangan Anak, Ini Modusnya

PROKAL.CO, Kapolda Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengatakan bahwa Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar hingga saat ini sudah memeriksa tujuh WNA asal China yang diduga terlibat kasus perdagangan orang dengan modus kawin kontrak.

“Awalnya diamankan dua WNA Tiongkok di sebuah rumah mewah di Jalan Purnama, Kompleks Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu malam (12/6),” ungkap Didi di Pontianak seperti dikutip dari Antara, Kamis (13/6).

Ia melanjutkan, setelah dilakukan pengembangan diamankan lagi lima orang, yakni tujuh laki-laki dan satu perempuan yang merupakan agen kawin kontrak.

Ia mengatakan Ditreskrimum Polda Kalbar masih melakukan pemeriksaan terhadap ketujuh WNA asal Tiongkok tersebut. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap suami-istri yang menampung WNA yang melakukan kawin kontrak tersebut, serta seorang perempuan (WNI) korban kawin kontrak.

Dari hasil penggerebekan, Ditreskrimum Polda Kalbar dan Imigrasi Kalbar mengamankan barang bukti berupa cap atau stempel, fotokopi KTP, NPWP dan lainnya.

“Kami menemukan bukti yang kuat bahwa di rumah mewah tersebut menjadi tempat penampungan jaringan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak, yang didukung oleh bukti seperti kuitansi pembayaran uang mahar kawin kontrak tersebut,” terang Didi.

Sebelumnya, Kepghggggfala Subseksi Penindakan Imigrasi Wilayah Kalbar Murdani menyampaikan, tindak pidana perdagangan orang itu terungkap berkat informasi masyarakat yang mencurigai sebuah rumah mewah di Jalan Perdana, Kompleks Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan.

Dari laporan itu, pihak imigrasi Kalbar langsung mendatangi TKP dan terbukti ditemukan dua orang WNA asal China, satu laki-laki yang siap dikawinkan kontrak dan satu lagi perempuan yang diduga agennya.

“Kemudian juga diamankan dua orang pemilik rumah, dan satu perempuan WNI yang merupakan korban perdagangan manusia tersebut,” imbuh Murdani. 

Ia mengatakan, korban diberi iming-iming akan mendapatkan uang jutaan rupiah bila bersedia dinikahkan dengan warga negara China. Lanjut Murdani, pihaknya sudah melakukan penggeledahan di seluruh rumah mewah yang diduga sebagai tempat transaksi kawin kontrak tersebut. Proses hukum selanjutnya diserahkan kepada pihak Ditreskrimum Polda Kalbar.

(dhe/pojoksatu)

loading...

BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*